Bacaan: Mazmur 103 : 8 – 13 | Pujian: KJ. 434
Nats: “tetapi setingginya langit dari bumi, demikian besarnya kasih setia-Nya atas orang yang takut akan Dia.” (Ayat 11)
Saat kebaktian penghiburan berlangsung, seorang tetangga dari keluarga duka bertanya kepada seorang jemaat yang hadir di sana. Pertanyannya sederhana, “Orang Kristen itu suka nyanyi ya? Tidak hanya di acara yang gembira saja menyanyi, tetapi saat acara kematian pun mereka juga nyanyi.” Dari pertanyaan tersebut seolah ada anggapan menyanyi selalu identik dengan suasana senang. Tetapi setidaknya pertanyaan ini menggugah kita bahwa secara tidak langsung kita percaya dalam setiap peristiwa kehidupan ada tangan Tuhan yang bekerja. Itulah alasan bagi kita senantiasa memuji Tuhan dalam setiap peristiwa hidup yang kita alami.
Mazmur 103 ini adalah Mazmur pujian yang mengajak kita selalu memuji Tuhan. Daud, sang Pemazmur menuliskan banyak karya Tuhan dalam hidupnya. Ia sungguh-sungguh mengalami banyak hal dalam hidupnya. Ia sungguh-sungguh melihat dan merasakan kebaikan Tuhan dalam hidupnya. Karena itu, Daud senantiasa memuji Tuhan. Dia adalah sosok teladan bagi umat Tuhan dalam hal memuji dan menyembah Tuhan. Di sepanjang hidupnya, dia suka memuji Tuhan, bahkan ketika Saul dirasuki oleh roh jahat, dia dipanggil untuk memainkan kecapi sambil memuji Tuhan, dan roh jahat itupun keluar dari Saul. Demikian pula, saat Daud memindahkan Tabut Allah ke Yerusalem, dia menari-nari sambil memuji Tuhan. Dia tidak peduli dengan apapun yang ada dalam lingkungannya dan perkataan orang lain terhadapnya. Dia hanya berfokus kepada Tuhan.
Banyak orang ketika mengalami masalah hanya fokus pada masalah yang ia alami, sehingga mereka tidak bisa merasakan kehadiran dan kebaikan Tuhan dalam hidup mereka. Firman Tuhan hari ini mengajarkan kepada kita bahwa seberat apapun masalah yang kita hadapi, marilah kita tetap memuji dan memuliakan Tuhan. Dengan tetap memuji Tuhan, kita bisa menyadari kehadiran Tuhan dan merasakan kebaikan Tuhan dalam hidup kita. Mari kita selalu memuji Tuhan, baik dalam keadaan baik maupun sesulit apapun hidup kita, sebab dalam setiap pujian Tuhan hadir menolong dan menguatkan kita. Amin. [JJ].
“Syukur bukan karena tidak ada masalah tetapi karena Tuhan ada di tengah masalah.”