Sesama Umat Tuhan Pancaran Air Hidup 16 Oktober 2025

16 October 2025

Bacaan: Kisah Rasul 17 : 22 – 34  |  Pujian: KJ. 357
Nats: Dari satu orang saja Ia telah mejadikan seluruh umat manusia untuk mendiami seluruh muka bumi ….(Ayat 26a)

Bulan Oktober ini memberikan warna tersendiri bagi bangsa Indonesia. Tentu kita ingat dengan Sumpah Pemuda yang heroik tanggal 28 Oktober 1928, yang diperingati setiap tahun, awal kebangkitan pemuda dan aktivis pergerakan nasional kala itu. Pemuda dari Jawa, Sulawesi, Kalimantan, Sumatera menyatakan kesatuan tekad, hati dan jiwa: Satu sebagai bangsa Indonesia, tanah air Indonesia, dan bahasa Indonesia. Nama Indonesia sudah dicanangkan di waktu itu tahun 1928, meskipun saat itu Indonesia masih menjadi jajahan Belanda dan disebut sebagai “Inlanders” untuk penduduk pribumi Indonesia. Namun para aktivis pergerakan nasional telah mempopulerkan identitas “Bangsa Indonesia” sebagai sebutan kolektif yang mempersatukan berbagai suku dan etnis di Nusantara. Inilah yang menyatukan tekad anak negeri dan menjadi cikal bakal gerakan kemerdekaan Indonesia.

Tekad untuk mengabarkan kabar sukacita dan kemerdekaan itu juga disampaikan Rasul Paulus kepada semua orang saat dia berada di Atena. Melihat begitu banyak orang menyembah dewa-dewa bahkan dewa yang tidak dikenal, Paulus menggunakan itu semua sebagai sarana pekabaran Injil. Ayat 23 menyatakan tulisan kepada Allah yang tak dikenal, di sana diletakkan kurban sesembahan. Paulus tidak menyalahkan, namun justru memberitakan bahwa Allah yang tidak dikenal itu adalah Tuhan Yesus, seorang yang diutus Allah sendiri untuk menyelamatkan orang-orang Atena ini dari dosa dan ketidaktahuan mereka. Paulus menyatakan bahwa dari satu orang manusia, Allah membuat segala bangsa mendiami bumi. Mereka pun berstatus sama sebagai anak-anak Allah, sebagaimana ajaran pujangga Yunani (Ay. 28), dan karenanya Allah bukanlah patung yang tidak bisa melakukan apa-apa. Dia berkuasa dan memberi kehidupan atas manusia (Ay. 25).

Ajaran Paulus ini senada dengan semangat menjadi sesama anak bangsa Indonesia, yang tidak melihat dari mana asalnya. Saat cinta tanah air itu tumbuh dan bersatu hati dalam Sumpah Pemuda, buahnya adalah kemerdekaan bangsa. Kesatuan hati sesama anak-anak Allah membawa berkah keselamatan dan pengharapan dalam satu Tuhan yang sama, Tuhan Yesus Kristus. Inilah pengharapan kita sebagai sesama umat milik Tuhan untuk menjalin persahabatan yang sejati. Mari kita mengikat semangat bersahabat ini dan menjadi berkat di tengah dunia. Amin. [LUV].

“Sebaik-baik manusia adalah mereka yang bermanfaat bagi orang lain.”

Renungan Harian

Renungan Harian Anak