Orang Bersih Kelakuannya Renungan Harian 16 Juli 2019

16 July 2019

Bacaan :  Amsal 19  : 1 – 17  |  Pujian :  KJ. 424 : 1, 2
Nats
: “Lebih baik seorang miskin yang bersih kelakuannya dari pada seorang yang serong bibirnya lagi bebal” (ay.1)

Dalam kitab Amsal pandangannya terhadap kekayaan selalu mendua. Hikmat yang tua / lama melihat hubungan mutlak antara berkat material dan anugerah ilahi. Dalam hikmat yang muda / baru, mengembangkan kesalehan dari anawim, orang benar, yang tidak mempunyai warisan di dunia kecuali Tuhan. Kekayaan, seringkali menghantarkan seseorang untuk berlaku serong, tidak jujur, dan hati yang sombong.

Dalam ayat ini, tidak berarti Tuhan menganjurkan kita menjadi orang miskin. Allah tahu bahwa orang yang miskin adalah orang yang dalam hidupnya menderita. Tetapi Allah menghendaki agar tiap-tiap orang dalam hidupnya berlaku jujur, tidak sombong dan tidak serong. Oleh sebab itu, di sini kita dipanggilan oleh Tuhan untuk jujur, tidak sombong, tidak serong. Anugerah dan berkat Tuhan akan mengalir dalam hidup mereka. Tuhan menjanjikan perlindungan kepada mereka. Bahkan Tuhan memperhatikan mereka yang hidupnya miskin.

Mungkin nasehat dari Tuhan ini untuk zaman sekarang sudah tidak berlaku lagi, sebab pada umumnya manusia zaman sekarang hidupnya serba cukup. Tetapi Allah tidak pernah mundur. Bahkan Tuhan mengatakan dalam ay. 20, : “Dengarkanlah nasehat dan terimalah didikan …”. Artinya Tuhan menghendaki agar kita mau mendengarkan apa yang menjadi Firman Tuhan dalam hidup kita. Kita mau mengerti dan melakukan kehendakNya itu agar kita berkenan padaNya. Demikian pula Tuhan mendidik kita melalui realita kehidupan yang tidak mudah. Tujuannya agar hati dan hidup kita selalu tertuju pada Tuhan bukan pada masalah.

Orang yang bersih kelakuan hidupnya adalah orang dapat menjaga hidupnya berkenan kepada Tuhan. Teruslah berupaya dan belajar untuk hidup benar dan berkenan kepadaNya. Amin. (didik)

“Ajarlah aku untuk mampu mensyukuri segala karunia-Mu

Renungan Harian

Renungan Harian Anak