Bacaan : Yesaya 54 : 9 – 10 | Pujian : KJ 370
Nats : “Sebab biarpun gunung-gunung beranjak dan bukit-bukit bergoyang, tapi kasih setia-Ku tidak akan beranjak daripadamu dan perjanjian damai-Ku tidak akan bergoyang, …” [ayat 10]
Sering kita menyarankan kepada keluarga atau sesama untuk memakai kasih yang diajarkan Tuhan Yesus dalam kehidupan sehari-hari. Namun tanpa sadar ternyata kasih hanya sebatas kata-kata saja. Untuk mewujudkan kasih dalam perbuatan, kita kerap kali melakukan perhitungan apakah untungnya bagi diri kita?. Namun demikian Tuhan Yesus tetap mengajarkan kita untuk menyebarkan kasih dengan perbuatan nyata, sebagaimana Tuhan Yesus dengan setia menganugerahkan kasih setia-Nya dalam kehidupan kita sehari-hari. Sudahkah kita menunjukkan kasih Kristus tersebut setiap waktu sebagai wujud ketaatan kita pada kehendak-Nya?
Bacaan kita hari ini mengajarkan betapa besar cinta kasih Tuhan Allah kepada kita. Ia menyatakan janji-Nya bahwa Ia tidak akan murka lagi dengan menumpahkan air bah seperti pada zaman Nuh. Kasih Allah tetap untuk selamanya walaupun gunung-gunung beranjak dan bergoyang. Kasih Tuhan Allah kepada manusia tanpa pamrih, tanpa syarat dan merupakan anugerah Allah yaitu kasih Tuhan di dalam Kristus. Kasih Agape tidak egois, tidak mencari penghargaan maupun pengakuan. Kasih ini sebenarnya ada pada setiap orang tetapi masih perlu ditingkatkan, disempurnakan dan dilakukan dengan tulus. Kasih agape merupakan dasar dari ketaatan dan komitmen untuk menaati kehendak firman Tuhan. Kasih dilakukan demi kebaikan orang lain, mengupayakan berkat dan bermakna dalam damai sejahtera bagi orang lain untuk jangka panjang atau selama-lamanya.
Apabila seorang anak taat dan patuh kepada orangtuanya, itu dikarenakan ada kasih dalam hubungan orang tua dan anak tersebut. Jadi kasih adalah dasar dari ketaatan dan kepatuhan dalam hubungan manusia dengan Tuhan maupun manusia dengan sesama. Tidak ada perintah Tuhan yang lebih tinggi dari mewujudkan dan menebarkan kasih. Oleh karena itu, marilah kita mengasihi dan mentaati Tuhan dengan segenap hati dan jiwa serta mengasihi sesama seperti kepada diri kita sendiri. [Sri]
“Dengan Kasih engkau akan menguasai Dunia”