Pendidikan yang Transformatif Pancaran Air Hidup 14 April 2023

14 April 2023

Bacaan: 1 Korintus 15 : 1 – 11 ǀ Pujian: KJ. 356 : 1, 2
Nats:Sebab itu, baik aku, maupun mereka, demikianlah kami mengajar dan demikianlah kamu menjadi percaya.” (Ayat 11).

Di Indonesia, ketika berbicara tentang pendidikan bisa jadi membuat kita yang tidak memiliki basic atau bekerja di dunia pendidikan merasa bingung. Beberapa tahun lalu anak-anak dididik dengan kurikulum berbasis kompetensi, kemudian muncul K-13, dan yang paling baru adalah kurikulum merdeka. Cita-citanya tentu mulia, yaitu membentuk generasi yang ada sesuai keadaan zamannya. Hanya saja, karena berganti-ganti kurikulum, jangankan anak didik, para pendidik pun kadang kesulitan beradaptasi. Dalam berbagai perubahan, hal mendasar yang patut kita renungkan, “Apakah pendidikan yang ada mencapai harapan dan tujuan dasarnya ataukah hanya sebatas pencapaian nilai atau gelar akademik saja?”

Pada dasarnya manusia adalah makhluk pembelajar. Jika kita mengingat kembali perjalanan hidup kita, bukankah tahap demi tahap kita jalani melalui belajar. Belajar berjalan, bicara, membaca, menulis, dst. Demikian halnya dalam kehidupan iman kita, tidak ada orang yang tiba-tiba beriman. Paulus sekalipun belajar dari perjumpaannya dengan Tuhan Yesus di jalan ke Damsyik. Pendidikan yang diterima oleh para rasul bukan hanya terbatas pada teori kognitif saja, tetapi pengalaman yang mengubahkan hati. Karena itulah, setelah peristiwa Paskah serta Kenaikan, para murid terdorong untuk membagikan pengalaman mereka dan membuat banyak orang percaya. Mereka belajar dan meneladani Tuhan Yesus yang mengajar tidak hanya dengan kata tetapi juga dalam karya nyata.

Demikian halnya dengan kita saat ini, di dunia yang semakin cepat dengan tuntutan yang semakin kompleks, kita kadang terhanyut memburu hasil, yang penting anak juara atau lulus dengan predikat Cumlaude, tanpa memperhatikan hal yang lebih mendasar, yaitu bagaimana ilmu yang didapat bisa benar-benar menghantar anak menjadi pribadi yang utuh, termasuk dalam iman. Kita masing-masing adalah guru bagi anak-anak kita, baik dalam keluarga maupun di jemaat kita masing-masing. Mari kita belajar pada Tuhan Yesus dan para rasul yang hadir dan mengajar dalam kata dan karya. Jika kita mengharapkan anak-anak yang rajin ke gereja dan berbuat baik kepada sesama, maka kita perlu lebih dulu melakukannya. Pendidikan transformatif (yang membawa perubahan) bisa kita wujudkan, dimulai dari diri kita dan mulai sekarang juga. Amin. [WE].

“Ya Tuhan, didiklah kami seturut kehendak-Mu”

Renungan Harian

Renungan Harian Anak