Bacaan: 1 Petrus 5 : 1 – 5, 12 – 14 | Pujian: KJ. 467 : 1 – 3
Nats: “Demikian jugalah kamu, hai orang-orang muda, tunduklah kepada orang-orang yang tua. Dan kamu semua, rendahkanlah dirimu seorang terhadap yang lain, sebab: “Allah menentang orang yang congkak, tetapi mengasihani orang yang rendah hati.” (Ayat 5)
Semua manusia sejatinya memiliki tanggung jawab atas dirinya masing-masing. Demikian juga manusia sebagai makhluk sosial sejatinya saling berkaitan erat satu dengan yang lainnya. Sebagaimana yang terjadi di dalam suatu organisasi, satu dengan yang lainnya tentunya memiliki tanggung jawab masing-masing, berdasarkan jabatan yang diembannya. Apabila dalam mengemban tugasnya tidak dilakukan dengan baik bahkan sama sekali tidak dilakukan, maka akan muncul hambatan dalam perkembangan organisasi tersebut. Juga dalam kehidupan berkeluarga, bergereja, dan bermasyarakat satu dengan yang lain tentu memiliki tanggung jawabnya masing-masing. Kemauan untuk melakukan tanggung jawab tersebut menjadi hal yang penting bagi kita bersama.
Surat 1 Petrus yang ditujukan kepada jemaat yang tersebar di wilayah Asia Kecil, mengajak kita untuk merenungkan: setiap diri kita ada dalam kemampuan kita masing-masing. Alangkah baik kita menyadari kemampuan diri kita masing-masing, dimana kita berada. Ayat 2 menyebutkan bagaimana seharusnya para penatua bertindak dalam tugas pelayanan mereka. Sebagai pemimpin jemaat yang dipilih untuk melakukan tugas-tugas tertentu dalam jemaat, mereka bertanggung jawab penuh terhadap dinamika pelayanan dan pergumulan yang ada di jemaat. Mereka harus mengingat bahwasanya tugas yang mereka emban adalah dari Tuhan, untuk mewujudkan karya-Nya di dunia, bukan untuk memegahkan diri mereka sendiri.
Disadari ataupun tidak, kita seringkali melupakan dan kurang bertanggung jawab dengan pekerjaan dan tugas kita sendiri. Ironisnya kita sering mengoreksi pekerjaan dan tugas orang lain. Apalagi kita merasa diri lebih tua, lebih senior, lebih berpengalaman, lebih pintar. Hal ini membuat kita sering lupa dan tidak mawas diri akan tugas yang seharusnya kita lakukan. Surat 1 Petrus mengingatkan kepada kita semua, mari “sadar diri”. Kita menyadari dan tahu akan kekuatan dan kemampuan kita. Kita memiliki tanggung jawab dan mari kita melakukan tugas tanggung jawab kita dengan sungguh. Jauhilah sikap mengoreksi kekurangan atau tanggung jawab orang lain sebagai upaya menutupi keterbatasan diri kita. Mari kita menjadi sadar diri agar melalui kita karya Allah terwujud nyata dalam setiap tugas dan tanggung jawab yang kita emban. Amin. [gfc].
“Koreksi diri terlebih dahulu, sebelum mengoreksi orang lain.”