Pokok-e!

Bacaan : 1 Korintus 3 : 10 – 17 | Pujian: KJ 422
Nats: ”Karena tidak ada seorangpun yang dapat meletakkan dasar lain dari pada dasar yang telah diletakkan, Yaitu Yesus Kristus.” [ayat 12]

Tidak jarang, banyak pertanyaan penting yang sulit untuk kita jawab dengan tepat. Jawaban-jawaban kita sering berpijak pada hukum ”Pokok-e” tanpa memahami benar dasar yang sesungguhnya.

  • Mengapakah orang Kristen selalu mengulang-ulang ajaran tentang kasih?
    “Ya, pokok-e dari dulu gitu, ya gitu. Kalau hukum kasih tidak dibacakan dalam ibadah, maka itu pelanggaran!”
  • Mengapakah kita wajib ke gereja setiap hari Minggu?
    “Ya, pokok-e dari dulu gitu, ya gitu. Kalau gak ke gereja ya gimana gitu, orang Kristen kok Minggu gak ke gereja. Aneh!”
  • Mengapa harus berdoa sebelum makan?
    “Ya, pokok-e dari dulu gitu. Gak enak aja rasanya kalau makan ndak berdoa.”

Tetapi firman Tuhan yang kita baca hari ini akan menyelamatkan kita dari ilmu ‘pokok-e’. Kita akan dibawa pada kebenaran dasar yang kuat atas bangunan kehidupan yang kita dirikan dalam kehidupan kita. Sebagai umat yang percaya kepada Tuhan Yesus Kristus, sebagai Juruselamat yang hidup, maka jelas karena Tuhan Yesuslah kita menjalani kehidupan ini. Tuhan Yesuslah yang menjadi dasar kehidupan kita. Memang tidak setiap pertanyaan atas kehidupan kita perlu dijawab dengan ‘karena saya hidup untuk Tuhan Yesus’ atau ‘karena Tuhan Yesus lebih dulu mengasihi saya, maka saya melakukan semua hal dalam hidup saya juga untuk Tuhan’. Jauh lebih penting dari jawaban yang indah itu adalah bagaimana dasar kehidupan kita di dalam Tuhan Yesus benar-benar bisa membuat orang di sekitar kita melihat pembangunan karakter diri kita yang memancarkan kebaikan Tuhan Yesus. Ketika kita memahami bahwa segala apa yang kita lakukan di dunia ini adalah atas dasar kasih Tuhan Yesus, maka semua hal yang kita kerjakan, akan memancarkan sinar kasih yang mendamaikan banyak orang. [Dee]

“Kita tidak tahu bagaimana hari esok, yang bisa kita lakukan adalah berbuat sebaik-baiknya dan berbahagia pada hari ini.” (Taylor Coleridge)

 

Bagikan Entri Ini: