Bacaan : Bilangan 24 : 1 – 14 | Pujian : KJ 235
Nats : “… aku tidak akan sanggup melanggar titah TUHAN dengan berbuat baik atau jahat atas kemauanku sendiri, apa yang difirmankan TUHAN, itulah yang akan kukatakan.” [ayat 13]
Ada pepatah yang mengatakan mulutmu adalah harimaumu. Artinya apa yang kita ucapkan akan membawa akibat pada diri kita sendiri. Misalnya kita mengatakan tentang cerita atau berita bohong, suatu hari orang lain tahu bahwa ucapan kita itu adalah HOAX, maka orang tidak akan percaya lagi dengan kita. Sebaliknya jika ucapan kita adalah sebuah kebenaran, sebuah motivasi dan semangat untuk membangun, maka orang akan percaya dan menjadikan kita teman, sahabat atau orang kepercayaan. Untuk itu setiap kita memiliki tanggungjawab yang besar untuk mengucapkan kata-kata berkat agar setiap orang yang mendengar ucapan kita mendapatkan berkat juga melalui kita.
Bileam dikenal sebagai seorang juru tenung yang mampu meramalkan masa depan. Ia diperintahkan oleh Balak raja Moab untuk mengutuk Israel dengan ancaman dan kutukan-kutukannya. Pada kenyataannya Bileam malah berbalik, ia memilih menaati perintah Allah dan memberkati umat Israel. Apa yang dia ucapkan bukan ucapan kutuk tetapi ucapan berkat yang mendatangkan keselamatan dan kemenangan Israel atas Moab. Diungkapkan dalam bacaan kita, Bileam memilih lebih takut kepada Tuhan Allah dibandingkan Balak. Bileam tidak tergoda dengan emas dan perak yang raja Balak tawarkan padanya. Baginya menaati kehendak Allah dan mengucapkan berkat bagi Israel tak tergantikan oleh apapun.
Sebagai orang percaya, Tuhan menghendaki ucapan yang keluar dari mulut kita adalah ucapan berkat. Oleh sebab itu kita perlu melatih diri kita untuk selalu berpikir hal-hal yang positif dan yang baik tentang diri dan sesama kita. Kita perlu melatih perasaan kita agar tidak dicemari dengan perasaan iri, dengki, kecewa, dan dendam. Berusahalah selalu dengan terus berdoa memohon agar Tuhan Sang sumber hikmat memberikan kekuatan dan kebijaksanaan pada kita untuk dapat berubah menjadi manusia yang baik dan benar. Manusia yang mampu memperkatakan ucapan berkat bagi orang lain. [AR]
“Ucapkanlah berkat dalam hidupmu niscaya engkau akan diberkati oleh Tuhan”