Menjadi Dewasa Pancaran Air Hidup 10 Agustus 2021

10 August 2021

Bacaan: 2 Petrus 3 : 14 – 18 | Pujian: KJ. 400 : 3
Nats
: “Tetapi bertumbuhlah dalam kasih karunia dan dalam pengenalan akan Tuhan dan Juruselamat kita, Yesus Kristus. Bagi-Nya kemuliaan, sekarang dan sampai selama-lamanya.” (Ayat 18).

Kapankah seseorang disebut dewasa? Secara fisik, secara hukum, dan di mata masyarakat ada patokannya. Misalkan, tubuh mengalami pertumbuhan dan perkembangan, berumur 17 tahun ke atas, dapat mengikuti PEMILU, berstatus punikah. Tetapi pada kenyataannya, ada banyak yang sudah berumur 40 tahun tetapi perilakunya seperti anak berusia 11 tahun, telah punikah namun tidak bisa menjaga komitmen pernikahan itu, memiliki SIM tetapi ketika berkendara ugal-ugalan. Kenyataan itu senada dengan sebuah ungkapan “menjadi tua itu pasti, menjadi dewasa belum tentu.” Sehingga menjadi dewasa adalah sebuah kemutlakan dalam kehidupan ini.

Surat kedua rasul Petrus ini dimaksudkan memberikan peringatan agar setiap orang percaya selalu waspada dan tidak terseret dalam kesesatan para penyesat. Para penyesat tersebut tidak mempercayai jikalau pusat kehidupan adalah Tuhan Yesus yang akan datang kedua kalinya. Dan jikalau sekarang orang percaya ada dalam masa penantian penggenapan janji kedatangan-Nya kedua kali, Rasul Petrus mendorong agar setiap orang tidak kehilangan pegangan akan iman percayanya. Kita diajak untuk memperhatikan firman Tuhan sehingga orang percaya bertumbuh dalam kedewasaan dan hikmat Allah di tengah-tengah kehidupan yang membingungkan dan menekan ini.

Ya, memang menjadi dewasa adalah syarat menjalani kehidupan. Menjadi apapun kita dengan segala tindakan yang dilakukan, kita dituntut untuk menjadi dewasa. Tuhan mau kita menjadi dewasa bukan hanya secara fisik dan secara hukum tetapi dalam kerohanian dan jiwa kita. Tuhan menghendaki kita bertumbuh secara emosional serta spiritual juga. Maka, dengan menjadi dewasa, pusat kehidupan kita bukan lagi “Aku” melainkan Kristus. Berpusat pada Kristus dan menghidupi kehendak-Nya, sehingga tekanan dan penyesatan di sekeliling kita dapat kita halau dengan pengertian yang benar. Pada akhirnya, dengan kedewasaan yang kita miliki, memampukan hidup kita dipakai sebagai alat pembawa berkat bagi yang lain. (garlic).

 “Menjadi dewasa itu harus sehingga perlu diupayakan terus.”

Renungan Harian

Renungan Harian Anak