Jangan Sampai “Jatuh” Lagi Pancaran Air Hidup 10 Juni 2021

10 June 2021

Bacaan: Ibrani 2 : 5 – 9 | Pujian: KJ. 340
Nats:
“…, yang oleh karena penderitaan maut, dimahkotai dengan kemuliaan dan hormat, supaya oleh kasih karunia Allah Ia mengalami maut bagi semua manusia.” (Ayat 9)

Dulu waktu berlatih naik sepeda, saya ingat betul betapa sulitnya membuat diri seimbang agar bisa mengayuh sepeda dengan baik. Tentu tidak sekali dua kali saya jatuh dari sepeda dan menyebabkan banyak goresan luka di siku dan lutut. Meskipun jatuh berkali-kali, hal itu tidak mengurangi semangat saya untuk bisa mengendarai sepeda. Jatuh dari sepeda mengenalkan saya dengan yang namanya rasa sakit. Sakit karena terluka dan tergores bahkan harus berdarah-darah. Karena tahu bahwa jatuh itu pasti sakit, maka di waktu-waktu berikutnya saya berusaha untuk tidak terjatuh dan itu berhasil.

Dalam kehidupan beriman kita juga seringkali jatuh ke dalam dosa dan pelanggaran yang membawa kita ke dalam penderitaan dan masalah. Namun bersyukur Tuhan Yesus sungguh mengasihi kita. Ia mengalami maut bagi keselamatan kita. Penulis surat Ibrani menyatakan bahwa Yesus yang mengalami penderitaan maut telah dimahkotai kemuliaan dan hormat oleh Allah. Penderitaan yang dialami-Nya bukan untuk kemuliaan-Nya sendiri melainkan untuk menebus dosa umat manusia. Ia mati untuk menghapus dosa dan mengalahkan maut serta kejahatan. Kemudian Allah membangkitkan Yesus dan menganugerahi-Nya tempat terhormat yakni di sorga. Kesaksian ini akan menjadi kesaksian yang hidup jika umat manusia yang telah diselamatkan dan ditebus dosa-dosanya terus berupaya menjalani hidupnya untuk tidak kembali jatuh ke dalam dosa.

Manusia memang tidak pernah lepas dari godaan dosa. Jika sudah tahu jatuh itu pasti sakit, maka berusahalah bangkit. Jika sudah berupaya bangkit namun masih jatuh lagi, itu biasa. Akan tetapi, jika sudah tahu jatuh itu sakit, namun dengan sengaja dan sadar dilakukan terus-menerus maka itu luar biasa. Maksudnya luar biasa bebalnya. Mari menjadikan pengorbanan Yesus sebagai kesaksian hidup, yakni dengan terus berupaya untuk bangkit dan jangan sampai jatuh lagi. Memang bangkit dari jatuh dalam dosa tidak semudah seperti berlatih sepeda, namun teruslah berusaha semampu kita, Tuhan pasti menolong dan menyertai kita! (TpJ)

“Jatuh bangun itu biasa, tapi sengaja jatuh itu memalukan!”

Renungan Harian

Renungan Harian Anak