Dimana ada Penyesalan, Disitu ada Harapan Renungan Harian 10 Juni 2019

10 June 2019

Bacaan : Yoel 2 : 18 – 29 | Pujian : KJ 31a : 1, 4
Nats : “Aku tidak akan menyerahkan kamu lagi menjadi cela di antara bangsabangsa” [ayat 19b]

Yoel mencapai sebuah titik balik dalam nubuatnya, dari bernubuat tentang pengadilan Allah ke pengampunan dan berkat Allah. Hal ini akan tiba hanya jika umat mulai hidup sebagaimana yang Allah kehendaki, yaitu mereka menghentikan dosa mereka. Kitab Yoel ini memberi energi harapan itu. Tanpa pertobatan, nubuat Yoel hanya membawa keputusasaan. Janji pengampunan seharusnya mendorong kita untuk bertobat.

Yoel mempertentangkan ketakutan akan penghukuman Allah (2:1) dengan sukacita campur-tangan Allah (2:21). Dosa membuahkan hukuman dan pengampunan-Nya membuahkan sukacita. Pertobatan menjadikan kita tidak lagi memiliki rasa takut. Sebelumnya ada puasa, wabah, dan nyanyian duka; kemudian berubah ada pesta, panen, dan pujian kemuliaan. Jika Allah berkarya, terjadilah pemulihan-Nya yang sempurna. Kita harus ingat bahwa Allah tidak berjanji bahwa semua pengikut-Nya akan makmur kini. Dalam pengampunan-Nya, Ia memperbaiki hubungan kita dengan-Nya, dan Allah berjanji memenuhi kebutuhan pokok kita, dengan memberi makna hidup, dan komunitas Kristen yang saling peduli.

Apabila umat-Nya tidak pernah mengalami bencana, misalnya wabah belalang, bagaimana mereka dapat memahami ketika menjadi tawanan di Babel, serta mengalami perbudakan di bawah kekuasaan Romawi? Hal itu masih menjadi bagian ‘berkat’ nubuat Yoel. Hanya jika umat sungguh menyesal, mereka terhindar dari bencana seperti yang digambarkan Yoel. Berkat Allah dijanjikan hanya kepada mereka yang konsisten mengikutiNya. Allah berjanji bahwa setelah pengadilan hari akhir, umat-Nya tidak pernah lagi mengalami bencana seperti itu (Wahyu 21).

Petrus mengutip bagian ini di Kisah Para Rasul 2 : 16 – 21, yakni pencurahan Roh Kudus diramalkan oleh Yoel terjadi di hari Pentakosta. Di masa lampau Roh Allah tersedia bagi para raja, nabi, dan hakim, Yoel memimpikan saat ketika Roh akan tersedia bagi setiap orang percaya. Roh Allah tersedia bagi semua orang yang berseru kepada nama Tuhan (2:32). Amin. [Esha]

“Terbukalah pasunganku; ‘ku bangkit dan mengikut-Mu”

Renungan Harian

Renungan Harian Anak