Bacaan: Yehezkiel 31 : 1 – 12 | Pujian: KJ. 411 : 2
Nats: “Lihat, Aku menyamakan engkau dengan pohon aras di Libanon, penuh dengan cabang yang elok dan daun yang rumpun sekali, tumbuhnya sangat tinggi, puncaknya sampai ke langit.” (Ayat 3)
Pohon Aras adalah pohon yang tumbuh subur di daratan Lebanon, Turki hingga Maroko. Seperti yang digambarkan dalam bacaan kita hari ini, pohon aras dapat tumbuh tinggi menjulang ke langit. Tinggi pohon ini bisa mencapai 2000 meter. Pohon aras memiliki cabang dan ranting yang besar dan banyak, maka pantas bila banyak burung dan binatang bersarang pada pohon ini. Beberapa sumber menyebutkan bahwa pohon ini sangat bernilai, bisa dijadikan bahan pembuatan kapal, rumah hingga istana. Begitu berharganya sehingga negara Lebanon menjadikan pohon ini sebagai lambang negaranya.
Bacaan kita saat ini menceritakan tentang kejayaan dan keagungan raja Firaun yang digambarkan seperti pohon aras. Besar, kokoh dan kuat. Namun karena kesombongan dan kejahatan hatinya maka Tuhan meruntuhkannya satu persatu. Pohon aras yang kokoh ini pada akhirnya harus ditebang. Semuanya terjadi demikian agar tidak ada yang meninggikan dirinya melebihi yang lainnya.
Bila kita merenungkan hidup kita, tidak dipungkiri seringkali kita seperti Raja Firaun. Karena kelebihan yang kita miliki lantas kita lupa menempatkan diri kita sejajar dengan orang lain. Kekayaan, kepandaian, kesuksesan dan kekuasaan yang kita miliki seringkali membuat kita merasa lebih hebat dan lebih kuat dari orang lain. Sehebat dan sekuat apapun kita, Tuhan mengingatkan kita agar tetap rendah hati. Untuk itu kita perlu terus belajar melepaskan semua kesombongan dan perasaan lebih hebat dari lainnya. Mari terus mengandalkan Tuhan dan terus sadar bahwa semua yang terjadi dalam hidup kita hanya karena anugerah Tuhan semata. Tanpa pertolongan dan anugerahNya kita tidak akan sanggup melakukan semuanya dalam menjalani hidup ini. Tetaplah rendah hati sebab hanya Tuhan sajalah yang patut kita muliakan. (fani).
“Selalu ada langit, di atas langit.”