Berkat Dibalik Tragedi

Bacaan : Ruth 4 : 13 – 17 | Pujian: KJ 439 : 1 – 4
Nats: “Terpujilah Tuhan, yang telah rela menolong engkau pada hari ini dengan seorang penebus” [ayat 14a]

Tragedi adalah peristiwa yang menyedihkan. Bisakah kita melihat dan merasakan berkat-Nya di balik sebuah tragedi yang sedang menimpa kita? Harusnya dapat, walau pun sulit.

Rut menikah dan menjadi nenek moyang Raja Daud. Demikianlah Boas memenuhi doanya sendiri yang tercantum di pasal 2:12. Allah memberkati Rut dan mengaruniakan kepadanya seorang suami serta seorang anak laki-laki. Dan Naomi mendapatkan penghiburan dalam diri cucunya ini bagi segala penderitaannya.

Apabila Allah turut campur tangan, peristiwa-peristiwa yang biasa dalam kehidupan bisa menjadi perkara yang luar biasa. Anak itu bernama Obed. Kelak ia menjadi kakek raja Israel yang takhtanya turun temurun. Dari keturunannya itu juga Kristus lahir sebagai manusia, di Kota Betlehem.

Cinta kasih Rut kepada ibu mertuanya (Naomi) dan imannya kepada Allah diketahui dan diakui oleh seluruh penduduk kota. Allah memberi berkat besar melalui tragedi yang dialami Naomi, lebih besar dari ‘tujuh anak laki-laki’ (anak laki-laki berharga sekali khususnya berkaitan sebagai ahli waris). Jangan bertanya: Mengapa tragedi ini terjadi pada diri saya? Percaya pada-Nya, Dia akan bersama anda di saat-saat sulit!

Peristiwa Rut sebagai bagian persiapan Allah bagi kelahiran Daud dan Tuhan Yesus, Sang Mesias yang dijanjikan. Seperti Rut yang tidak sadar akan maksud yang lebih luas ini dalam hidupnya, demikian juga kita tidak akan tahu maksud utuh dan penting dari hidup kita sampai kita dapat melihat balik dari perspektif kekal. Merendahkan moral dan hidup demi kenikmatan sementara atau jangka pendek bukan cara yang baik untuk maju ke depan. Hidup dalam iman kepada Allah, memberi pengetahuan dan pengertian bahwa hidup anda adalah bagian penting yang akan berkembang jauh melebihi/melampaui hidup anda. Ganjaran akan lebih banyak daripada pengorbanan yang anda telah buat. Amin. [Esha]

“Saat topan keras melanda hidupmu, kasih Tuhan tak meninggalkanmu.”

 

Bagikan Entri Ini: