Inipun akan Segera Berlalu Pancaran Air Hidup 16 Agustus 2022

Bacaan: Kisah Para Rasul 7 : 44 – 53 | Pujian: KJ. 375
Nats:Tetapi Salomolah yang mendirikan sebuah rumah untuk Allah.” (Ayat 47) 

Bacaan ini hari ini berisi pembelaan Stefanus sebelum dia dibunuh. Di ayat 44-53, Stefanus menyinggung tentang rencana pembangunan Bait Allah. Keinginan atau harapan terbesar itu dimiliki oleh Raja Daud (2 Sam. 7:2; Kis. 7:46). Hal itu dilatar belakangi kesadaran Daud bahwa jika dia yang hanya raja bagi bangsanya mendapat kehormatan tinggal di istana megah, bagaimana dengan Allah yang adalah Raja di atas segala Raja? Seharusnya dan selayaknya TUHAN Allah mendapatkan yang lebih baik dari dirinya. Cita-cita raja Daud sangat mulia tetapi ternyata keinginan dan harapannya tidak tercapai. Pembangunan Bait Allah justru terjadi pada masa kepemimpinan anaknya Raja Salomo (1 Raj. 6). Salomo melakukan yang terbaik dalam pembangunan Bait Allah tersebut. Apakah raja Daud baik-baik saja atau mungkin dia kecewa karena harapannya tidak terwujud?

Sama seperti Raja Daud, mungkin kita juga punya keinginan dan harapan yang besar saat ini. Ada banyak cita-cita yang ingin kita wujudkan, ada banyak jawaban doa yang sedang kita nantikan. Besar pengorbanan yang mungkin telah kita lakukan untuk mencapainya. Tetapi sampai saat ini hasilnya belum juga kita terima. Yang harus kita ingat hidup tidak pernah menjanjikan sebuah kepastian karena akan selalu ada kemungkinan-kemungkinan yang terjadi. Hidup tidak selalu berjalan sesuai apa yang kita inginkan. Ada kalanya berharap keberhasilan dan kemenangan tetapi justru kegagalan dan kekecewaan yang kita alami. Hari ini kita tertawa, mungkin besok kita menangis atau sebaliknya. Namun hidup harus terus berlanjut seberat apapun yang sedang terjadi.

Ada seorang raja mempunyai sebuah cincin dan dia ingin agar di bagian dalam cincin tersebut tertulis kata-kata indah yang akan mengingatkan dia dalam segala keadaan. Seorang pengrajin perhiasan dibawa ke istana dan raja tersebut menyampikan keinginannya. Kemudian sang pengrajin tadi menuliskan kata-kata ‘ini pun akan segera berlalu.’ Saat raja tersebut melihat cincin tersebut, dia akhirnya sadar bahwa segala sesuatu ada masanya. Baik kesedihan maupun kebahagiaan tidak akan kekal selamanya, karena yang kekal hanyalah kasih Tuhan. Amin. [eS].

“LIFE MUST GO ON: Hidup harus terus berjalan”

 

Bagikan Entri Ini: