Rumah Tangga Bahagia Renungan Harian 10 Oktober 2019

Bacaan : Imamat 14 : 33 – 53  |   Pujian : KJ  451
Nats : “Dan orang yang tidur di dalam rumah itu haruslah mencuci pakaiannya, demikian juga orang yang makan di dalam rumah itu haruslah mencuci pakaiannya.” [ayat 47]

Dalam kehidupan rumah tangga, betapa banyak orang selalu bersemangat untuk mempersiapkan sebuah perkawinan. Apapun dilakukan demi menghasilkan pelaksanaan perkawinan yang elegan dan memukau semua kalangan. Tetapi di dalam mengelola masalah dan konflik yang terjadi di tengah rumah tangga tidak sesemangat ketika memulai membangun rumah tangga. Ada banyak rumah tangga kandas ditengah jalan dan memilih untuk berhenti berjuang dan melarikan diri dari persoalan. Hancurlah rumah tangganya dan melupakan begitu saja janji suci dihadapan Tuhan yang disaksikan oleh warga jemaat milik Tuhan. Oleh karena itu setiap rumah tangga seharusnya menjaga rumah tangganya agar tetap kudus.

Bacaan kita hari ini berbicara tentang orang yang sakit kusta dan bagaimana proses panjang menuju pentahirannya. Menuju proses pemulihan memerlukan waktu yang sangat lama. Banyak orang harus terlibat didalamnya. Bahkan sang pemilik rumah harus mengosongkan rumahnya, sampai merelakan rumahnya diruntuhkan dan dirombak supaya benar-benar kembali pulih seperti semula. Di dalam Alkitab, penyakit kusta bukan dilihat semata-mata sebagai sebuah persoalan medis melainkan sebuah persoalan teologis. Kusta seringkali dipahami sebagai penyakit yang diberikan kepada manusia sebagai hukuman akibat dosa yang telah dilakukan. Penyakit ini dianggap najis dan berbahaya karena dapat menular kepada orang-orang disekitarnya. Oleh karenanya seorang penderita kusta harus diasingkan dari masyarakat. Sehingga penderita kusta akan menderita baik secara fisik maupun psikis.

Kusta menjadi lambang akan dosa pada manusia yang tidak bisa disembuhkan oleh siapapun kecuali Allah sendiri. Dosa harusnya dilihat sebagai suatu hal yang sangat menjijikkan, yang harus dibuang dan harus diasingkan. Kiranya keluarga-keluarga yang telah disatukan oleh Allah. Benar-benar menjaga kesuciannya. Setiap anggota rumah tangga menjauhi dosa sehingga keluarga benar-benar pada tujuannya menjadi keluarga yang bahagia dan menjadi tempat bersemainya nilai-nilai kerajaan Allah sampai sepanjang masa. Berjuanglah senantiasa mempertahankan kesucian rumah tangga. Pada akhirnya, selamat berbahagia. [Life]

“Berbahagialah orang yang tidak berjalan menurut nasihat orang fasik, yang tidak berdiri dijalan orang berdosa, dan yang tidak duduk dalam kumpulan pencemooh” (Mazmur 1:1)

 

 

Bagikan Entri Ini:

  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •