Bacaan : Kolose 1 : 1 – 14 | Pujian : KJ. 370
Nats: “Injil itu berbuah dan berkembang di seluruh dunia, demikian juga di antara kamu sejak waktu kamu mendengarnya dan mengenal kasih karunia Allah dengan sebenarnya.” (ay. 6b)
Awalnya hanya 13 orang perempuan di India, sekarang kelompok itu telah berkembang menjadi lebih dari 5000 orang perempuan di 133 negara. Mereka bukan para perempuan yang hidup berkelimpahan dan foto-fotonya mentereng di berbagai media sosial, mereka justru hidup di antara yang paling miskin dan papa. Pelayanan mereka dilakukan dengan misi ‘Sepenuh hati dan Jasa gratis bagi termiskin dari yang miskin’. Mereka anggota Misionaris Charitas, yang didirikan pada tahun 1950an oleh seorang perempuan hebat, Bunda Teresa.
Entah bagaimana perasaan Bunda Teresa jika masih hidup. Dia selalu rendah hati, jadi dia pasti tidak akan sombong dan berbangga dengan apa yang sudah dia lakukan, apa lagi semua dilakukan sebagai wujud panggilannya untuk melayani Tuhan. Tapi kita bisa menduga, Bunda Teresa pasti berbahagia. Persis seperti kebahagiaan Paulus atas jemaat Kolose yang bertumbuh luar biasa dalam kasih karunia Tuhan. Jemaat itu taat melakukan perintah Injil, mereka hidup dalam pengharapan dan kasih satu sama lain, mereka menghargai para orang kudus. Berkali-kali Paulus mengucapkan betapa dia mengucap syukur atas apa yang terjadi di Kolose. Ya, Paulus nampak sangat berbahagia.
Kebahagiaan Paulus, sama seperti Bunda Teresa, bukan pertama-tama karena usaha kerja mereka berhasil. Keberhasilan usaha adalah anugerah Tuhan. Kebahagiaan mereka adalah karena semakin banyak orang terlibat dalam karya Tuhan, dan mereka boleh menjadi bagian dari karya tersebut. Paulus menyebutnya dengan istilah, ‘Injil itu berbuah dan berkembang’. Dan buahnya adalah orang hidup dengan kasih, pengharapan, saling mendoakan satu dengan yang lain. Kita bisa membayangkan betapa harmonisnya kehidupan berjemaat di Korintus.
Mari melihat kehidupan keluarga, berjemaat, bertetangga kita. Semoga seharmonis dan penuh kasih seperti jemaat di Kolose. Jika belum, ini waktunya untuk terus berkarya. Jika sudah apakah kita sudah menjadi begiannya? Jika sudah, ambillah waktu sejenak untuk melihat itu semua dan bersyukur kepada Tuhan. (gide)
“Aku berbahagia ketika kasih Tuhan nyata di sekitarku dan aku menjadi bagiannya.”