Tetap Mengampuni Renungan Harian 1 Desember 2018

Bacaan : Nehemia 9 : 26 – 31  |  Pujian : KJ 36 : 1, 2
Nats: “Tetapi karena kasih sayangMu yang besar Engkau tidak membinasakan mereka sama sekali dan tidak meninggalkan mereka, karena Engkaulah Allah yang pengasih dan penyayang.” [ayat 31]

Bagaimana perasaan saudara manakala ada orang yang menyakiti hati saudara? Marah, kecewa, jengkel atau ingin balas dendam? Seringkali kita marah, sebab harga diri kita direndahkan, kita difitnah dan dijatuhkan. Sebagian orang akan berusaha untuk balas dendam dengan balik menjelek-jelekkan atau mencaci maki orang tersebut dihadapan orang lain. Jika demikian yang terjadi, maka persoalan tidak akan pernah selesai. Yang ada hanyalah pertengkaran yang akhirnya menyebabkan permusuhan. Tentunya tidak demikian bagi kita yang hidup dalam kasih karunia Allah.

Sebagai bangsa pilihan, umat Israel justru seringkali meninggalkan Allah, menyimpang dari kehendak Allah, dan berlaku tidak setia. Apakah reaksi Allah terhadap umat-Nya? Kesaksian Nehemia menyebutkan bahwa Tuhan Allah marah. Ia menghukum bangsa Israel dengan cara menyerahkan mereka pada musuh. Ia membiarkan bangsa Israel hidup dalam penderitaan sampai mereka menyadari kesalahannya dan berseru kembali kepada Tuhan. Allah adalah Allah yang pengasih dan penyayang, Ia bukanlah Allah yang pendendam. Ia berkenan mengampuni dan memulihkan kembali kehidupan bangsa Israel. Sekalipun bangsa Israel berkali-kali jatuh dalam dosa, dan para nabi yang mengingatkan mereka dianiaya, tetapi karya kasih dan pengampunan Allah senantiasa ada, saat bangsa Israel bertobat dan kembali setia pada Tuhan.

Menjadi orang yang telah diampuni dan diselamatkan oleh Yesus Kristus, maka hidup kita haruslah dipenuhi dengan Roh Pengampunan. Bilamana Allah yang setia berkenan mengampuni umat-Nya yang berdosa, maka kita sebagai anak-anak Allah haruslah mau mengampuni sesama kita. Memang menyakitkan ketika kita difitnah, dijatuhkan. Terlebih jika itu dilakukan teman atau saudara kita. Namun janganlah kita menjadi seorang pendendam, seorang yang menyimpan kepahitan dalam hati. Jadilah pribadi pengampun, pribadi yang mampu mengampuni dan memaafkan orang lain yang bersalah pada kita. [AR]

“Teruslah mengampuni orang lain sebab itulah kasih yang sejati!“

 

Bagikan Entri Ini:

  • 9
    Shares