Bacaan : Efesus 1 : 7 – 14 | Pujian : KJ. 392
Nats: “Sebab di dalam Dia dan oleh darah-Nya kita beroleh penebusan, yaitu pengampunan dosa, menurut kekayaan kasih karunia-Nya, yang dilimpahkan-Nya kepada kita dalam segala hikmat dan pengertian.” (Ayat 7-8)
Pada masa sekarang ini siapa yang tidak ingin menjadi kaya raya? Tentu setiap orang berkeinginan untuk dapat hidup berkelimpahan secara ekonomi dan memiliki posisi/jabatan yang tinggi. Banyak orang kemudian rela mengorbankan apapun dalam hidupnya, demi mengejar gemerlap duniawi. Mereka rela mengorbankan kesehatan, waktu bersama keluarga, bahkan waktu pribadinya dengan Tuhan. Di sisi lain banyak orang tua yang mulai berpikir jika mereka sudah memberikan pendidikan yang terbaik, serta warisan kekayaan materi yang berlimpah bagi anak-anaknya, berarti mereka sudah memenuhi kewajibannya sebagai orang tua yang sukses. Namun mereka lupa bahwa harta warisan yang sejati bagi anak-anaknya kelak adalah harta warisan iman yang teguh dan berkualitas.
Rasul Paulus dalam bacaan ini menjelaskan, bahwa kekayaan yang sejati bukanlah kekayaan dunia yang kita peroleh melalui kerja keras dan berbentuk deposito/tabungan. Namun kekayaan yang sejati merupakan kekayaan yang kita peroleh melalui anugerah Allah di dalam Tuhan Yesus Kristus. Pada ayat 7-8 dijelaskan bahwa hanya di dalam Dia sajalah, kita telah menerima penebusan yang sejati dan telah dimerdekakan dari belenggu dosa. Dimana hal itu telah dilimpahkan-Nya kepada kita, dalam segala hikmat dan pengertian.
Melalui bacaan kita saat ini, kembali kita diingatkan bahwa kita ini adalah anak-anak Allah. Dimana kita sudah memperoleh harta kekayaan yang sejati, yakni anugerah penebusan dosa oleh pengorbanan Sang Kristus. Mari kita jaga harta kekayaan yang sejati itu dalam kehidupan kita, dengan hidup seturut dengan kehendak Allah, menjadi hamba Allah di sepanjang hidup kita. Hingga waktunya tiba, mari kita pun turut mewariskan harta kekayaan yang sejati itu, kepada anak-cucu kita. Sehingga hanya Nama-Nyalah yang dipermuliakan, di sepanjang segala abad. (YAH)
“Wariskan harta kekayaan yang sejati yaitu iman di dalam Kristus kepada anak cucu kita nanti”