Menjadi Saksi Kebenaran Pancaran Air Hidup 12 November 2021

12 November 2021

Bacaan: Daniel 4 : 19 – 27 | Pujian : KJ. 426 : 1
Nats:
“Jadi ya Raja, biarlah nasihatku berkenan pada hati tuanku: lepaskanlah diri tuanku dari pada dosa dengan melakukan keadilan, dan dari pada kesalahan dengan menunjukkan belas kasihan terhadap orang yang tertindas; dengan demikian kebahagiaan tuanku akan dilanjutkan!” (Ayat 27b).

Mengungkapkan sebuah kebenaran itu membutuhkan keberanian. Tidak mudah dilakukan karena banyak akibat yang akan dialami, relasi terganggu bahkan tidak jarang terjadi permusuhan. Karenanya kebanyakan orang memilih untuk diam demi menjaga hubungan baik dan kenyamanan hidup.

Dalam kisah Daniel, yang terjadi justru Daniel memilih untuk menanggung resiko terburuk ketika menyuarakan suara Tuhan melalui jawaban atas mimpi sang raja Nebukadnezar. Dia pasti tahu resiko mengabarkan kebenaran Tuhan ini namun tetap ditempuhnya dengan keyakinan penuh bahwa Tuhan besertanya. Dalam hidup kita selalu harus mengambil keputusan setiap hari. Kadang keputusan itu indah, tetapi juga sering terjadi tidak menyenangkan orang lain. Daniel berani menempuh resiko terburuk karena dia meyakini ada Tuhan di balik semua nasib dan hidupnya. Suara kebenaran itu yang diwartakan, memang sang raja akan bernasib buruk, namun ketika pertobatan dan pengakuan akan Tuhan yang maha tinggi dan segalanya dilakukan dengan berbuat bajik kepada yang lemah, maka semua kemuliaan akan ditambahkan dan hukuman pun tidak terjadi.

Dalam kehidupan kita, setiap keputusan yang kita ambil pasti ada resikonya, namun inti dari semua ini adalah keberanian kita untuk berbuat benar. Kita mau mengakui bahwa ini sebenarnya tidak ada apa-apanya dibandingkan dengan kuasa Tuhan. Mari kita belajar untuk hidup benar namun juga berani untuk menyuarakan kebenaran dari yang sederhana di dalam keluarga, belajar taat lalu lintas bukan karena dimonitor CCTV atau ada petugas yang mengawasi. Pada akhirnya, marilah kita melakukan kebenaran di keseluruhan hidup kita yang sesungguhnya merupakan kesaksian dari kebenaran sejati. Amin. [LUV].

 “Kebenaran akan selalu mencari jalan untuk mengungkapkan dirinya.” (Anonim)

Renungan Harian

Renungan Harian Anak