Bacaan: Rut 4 : 7 – 22 | Pujian: KJ. 432
Nats: “Sebab itu perempuan-perempuan berkata kepada Naomi: Terpujilah TUHAN, yang telah rela menolong engkau pada hari ini dengan seorang penebus.” (Ayat 14)
Film Televisi (FTV) adalah film berdurasi pendek. Biasanya menampilkan alur yang tidak terlalu rumit, dengan pokok masalah tertentu dan penyelesaiannya. Akhir kisah bisa bahagia atau juga sedih. Membaca kitab Rut seperti halnya alur kisah dalam FTV. Naomi dan Rut, sepasang mertua-menantu yang malang, bertemu Boas, tuan tanah sekaligus petani yang murah hati. Drama kehidupan Naomi dan Rut yang penuh tragedi pun berakhir dengan akhir cerita yang bahagia.
Di balik drama itu, Allah memperhatikan keluh kesah Naomi, janda miskin yang telah kehilangan suami dan anak-anaknya. Rut adalah perempuan setia yang mengorbankan segalanya untuk menyembah Allah Israel dan tetap menyertai mertuanya. Boas dihadirkan sebagai penebus, yakni kaum keluarga yang memiliki hak dan kewajiban untuk membeli kembali tanah yang telah dijual oleh pihak Naomi. Penebusan perlu dilakukan untuk menyelamatkan garis keturunan keluarga Naomi dan menjamin kehidupannya. Boas sangat memperhatikan nasib Naomi dan Rut yang ada dalam kesusahan. Perhatian terhadap orang miskin memang merupakan suatu kewajiban besar bagi umat terpilih. Kasih terhadap Allah harus diwujudkan dengan mengasihi dan memperhatikan hak-hak saudara sebangsanya, seperti yang telah dilakukan Boas.
Boas menunjukkan teladan kemurahan hati yang sangat penting dalam konteks masa kini. Setiap orang yang memiliki kemampuan, kedudukan, dan berkat lebih, berkewajiban untuk betul-betul memperhatikan hak-hak hidup orang lain. Terlebih yang sedang dalam kondisi memprihatinkan, tertindas, atau tidak punya daya untuk memperjuangkan hak-haknya sendiri. Karena dengan memperhatikan hak-hak orang lain, kita juga sedang mewujudkan kasih yang nyata kepada saudara-saudara kita. Hal sederhana yang dilakukan Boas tidak hanya melestarikan garis keluarga Naomi, tetapi juga menjadi jalan terwujudnya karya Allah yang lebih besar melalui lahirnya Yesus. Demikianlah perhatian sekecil apapun terhadap hak-hak hidup orang lain bisa menjadi jalan terjadinya karya Allah yang lebih besar dalam kehidupan umat-Nya. Amin. [wdp].
“Hidup bukan hanya tentang memikirkan diri sendiri. Namun juga berjuang bagi keadilan dan terpenuhinya hak-hak hidup orang lain.”