Kualitas Hidup Orang Kristen Pancaran Air Hidup 16 Juli 2022

Bacaan: Mazmur 15 : 1 – 5 | Pujian: KJ. 426
Nats:
‘’Tuhan siapa yang boleh menumpang dalam kemah-Mu? Siapa yang boleh diam di gunung-Mu yang kudus?” (Ayat 1)

Di Indonesia biasanya orang sering menebak agama seseorang dari aksesoris yang dikenakan karena itu yang paling keliatan di depan mata. Misalnya jika bertemu dengan seseorang yang memakai aksesoris kalung salib maka orang bisa langsung menebak bahwa dia adalah orang Kristen walaupun belum tentu demikian, karena saat ini kalung salib pun bisa menjadi aksesoris bagi semua orang.  

Dalam Mazmur 15:1-5, kita diingatkan bahwa kualitas hidup orang Kristen seharusnya tidak ditentukan dari aksesoris yang dikenakan tetapi dari kualitas atau mutu yang dihasilkan seseorang dalam hidupnya. Dan kualitas yang baik pasti akan menghasilkan yang baik pula dan hasilnya pasti bertahan lebih lama.  

Untuk memiliki kualitas hidup yang baik ada beberapa kriteria yang harus dipenuhi:

  1. Memiliki dan menjaga hubungan pribadi yang intim dengan Tuhan. Hal ini bukan hanya berbicara tentang seberapa sering kita hadir di gereja dan seberapa aktifnya kita terlibat dalam berbagai macam pelayanan tetapi lebih kepada hubungan pribadi yang melekat kepada Tuhan. Hubungan yang intim tersebut tampak setiap hari dalam seluruh aspek hidup orang percaya.
  2. Memiliki relasi yang baik dengan sesama manusia. Relasi orang Kristen bukan hanya bersifat vertikal tetapi juga horizontal. 1 Yohanes 4:20, “jika kita mengatakan bahwa mengasihi Allah tetapi membenci sesama maka kita adalah pendusta.” Artinya kita tidak hanya berelasi dengan Tuhan dan melupakan sesama atau sebaliknya, tetapi keduanya harus berjalan seimbang. Mazmur 15 : 2 – 5a menjelaskan dengan sangat detail bagaimana seharusya hidup sebagai orang Kristen yang berkualitas baik khususnya saat berelasi dengan sesama manusia.

Sebagai orang Kristen kita diutus untuk menjadi garam dan terang dunia, menjadi surat Kristus yang terbuka sehingga dapat dibaca oleh semua orang (2 Kor. 3:2-3a). Siapapun bisa melihat dan ‘membaca’ hidup kita bahkan oleh mereka yan belum mengenal Tuhan. Karena itu marilah kita terus berusaha untuk memiliki hidup yang berkualitas baik sehingga nama Tuhan dimashyurkan. Amin. [eS].

“Kualitas lebih penting dari kuantitas

 

Bagikan Entri Ini: