“Freewill Not To Be Freedom” Pancaran Air Hidup 14 Februari 2026

14 February 2026

Bacaan: Mazmur 2 : 1 – 12  |  Pujian: PKJ. 280
Nats: Oleh sebab itu, hai raja-raja, bertindaklah bijaksana, terimalah pengajaran, hai hakim-hakim dunia!(Ayat 10)

Dalam menjalani kehidupan, manusia memiliki apa yang disebut dengan freewill. Kata freewill dalam bahasa Indonesia dikenal sebagai kehendak bebas. Secara sederhana, konsep ini merujuk pada kemampuan manusia membuat pilihan dan mengambil tindakan secara sadar, tanpa paksaan atau intervensi dari faktor eksternal. Dengan kata lain, konsep ini meyakini bahwa manusia memiliki kebebasan menentukan nasibnya sendiri dalam menjalani hidupnya. Namun sering kali kita kurang bijaksana dalam menyikapi kehendak bebas yang kita miliki, karena pilihan kita yang tidak sesuai dengan kehendak Tuhan.

Bacaan kita pada hari ini menarik untuk kita renungkan bersama. Penulis Mazmur mengingatkan kita sebagai manusia, bagaimana kehidupan manusia sering kali terjebak pada upaya melepaskan diri dari Tuhan agar mendapatkan kebebasan. Namun yang terjadi pada realitanya, Tuhan justru menertawakan upaya manusia untuk meraih kebebasan itu. Tidak mungkin manusia merasakan kebebasan yang benar-benar bebas. Bagaimanapun juga, manusia adalah mahkluk ciptaan Tuhan yang terbatas, dan Tuhan mempunyai kuasa yang tidak terbatas pada ciptaan-Nya. Disinilah Sang Pemazmur mengingatkan kita untuk senantiasa beribadah dan melayani Tuhan dalam kehidupan kita. Kehendak bebas yang kita miliki harus kita pergunakan dengan bijaksana. Kebebasan akan kita rasakan penuh sukacita jika itu seturut dengan kehendak Tuhan.

Hidup bebas memang terkadang menjadi impian banyak orang. Begitu juga ketika kita merasa bahwa kehendak bebas adalah hak kita sebagai manusia. Namun mari tetap mengingat bahwa kebebasan kita tetap terbatas, karena hanya kehendak Tuhan yang tidak terbatas melampaui kemampuan kita. Karena itu sebagai umat Tuhan, mari kita melanjutkan kehidupan dengan lebih bijaksana dalam memaknai kehendak bebas yang telah Tuhan berikan. Mari menggunakan kehendak bebas kita secara bertanggung jawab melalui pelayanan kita kepada Tuhan dan sesama. Ini adalah bukti nyata dari sikap bijak kita dalam menggunakan kehendak bebas kita, yang akan membuahkan sukacita yang nyata. Amin. [Otn].

“Bebas untuk memilih bukan berarti bebas untuk melakukan apapun yang disukai.”

Renungan Harian

Renungan Harian Anak