Ketaatan Pada Kristus

Bacaan : Efesus 2 : 11 – 22 | Pujian: KJ 401
Nats: “Tetapi sekarang di dalam Kristus Yesus kamu, yang dahulu jauh sudah menjadi dekat oleh darah Kristus.” [ayat 13]

Kita sering mendengar dan melihat melalui media-media tentang fanatisme yang berlebihan. Aksi dukung-mendukung yang dilakukan secara berlebihan membuat kita terkadang merasa ngeri. Seringkali beberapa orang memberikan dukungan melalui cap darah sebagai tanda dukungan tak terbatas. Darah digunakan sebagai perlambang keberanian, komitmen tanpa batas dan dukungan penuh walau darah yang jadi taruhannya.

Sebagai para pengikut Kristus, kita kini dipersatukan oleh darah Kristus. Dahulu kita tercerai-berai, namun karena iman percaya kita kepadaNYA, maka kita disatukan oleh Kristus. Upaya penyatuan kita, dari jauh menjadi dekat telah dilakukan dengan cara yang mahal oleh Kristus, yakni dengan menumpahkan darahNYA di kayu salib. Melalui ini semua, kini kita telah menjadi satu tubuh dimana Kristus yang menjadi kepala kita.

Jika demikian adanya, maka kehidupan persekutuan kita seharusnya hanya berorientasi pada Kristus. DIA yang telah mempersatukan kita, menghimpun kita, maka seharusnya loyalitas dan komitmen kesetiaan kita hanya kita berikan kepadaNYA. Segala sesuatu yang kita pikirkan, kita rencanakan bahkan kita perbuat, seharusnya hanya demi kemuliaan dan kebesaran namaNYA. Itu adalah bentuk syukur, kesetiaan dan loyalitas kita kepada Kristus yang telah mempersatukan kita dengan darahNYA.

Sekarang mari kita memberikan ketaatan pribadi kita juga hanya kepadaNYA. Belajar untuk memiliki kedekatan hati dan jiwa, serta memiliki kelekatan hidup kepadaNYA. Dengan demikian maka kita akan menghormati pengorbanan Kristus melalui penumpahan darahNYA. Kristus telah memberikan yang terbaik bagi kita,maka sudah seharusnya kita pun memberikan yang terbaik kepadaNYA. Salah satu jalan untuk memberikan yang terbaik kepadaNYA adalah menjaga ketaatan kepada perintahNYA serta hidup dalam persekutuan yang memuliakan namaNYA.[Oka]

“Menunjukkan ketaatan kepadaNYA adalah wujud syukur kita yang terbaik kepadaNYA.”

 

Bagikan Entri Ini: