Bacaan: Efesus 4 : 7 – 16 | Pujian: KJ. 424
Nats: “Tetapi kepada kita masing-masing telah diberikan anugerah menurut ukuran pemberian Kristus.” (Ayat 7)
Siklus hidup manusia sejatinya melewati beberapa fase, mulai bayi, anak, remaja, dewasa, lansia. Setiap fase kehidupan selalu menyimpan cerita dan kenangannya masing-masing. Demikian bagi kita yang menjadi orang tua, dapat menemani, melihat, dan mendampingi tumbuh kembang anak adalah suatu kebahagiaan, walaupan dalam mendampingi anak tidak selalu mudah. Ada seorang pemain Timnas sepak bola Indonesia bernama Witan Sulaeman. Ia lahir di Palu, 8 Oktober 2001. Ia lahir dari keluarga yang berprofesi sebagai pedagang sayur. Dalam keterbatasan ekonomi orang tuanya, tidak menyurutkan tekadnya untuk menjadi seorang pesepak bola profesional. Tentu hal ini membanggakan orang tuanya. Pertumbuhan yang sempurna memerlukan tekad untuk mewujudkan sebuah mimpi.
Paulus dalam suratnya kepada Jemaat di Efesus berharap agar Jemaat Efesus terus mengalami pertumbuhan iman yang baik. Melalui suratnya itu, Paulus menyampaikan bahwa setiap umat Tuhan telah menerima anugerah Tuhan, seperti yang tertulis di ayat 7, “Tetapi kepada kita masing-masing telah dianugerahkan kasih karunia menurut ukuran pemberian Kristus.” Di sini Paulus hendak menegaskan bahwa Tuhanlah yang memberikan karunia yang berbeda-beda kepada setiap umat. Oleh karunia yang berbeda itu, mereka hendaknya bersatu dan bertumbuh bersama, saling berbagi, saling melayani, saling mengasihi, dan saling memperhatikan. Sebab disitulah letak kesempurnaan jika mereka saling memahami perbedaan di antara mereka dan bersatu untuk menciptakan kebaikan bersama.
Kita sebagai generasi penerus GKJW harus melihat bahwa anugerah dan keahlian yang diberikan Tuhan kepada kita dimaksudkan agar kita bersatu menjadi GKJW yang benar-benar bertumbuh dan berbuah di dalam Kristus. Tuhan mengaruniakan berbagai hal kepada kita, seperti kreatifitas, inovasi dan ide-ide cemerlang agar persekutuan kita menjadi berkat bagi sesama. Karena itu, marilah sekarang kita bersatu di tengah perbedaan untuk menciptakan sesuatu yang berguna. Seperti yang disampaikan Paulus, sempurna itu jika kita menggunakan anugerah dan keahlian kita masing-masing di dalam kehidupan bersama, terlebih dalam tugas pelayanan kita. Amin. [LEN].
“Berjuang bersama untuk menjadi berkat.”