Qadosh Renungan Harian 12 Oktober 2018

12 October 2018

Bacaan : Ulangan 5 : 22 – 33  |  Pujian : KJ 369a
Nats: “Kiranya hati mereka selalu begitu, yakni takut akan Daku dan berpegang pada segala perintah-Ku, supaya baik keadaan mereka dan anak-anak mereka untuk selama-lamanya!” [ayat 29]

Perjanjian antara dua belah pihak membutuhkan prasyarat. Salah satu prasyaratnya adalah kesetiaan. Demikian pula dalam sebuah hubungan. Salah satu prasyarat dalam membangun dan menjaga hubungan antara Allah dan umatNya adalah hidup yang kudus. Qadosh (Ibr) : Kudus, memisahkan, menjadi kudus, menguduskan (diri sendiri), menyatakan kudus, artinya tidak bercela. Bangsa Israel mendapat ketetapan dari Allah yakni supaya hidup kudus dan berkenan kepada Allah. Hal tersebut merupakan sebuah  perjanjian.  Perjanjian itu harus dijaga supaya hubungan kedua belah pihak tetap terjaga. Musa sebagai perwakilan Allah telah menyatakan hal tersebut kepada bangsa Israel, sebagai peringatan (ayat 29). Setelah sepuluh perintah Allah disampaikan, maka bangsa Israel diharapkan mempunyai rasa gentar dan gemar terhadap Allah.

Hubungan manusia dengan Allah harus dijaga dengan ketaataan. Ketaataan tersebut diwujudnyatakan dengan hidup kudus dihadapan Allah, yaitu berpegang pada segala perintahNya dan merasakan takut (gentar dan gemar) terhadap Allah. Semua itu berangkat dari kesadaran hati, bukan karena keterpaksaan. Dampak dari ketaatan itu menjadikan keadaan manusia menjadi baik untuk selama-lamanya.

Hidup kudus bukan hal yang mudah, karena seringkali tantangan muncul dari diri manusia sendiri yang ingin lepas dari anugrah kasih Allah. Maka, bagaimana nilai hidup kudus itu senantiasa bisa kita jaga dalam diri kita?  Salah satu yang bisa dilakukan adalah  berjuang dan berupaya hidup benar dihadapan Allah.

Allah selalu menginginkan manusia taat dan setia kepadaNya untuk menjaga hidup Kudus. Mari kita berkomitmen dalam hidup, untuk hidup kudus seperti yang dikendaki Allah. [Kulz]

“Hendaklah kamu menjadi kudus di dalam seluruh hidupmu sama seperti Dia yang kudus, yang telah memanggil kamu, sebab ada tertulis: Kuduslah kamu, sebab Aku kudus”

Renungan Harian

Renungan Harian Anak