Bacaan: 2 Korintus 4 : 1 – 12 │ Pujian: KJ. 424
Nats: “Sebab Allah yang telah berfirman, “Dari dalam gelap akan bercahayalah terang!”, Ia juga yang membuat terang bercahaya di dalam hati kita, supaya kita beroleh terang dari pengetahuan tentang kemuliaan Allah yang tampak pada wajah Kristus.” (Ayat 6)
Menurut NASA dalam websitenya, bulan adalah satu-satunya satelit alami bumi. Bulan mengelilingi bumi pada jarak 385.000 kilometer. Alasan mengapa bulan bisa bercahaya pada malam hari, karena bulan memantulkan cahaya dari Matahari. Ada beberapa fase jenis bulan, yaitu: Bulan Sabit, Bulan Purnama, Bulan Biru (Blue Moon), dan Bulan Darah (Blood Moon). Dalam bahasa Latin bulan disebut Luna. Dari banyaknya fase jenis bulan itu, masing-masing fase memiliki keindahannya sekalipun bulan tidak memancarkan cahayanya sendiri.
Firman Tuhan dari 2 Korintus 4:1-12 ini berlatar belakang Rasul Paulus yang menghadapi para penentangnya. Para penentang itu adalah orang-orang yang meragukan kerasulan dan pelayanan Paulus, sehingga mereka memiliki pandangan bahwa kerasulan Paulus dan pelayanannya adalah palsu. Namun dalam surat yang bersifat apologetik ini, Rasul Paulus menjelaskan bahwa kerasulan dan pelayanannya bukan untuk dirinya sendiri melainkan untuk Kristus. Kristuslah yang menjadi kiblat pelayanannya yang dikenal militan. Dia pun membagikan pengalaman pelayanannya dimana Kristus senantiasa menganugerahinya kekuatan. Rasul Paulus tetap setia berpelayanan sekalipun ia tahu dirinya menghadapi berbagai macam tantangan dan ancaman. Ia memegang peristiwa kematian dan kebangkitan Yesus Kristus, untuk menguatkan dirinya, untuk terus mewartakan Injil, sekalipun Injil tidak diterima oleh orang-orang yang terpengaruh ilah zaman (Ay. 3-4).
Dalam bulan penciptaan saat ini, kita diajak untuk merawat ciptaan Tuhan secara utuh. Dimulai dari menciptakan lingkungan tempat tinggal yang nyaman dan asri, membersihkan sampah yang ada di sekitar, menanam tanaman, serta merawat lingkungan. Seperti bulan yang memancarkan cahaya, demikian hidup kita senantiasa memancarkan karya kasih dan terang Tuhan. Dalam kehidupan sehari-hari, kita mau hidup seturut dengan kehendak-Nya. Mari di bulan penciptaan ini, kita siap sedia melakukan upaya-upaya pelestarian alam lingkungan di sekitar kita. Dan kita setia mewartakan Injil Kristus, agar melalui kesaksian hidup kita yang memancarkan terang, orang lain yang melihat Kristus di dalam diri kita. Amin. [GEA].
“Bulan tidak kehilangan keindahannya hanya karena tidak memancarkan cahayanya sendiri.”