Untuk Kita Renungkan Pancaran Air Hidup 12 September 2025

12 September 2025

Bacaan: Kejadian 7 : 6 – 10; 8 : 1 – 5  |  Pujian: KJ. 356
Nats: “Nuh masuk ke dalam bahtera itu bersama-sama anak-anaknya, Isterinya, dan isteri anak-anaknya karena air bah itu.” (7:7)

Lagu Ebiet G. Ade dengan judul “Untuk Kita Renungkan” mengajak kita untuk merenung betapa pentingnya kesucian hidup dan mendekatkan diri kepada Tuhan. Dalam liriknya, Ebiet menyatakan, “Anugerah dan bencana adalah kehendak-Nya. Kita mesti tabah menjalani.” Seolah lagu ini menyadarkan kita bahwa dalam perjalanan hidup, kita akan mengalami saat-saat penuh tantangan dan bencana, namun semuanya merupakan bagian dari kehendak Tuhan.

Kisah Nuh saat ini mengajarkan kita tentang ketaatan dan kesabaran melewati badai maupun bencana sekalipun. Nuh menerima perintah Tuhan untuk membangun bahtera meskipun tidak ada tanda-tanda air bah. Ia taat sepenuhnya pada setiap petunjuk Tuhan, bahkan ketika logika manusia tidak dapat memahami perintah tersebut. Ketika Tuhan memerintahkan Nuh dan keluarganya masuk ke dalam bahtera, hujan belum juga turun, namun Nuh tetap taat. Ini mengajarkan bahwa iman bukanlah soal menunggu hasil atau petunjuk yang terlihat, melainkan tetap konsisten menjalankan perintah Tuhan meski dalam ketidakpastian hidup ratusan hari dalam bahtera sekalipun. Kejadian 8:1 menegaskan meski air bah telah surut, Tuhan tidak pernah melupakan Nuh.

Badai kehidupan yang datang dalam bentuk ujian dan cobaan sering kali menguji keteguhan iman kita. Namun seperti Nuh, kita harus tetap percaya bahwa Tuhan bekerja di balik layar, menyediakan jalan keluar pada waktu yang tepat. Dalam menghayati bulan Kitab Suci saat ini, kita diajak untuk meneladani iman Nuh yang taat, sabar, dan penuh kepercayaan kepada Tuhan. Kehidupan sering kali membawa kita dalam situasi gelap, dimana harapan seakan sirna. Namun, Tuhan tidak pernah meninggalkan kita. Bahkan di tengah badai yang menghempas, kita harus percaya ada rencana Tuhan yang indah di balik setiap ujian hidup.  Ketika hidup kita diterpa kencangnya badai dunia, marilah kita ingat bahwa tidak ada badai yang akan berlangsung selamanya. Ada Tuhan yang setia dan selalu bekerja dalam hidup kita. Teruslah berpegang pada janji-Nya, sebab Tuhan tidak pernah melupakan umat-Nya. Pada waktu-Nya, segala yang kita alami akan membuahkan berkat. Kiranya kita semakin bertumbuh dalam pengenalan akan firman-Nya dan menyerahkan seluruh kehidupan kita ke dalam tangan Tuhan. Amin. [tma].

“Bahkan malam yang paling gelap akan berakhir, dan matahari akan segera terbit.”

Renungan Harian

Renungan Harian Anak