Bacaan : 1 Timotius 3 : 14 – 16 | Pujian : KJ. 363
Nats: “ …., yakni jemaat dari Allah yang hidup, tiang penopang dan dasar kebenaran.” (Ay. 15b)
Masa pandemi Covid-19 tahun 2020 yang lalu melahirkan komunitas kampung tangguh, desa tangguh, tempat ibadah yang tangguh, dan tempat – tempat lain yang disebut tangguh. Hal ini merupakan bentuk upaya memerangi, memutus, mengakhiri pandemi Covid-19. Diperlukan syarat – syarat kesehatan untuk membangun tempat – tempat tersebut sehingga layak disebut “Tangguh”.
Kehidupan orang percaya pun tidak jauh berbeda dengan situasi pandemi Covid-19 yang melahirkan berbagai tempat “Tangguh” di seluruh nusantara. Kehidupan orang percaya dalam persekutuan juga diharapkan mampu memiliki kepribadian yang tangguh dalam menghadapi realita hidup yang penuh tantangan dan pergumulan. Hal ini mengundang kita untuk mengambil kesempatan menjadi pribadi – pribadi yang tangguh dalam kehidupan persekutuan baik lingkup keluarga dan jemaat. Dengan cara saling memberikan penghargaan, dukungan, kesepakatan, saling memahami, saling percaya dan saling mengasihi. Itulah tiang penopang dan dasar hidup bersekutu menjadi keluarga Allah yang tangguh. Niscaya apabila nilai – nilai ini terpelihara apapun tantangan dan pergumulan hidup pasti terlampaui.
Bacaan kita hari ini mengajak kita untuk hidup tidak memikirkan dan mementingkan diri sendiri tetapi juga berbagi hal-hal yang bermanfaat bagi sesama. Kita dapat melihat akibat orang yang hanya memuaskan hasrat nafsunya hanya akan menghasilkan kekacauan dan penyesalan.
Jaman akhir sudah dimulai, jaman dimana Tuhan memberi kesempatan kepada kita untuk mempergunakan waktu dengan bijaksana. Mari berhenti mengisi dan menggunakan hidup sebagai palagan/arena aktualisasi diri atau ajang pembuktian kemampuan diri sebagai pemuas hasrat nafsu. Mari kita mengisi dan menggunakan hidup kita sebagai arena pembaktian diri. Allah memperlengkapi setiap pribadi yang sudah dipersekutukan dengan berbagai talenta yang sangat beragam, sesuai dengan keadaan dan keberadaannya untuk membangun kehidupan jauh lebih bermakna. Dengan saling mendukung dan memotivasi, saling memahami dan tidak menghakimi adalah cara sederhana yang dapat kita lakukan untuk melatih diri menjadi pribadi yang tangguh. (Japri)
“Orang yang memberi kehidupan dengan penuh keikhlasan dan ketulusan tidak akan pernah kehilangan hal – hal mulia”