Bacaan: Yesaya 8 : 1 – 15 | Pujian: KJ. 337 : 1, 2
Nats: “Sebab, beginilah firman TUHAN kepadaku, ketika tangan-Nya menguasai aku, dan Ia memperingatkan aku supaya jangan mengikuti tingkah laku bangsa ini.” (Ayat 11)
Sebuah jam tangan mewah dibuat dengan presisi dan detail oleh seorang ahli pembuatnya. Setiap komponen dirancang dan ditata dengan cermat untuk memastikan bahwa jam itu berjalan dengan sempurna. Namun, kemewahan dan keistimewaan jam tangan itu tidak akan bertahan lama, ketika jam itu tidak dirawat dan dijaga! Debu dan kotoran akan merusaknya dan menjadikan yang mewah dan berharga menjadi tampak biasa. Tuhan menciptakan alam semesta dengan presisi, detail, cermat dengan keseimbangan yang sempurna, sebagai ciptaan-Nya. Panggilan pengutusan ini yang seharusnya terus menjadi identitas manusia untuk merawat keseimbangan ciptaan tetap berjalan dengan baik (bdk. Kej. 1:28).
Yesaya 8:1-15, Tuhan memerintahkan Nabi Yesaya untuk menuliskan nama Maher-Shalal-Hash-Baz yang berarti perampasan segera datang, penjarahan segera menyusul. Nama ini merupakan tanda akan datangnya penghukuman Allah kepada bangsa Israel karena ketidaktaatan mereka. Bangsa Israel telah menolak air Siloam yang tenang, simbol dari pemeliharaan-ketenangan Allah, dan lebih memilih untuk bergantung kepada kekuatan asing yang akhirnya membawa kehancuran. Allah menggunakan gambaran air Siloam dan air sungai besar untuk menggambarkan pilihan bangsa Israel. Air Siloam melambangkan ketenangan dan penyediaan Tuhan yang lembut dan stabil, sedangkan air sungai besar Asyur melambangkan kekuatan dunia yang mengancam dan menghancurkan. Yesaya menunjukkan bagaimana ketidaktaatan pada Tuhan dapat membawa kehancuran! Nyatanya, bangsa Israel yang seharusnya merawat dan menjaga hubungan mereka dengan Tuhan, lebih memilih jalan yang membawa mereka jauh dari-Nya.
Seperti jam tangan yang rusak karena tidak dirawat dengan baik, Tuhan telah menciptakan segala sesuatu dengan keseimbangan dan harmoninya, namun ketika tidak ada proses merawatnya, secara tidak langsung manusia sedang merusak keseimbangan tersebut dan membawanya pada kehancuran. Jam tangan berharga membutuhkan perawatan, alam semesta juga membutuhkan perhatian! Tuhan telah memberikan kepercayaan kepada kita untuk merawatnya. Pertanyaannya: Apakah kepercayaan itu akan kita respon dengan tanggung jawab atau sebaliknya hanya demi kepentingan diri? Semoga yang berharga dari Allah tidak menjadi biasa-biasa saja dan sia-sia. Amin. [vena].
“Harmoni adalah anugerah Allah yang berharga; manusia adalah utusan untuk merawatnya.”