Suara-Mu Kudengar Renungan Harian 12 Mei 2019

12 May 2019

Bacaan : Yohanes 10 : 22 – 30 | Pujian : KJ 407
Nats : “Domba-domba-Ku mendengarkan suara-Ku dan Aku mengenal mereka dan mereka mengikut Aku,” [ayat 27]

A : Selamat siang, apakah benar ini dengan Bapak Undarto?” B : Ya, saya sendiri!” A : Selamat Bapak, anda menang undian dari bank kami dan berhak mendapatkan hadiah mobil. B : Iya Pak Teguh, trimakasih, hadiah akan saya ambil, tapi kapan bapak pulang? (terdiam sejenak) Selanjutnya gelak tawa kami berdua mengakhiri percapakan tersebut.

Percakapan singkat ini beberapa kali terjadi saat saya masih di Jogja dan menghubungi orangtua di rumah. Nomer saya selalu berganti seiring dengan paket data yang habis dan selalu membeli kartu perdana baru. Dalam mengawali percakapan itu saya selalu berusaha untuk membuat suara yang berbeda, supaya tidak dapat diketahui oleh bapak. Namun, hasilnya selalu gagal. Bapak dengan mudah mengenal suara saya. Sebanyak apapun saya mencoba hasilnya selalu sama, percakapan belum terlalu panjang namun kami sudah terbahak bersama. Peristiwa sederhana ini menggambarkan bahwa seorang bapak sangat mengenal anaknya. Pengenalan itu terjadi karena ada perjumpaan yang intens (sering) antara bapak dan anak, sehingga sang Bapak dapat dengan mudah mengenali suara bahkan karakter anaknya.

Saat menghadapi orang-orang Yahudi, Tuhan Yesus memberikan gambaran tentang gembala dan domba. Seperti hubungan Bapak dengan anak, gembala dan domba adalah suatu metafora yang ingin menggambarkan kedekatan hubungan antara Tuhan Yesus dan umat-Nya. Seorang Gembala begitu mengenal domba-domba-Nya satu persatu (10:3). Konsekuensi sebagai domba-dombaNya adalah mendengar suara-Nya dan mengikutiNya (ay. 27). Ini yang tidak berhasil dilakukan oleh orang-orang Yahudi. Mereka memang mendengar suara Tuhan Yesus, namun tidak benar-benar menghayati-Nya apalagi mengikut-Nya. Bagaimana dengan kita? Sudahkah kita mendengar dan menghayati suara Sang Gembala? Mendengar dan menghayati membutuhkan suatu konsistensi (dilakukan dengan terus menerus). Semakin kita sering mendengar suara-Nya semakin mudah kita mengikuti-Nya. [TpJ]

“Sebab Dialah Allah kita, dan kitalah umat gembalaan-Nya dan kawanan domba tuntunan tangan-Nya”

Renungan Harian

Renungan Harian Anak