Diampuni untuk Mengampuni Pancaran Air Hidup 26 November 2021

Bacaan: Nehemia 9 : 16 – 25 ǀ Pujian: KJ. 39 : 1, 2
Nats:
Tetapi Engkaulah Allah yang sudi mengampuni, yang pengasih dan penyayang, yang panjang sabar dan berlimpah kasih setia-Nya. Engkau tidak meninggalkan mereka.” (Ayat 17b).

Grasi di Indonesia menurut UU No. 22/2002 dan UU No. 5/2010 adalah pengampunan berupa perubahan, peringanan, pengurangan atau penghapusan pelaksanaan pidana kepada terpidana yang diberikan oleh Presiden. Seseorang yang mendapatkan grasi, ia akan mendapatkan pengurangan hukuman. Misalnya seorang terpidana yang diputuskan menjalani masa kurungan penjara selama 10 tahun, setelah mendapat grasi 2 tahun, dia tinggal menjalani masa kurungan penjara selama 8 tahun.

Nehemia 9:16-25 merupakan doa bangsa Israel yang mengungkapkan pengakuan dosa mereka di hadapan Tuhan Allah. Nehemia menuliskan fakta-fakta tentang dosa bangsa Israel dan sekaligus menuliskan fakta-fakta tentang Allah dan apa yang telah Ia perbuat terhadap umat-Nya Israel. Nehemia memaparkan gambaran antara perbuatan dosa bangsa Israel dan tindakan Allah yang tidak sebanding. Sekalipun bangsa Israel jatuh ke dalam dosa berulangkali, namun anugerah dan kasih Allah nyatanya lebih besar daripada dosa-dosa yang telah mereka perbuat. Hal ini menunjukkan bahwa Allah setia dengan janji-Nya, Ia selalu mengasihi dan menyertai umat-Nya. Sekiranya umat-Nya bertobat, mau mengakui dosanya, memohon pengampunan, dan kembali hidup benar di jalan Allah, maka Tuhan Allah berkenan mengampuni dan memulihkan kembali keadaan umat-Nya.

Di dalam kehidupan kita selaku umat Allah, kita telah diampuni dan diselamatkan melalui pengorbanan Yesus Kristus. Kita yang semula jauh dari Allah karena dosa, kini menjadi dekat karena pengampunan dan keselamatan yang Tuhan berikan pada kita. Oleh karena itu, jika kita telah menerima pengampunan, sudah semestinya kita mau mengampuni sesama kita. Janganlah menyimpan dendam atau perasaan sakit hati terhadap sesama yang berbuat jahat pada kita. Mulailah mengampuni mereka, maka kita akan merasakan ketenangan dan damai sejahtera dalam kehidupan kita. Sebagaimana Tuhan Yesus telah mengampuni dosa kita, marilah kita memiliki hati yang mengampuni sesama kita! Amin. [AR].

“Tanpa pengampunan, tidak akan ada damai sejahtera dalam hidup kita.”

 

Bagikan Entri Ini: