Teladan Kenyataan Pancaran Air Hidup 14 Juli 2022

Bacaan: Ibrani 5 : 1 – 6  ǀ Pujian: PKJ. 289 : 1, 2
Nats:
”Dan tidak seorangpun yang mengambil kehormatan itu bagi dirinya sendiri, tetapi dipanggil untuk itu oleh Allah, seperti yang telah terjadi dengan Harun.” (Ayat 4)

Lingkungan keluarga terutama orang tua memiliki pengaruh yang besar bagi pembentukan karakter dan perkembangan perilaku anak. Peribahasa Jawa mengatakan “kacang ora ninggal lanjaran” yang sama maknanya dengan “buah jatuh tidak jauh dari pohonnya.” Artinya kelakuan atau kebiasaan anak tidak jauh berbeda dari orang tuanya. Jika orang tua meneladankan yang baik seperti setia berdoa, beribadah, tekun membaca Alkitab, maka anak-anak akan terbiasa untuk berdoa teratur, beribadah dengan sukacita dan rajin membaca Alkitab sebagai dasar hidupnya. Sebaliknya jika orang tua tidak pernah mengajarkan dan meneladankan nilai-nilai iman kepada anak-anak, maka jangan berharap anak-anak mereka menjadi anak-anak yang Tangguh menghadapi tantangan dan pergumulan hidup.

Penulis surat Ibrani mengajarkan bahwa Tuhan Yesus sama seperti Harun. Dia diangkat Allah menjadi Imam Besar. Sebagai Imam Besar, Yesus tidak ada keinginan untuk memuliakan diri-Nya sendiri. Ia tahu benar bahwa yang patut dimuliakan hanyalah Bapa Surgawi. Sekalipun status-Nya adalah Anak Allah, Yesus tetap menunjukkan ketaatan yang mutlak kepada kehendak Bapa-Nya. Ketaatan yang membawa-Nya pada penderitaan dan kematian, karena harus menanggung dosa manusia. Ketaatan sempurna dari Tuhan Yesus inilah yang menjadi pokok keselamatan abadi bagi manusia yang percaya.

Tuhan Yesus adalah teladan utama dalam ketaatan dan Dia berkata, “Aku telah memberikan suatu teladan, supaya kamu juga berbuat sama seperti yang telah Kuperbuat kepadamu.” (Yoh. 13:15). Dan sama seperti Yesus yang taat kepada kehendak Allah, kita pun harus selalu belajar taat kepada kehendak dan panggilan Allah dalam hidup kita. Tentu tidak mudah, tetapi yakinlah kita tidak akan pernah ditinggalkan begitu saja tanpa penyertaan Tuhan. Dengan demikian, di tengah krisis keteladanan saat ini, alangkah indahnya bila hidup kita mampu berbuah, menjadi teladan bagi sesama termasuk orang-orang terdekat kita, yaitu keluarga. Terutama menjadi teladan bagi anak-anak kita, agar mereka bisa menjadi terang bagi sekelilingnya, khususnya di jaman ini di mana internet dan media sosial telah menjadi sahabat anak-anak kita. Amin. [RS].

“Ketaatan pada Tuhan akan menghasilkan buah yang manis.”

 

Bagikan Entri Ini: