Kristen Sekam

Bacaan : Ayub 21 : 1, 17 – 34 | Pujian: PKJ 285
Nats: “Mereka menjadi seperti jerami di depan angin, seperti sekam yang diterbangkan badai.” [ayat 18]

Dalam siaran televisi bulan Mei lalu ditayangkan ratusan rumah di daerah Wonosobo, Jawa Tengah, porak poranda diterjang angin puting beliung. Namun di antara rumah dan bangunan yang hancur tersebut ada juga beberapa rumah yang bertahan, tidak hancur. Lalu yang menjadi pertanyaan, kenapa ada rumah yang hancur dan kenapa ada pula yang bertahan, tidak hancur? Jawabannya adalah karena rumah yang bertahan itu dibangun dengan pondasi dan bangunan yang kuat sementara rumah yang hancur dibangun dengan pondasi dan bangunan yang lemah.

Demikian halnya, kita juga akan mengalami badai kehidupan, yang bisa berupa banyak hal, seperti musibah, penyakit, kedukaan, kebangkrutan, masalah keluarga, keuangan, pekerjaan, dan lain sebagainya. Bisa jadi badai kehidupan yang kita hadapi punya kekuatan yang sangat besar. Saking kuatnya bahkan mampu membuat iman kita tumbang dan kita dipenuhi hanya oleh kekhawatiran tak terkendali. Ketika badai itu datang, tak jarang kita kembali mempertanyakan keberadaan dan campur tangan Tuhan atas hidup kita.

Namun badai hidup sebenarnya juga akan membuktikan kualitas iman dan kerohanian kita, apakah kita termasuk orang Kristen sekam atau tidak. Sekam adalah kulit padi. Sekam hampir tidak memiliki bobot karena telah kehilangan bulir padinya, itulah sebabnya sekam dengan mudah ditiup angin. Kristen sekam adalah kehidupan yang tidak memiliki bobot iman dan kerohanian. Dan itulah sebabnya ketika ada angin, terlebih lagi badai, ia akan terbang dan hilang bersama badai tersebut.

Jika kita ingin kuat bertahan dalam badai, hiduplah dalam firman Tuhan dan milikilah bobot iman dan rohani itu. Maka ketika badai persoalan datang, kita pasti akan tetap teguh berdiri dan tidak mudah terhempas. Dengan penyertaan dan kekuatan dari Kristus, kita akan senantiasa mendapat kekuatan baru dalam menjalani kehidupan ini dengan segala pergumulan dan dimampukan melewati badai kehidupan yang menghadang. [Retno]

“Iman dan rohani yang berbobot lebih kuat dari pada badai.”

 

Bagikan Entri Ini: