Bacaan: Ulangan 17 : 14 – 20 | Pujian: KJ. 402
Nats: “Maka hanya raja yang dipilih TUHAN, Allahmu, yang boleh kau angkat atasmu.” (Ayat 15a)
Ada banyak orang yang mempunyai keinginan untuk menjadi pemimpin yang sukses dan berhasil. Akan tetapi banyak juga, orang yang tidak mau berjuang dan menempa dirinya agar memiliki kualitas seorang pemimpin. Integritas adalah salah satu persyaratan seseorang menjadi pemimpin yang berkualitas. Integritas adalah sikap yang konsisten, selaras dengan aturan, perintah, dan ketetapan.
Bacaan firman Tuhan hari ini mengisahkan bangsa Israel yang akan masuk dan menduduki tanah Perjanjian. Dikisahkan bangsa Israel tidak memahami bagaimana Tuhan telah menyertai dan memimpin mereka hingga memasuki tanah perjanjian tersebut. Karena itu, mereka menginginkan seorang raja atas mereka. Kemudian Tuhan memberikan persyaratan kepada mereka jika mau mengangkat seorang raja. Seorang raja harus mempunyai integritas, yaitu pertama, ia seorang yang dipilih Tuhan Allah, artinya ia seorang yang patuh dan tunduk kepada perintah Allah. Kedua, ia tidak mengandalkan kekuatan dirinya sendiri. Ketiga, ia tidak sombong dan serakah. Seorang Raja hendaknya tidak memperbanyak istri, emas, dan perak. Hidupnya harus selalu dilandasi Firman Tuhan. Inilah integritas seorang raja yang harus dibangun karena ia dituntut tidak memikirkan dirinya sendiri tetapi memikirkan kehendak Tuhan dan memimpin untuk kebaikan umat.
Melalui firman Tuhan hari ini, kita diingatkan bahwa menjadi seorang pemimpin, baik itu pemimpin organisasi, pemimpin dalam pemerintahan, pemimpin rumah tangga bahkan pemimpin bagi dirinya sendiri, harus memiliki karakter yang baik dan berintegritas. Dengan memiliki integritas, seorang pemimpin rela ditempa, tidak sombong, tidak serakah, tidak hanya memikirkan dirinya sendiri, namun senantiasa tunduk dan patuh para perintah Tuhan. Oleh karena itu, mari kita menjadi pemimpin yang baik bagi diri kita sendiri, keluarga, jemaat maupun masyarakat. Kita senantiasa meneladani Tuhan Yesus yang rela melayani orang lain dengan penuh kasih, sehingga terwujud kasih persaudaraan di antara kita. Amin. [tri].
“Jadilah pemimpin yang berintegritas selaras dengan tuntunan Allah!”