Menyerap Yang Baik-Baik Saja Ya Renungan Harian 12 September 2019

Bacaan  :  Kejadian  6 : 1 – 6     |   Pujian :  KJ. 420
Nats:
“Ketika dilihat Tuhan, bahwa kejahatan manusia besar di bumi dan bahwa segala kecenderungan hatinya selalu membuahkan kejahatan semata-mata” (ay.5)

Konon katanya  ketika belajar sesuatu, anak-anak seperti sebuah spon yang mampu menyerap air disekitarnya. Ini hanyalah sebuah gambaran bahwa mereka menggunakan pancainderanya sebagai alat untuk memperoleh pengetahuan. Maka tak mengherankan bila mereka mampu belajar dalam tempo yang cepat hanya dengan melihat dan mendengarkan saja. Dalam hal ini tentu peran serta orang tua dan lingkungan akan sangat berpengaruh dalam membentuk karakter mereka. Bila lingkungan dalam rumah dan masyarakat sangat mendukung tumbuh kembang anak secara positif, maka anak akan dapat bertumbuh dengan maksimal dalam hal-hal positif. Namun bila kondisi lingkungan adalah sebaliknya, maka demikian pulalah anak akan terbentuk karakternya.

Nats dalam bacaan kita saat ini memberikan pesan bahwa manusia memiliki kecenderungan untuk melakukan kejahatan. Maka bila dirunut secara mundur, maka kejatuhan manusia dalam dosa-lah yang menjadi pangkal penyebabnya. Itulah sebabnya Allah menghadirkan Kristus dalam kehidupan manusia sebagai Sang Pembebas. Peran “pembebas” tersebut juga bisa dilaksanakan oleh orangtua, yakni dengan memberikan pendidikan dan pengajaran tentang hal-hal positif, yang membangun dan mampu memberikan semangat bagi anak-anak. Proses tersebut akan terekam dalam ingatan mereka. Maka para orangtua perlu bersikap lebih bijaksana, terutama dalam bertutur kata serta bertindak. Sebab segala sesuatu yang didengar dan dilihat oleh anak-anak, dapat memberi kesan yang kuat bagi mereka.

Memang hal ini juga bukan sesuatu yang mudah, namun inilah bentuk tanggung-jawab orangtua. Maka benarlah Firman Tuhan dalam Amsal 22:6 yang berbunyi: “Didiklah orang muda menurut jalan yang patut baginya, maka pada masa  tuanya pun ia tidak akan menyimpang daripada jalan itu.”  [DK]

“Takut akan Tuhan adalah permulaan pengetahuan”

 

Bagikan Entri Ini:

  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •