Pemahaman Alkitab (PA) September 2026 (I)
Bulan Kitab Suci
Bacaan: Imamat 16 : 1 – 5, 20 – 28
Tema Liturgis: Alkitab Menuntun pada Pertobatan Ekologis
Tema PA: Bertobat sebagai Bentuk Didamaikan oleh Allah
Pengantar
Ingat mati, ingat sakit, ingatlah saat kau sulit
Ingat, ingat hidup cuma satu kali
Berapa dosa kau buat? Berapa kali maksiat?
Ingat, ingat sobat, ingatlah akhirat
Lagu “Tobat Maksiat” (Tomat) dari Wali Band bermakna ajakan mendalam untuk segera bertobat dan memohon ampun kepada Tuhan sebelum ajal menjemput. Lagu ini menekankan pentingnya meninggalkan perbuatan dosa (maksiat), menyesali kesalahan, dan bertekad untuk tidak mengulanginya, serta mengingatkan bahwa manusia tidak luput dari kesalahan.
Penjelasan Teks
Dalam kalender Israel, Hari Raya Pendamaian atau Yom Kippur adalah hari yang sangat penting bagi umat. Bangsa Israel merayakan Hari Raya Pendamaian setahun sekali untuk mendapatkan pengampunan dari Allah atas segala kenajisan, dosa, dan pelanggaran yang telah mereka perbuat. Dalam memimpin ritual ini, Harun atau imam besar harus mempersembahkan kurban penghapus dosa dan bakaran baginya sendiri dan keluarganya sebagai pendamaian kepada Tuhan (Ay. 3-6). Kemudian barulah Harun mengadakan pendamaian bagi keseluruhan bangsa Israel (Ay. 23-25). Selain pendamaian bagi imam dan umat, pada hari itu seluruh perkemahan harus ditahirkan. Imam atau Harun pun harus menaati peraturan yang ditetapkan Tuhan dalam memimpin ritual, tidak boleh sembarangan, tetapi dengan berpakaian pantas, membasuh diri terlebih dahulu supaya bersih, menjaga sikap, menjaga hati, dan laku tetap bersih, supaya jangan ia mati, dan yang dilakukannya diperkenan oleh Tuhan Allah. Dari antara para imam, mesti diambil seekor lembu jantan muda dan seekor domba jantan yang dipersembahkan untuk kurban penghapus dosa dan kurban bakaran. Demikian juga dari bangsa Israel harus mempersembahkan dua ekor kambing jantan untuk penghapus dosa dan seekor domba jantan untuk kurban bakaran. Bahkan untuk Harun dan keluarganya supaya bisa diperdamaikan oleh Allah, ia harus mempersembahkan lembu jantan. Kesemuanya dilakukan agar para imam, umat, dan Harun dapat diperdamaikan dengan Allah.
Mengapa Tabut Perjanjian dan Kemah Suci perlu ditahirkan? Ternyata tempat dan benda kudus tersebut juga menjadi tidak tahir oleh karena dosa dan pelanggaran umat-Nya. Allah yang kudus tidak dapat tinggal di tempat yang tidak tahir. Supaya Allah yang kudus dapat tetap menyertai umat-Nya dan tinggal di tempat kudus-Nya, maka Kemah Suci juga harus ditahirkan setahun sekali pada waktu Hari Raya Pendamaian.
Tabut Perjanjian dan Kemah Suci adalah elemen sentral ibadah Israel kuno yang melambangkan kehadiran Allah. Tabut, peti kayu berlapis emas berisi Loh Sepuluh Perintah, ditempatkan di Ruang Maha Kudus Kemah Suci. Kemah Suci berfungsi sebagai tempat perjumpaan kudus, dengan Tabut bertindak sebagai “tumpuan kaki” atau takhta kehadiran Allah di tengah umat-Nya selama pengembaraan di padang gurun.
Relevansi
Hari Raya Pendamaian memang memiliki tujuan menyucikan umat Israel sehingga mereka dapat diperdamaikan dengan Allah. Hari itu harus menjadi sabat, yaitu hari perhentian penuh. Umat Israel harus berpuasa dengan tujuan merendahkan diri di hadapan Tuhan supaya mereka dapat diperdamaikan dengan Allah (Ay. 29-31). Ini menunjukkan bahwa pendamaian bagi umat Israel hanya dapat dilakukan ketika mereka datang kepada Allah dengan hati yang hancur dan remuk, bukan hanya dengan darah kurban. Pertobatan dengan didasari hati yang remuk, hancur, sungguh-sungguh harus diperhatikan oleh orang percaya. Manusia didamaikan dengan Tuhan Allah melalui pengorbanan Yesus. Dialah satu-satunya korban pendamaian untuk relasi manusia dengan sesama, alam, dan Tuhan kembali utuh atau pulih. Pertobatan di dalam Yesus Kristus menjadi seruan bagi kehidupan orang percaya masa kini. Mari kita ingat bahwa kita menyembah Allah yang kudus. Kita memang tidak diwajibkan lagi untuk melakukan pentahiran secara ritual untuk datang menyembah Allah. Namun relasi dengan Allah yang kudus berarti kita harus selalu bertobat dan meminta pengampunan atas dosa kita supaya relasi kita dengan Allah dapat berjalan dengan baik.
Pertanyaan Untuk Didiskusikan
- Bagaimana bapak, ibu, dan saudara memaknai pertobatan selama ini?
- Hal konkret apakah yang bisa bapak, ibu, dan saudara lakukan untuk mewujudkan sikap pertobatan yang sungguh-sungguh?
- Apakah dampaknya setelah bapak, ibu, dan saudara melakukan pertobatan secara serius? Jelaskan dampak baik dalam hidup berkeluarga, pekerjaan, persekutuan, lingkungan sekitar/alam, maupun masyarakat! [YEW].
Pemahaman Alkitab (PA) September 2026 (II)
Bulan Kitab Suci
Bacaan: 2 Korintus 13 : 1 – 10
Tema Liturgis: Alkitab Menuntun pada Pertobatan Ekologis
Tema PA: Pertobatan Menghasilkan Keselamatan “Jagad Cilik dan Jagad Gedhe”
Pengantar:
Nasihat atau pitutur merupakan tradisi yang bisa ditemukan dalam berbagai adat suku bangsa di dunia, tak terkecuali dalam budaya Jawa. Dalam konteks budaya Jawa, pitutur (nasihat luhur) dan wejangan (ajaran bijak) memiliki tujuan menuntun perilaku, budi pekerti, dan spiritualitas manusia agar selaras dengan Tuhan dan alam. Contoh: memayu hayuning bawana memiliki makna manusia berkewajiban menjaga keselamatan, kebahagiaan, dan kesejahteraan dunia. Menjaga keselamatan, kebahagiaan diri, dan kesejahteraan diri, lebih dikenal dengan menjaga jagad cilik. Ada jagad cilik ada pula jagad gedhe, yaitu dunia, bumi, semesta yang harus dijaga keselamatannya, kebahagiaannya, dan kesejahteraannya. Manusia yang dikaruniai cipta (pikiran/ide), rasa (perasaan/hati nurani), dan karsa (kemauan /tekad/kehendak) memiliki tanggung jawab atas keselamatan kosmos dan kehidupan makhluk hidup yang tinggal di dalamnya.
Penjelasan Teks:
Paulus dalam tulisannya kepada jemaat Korintus menyampaikan nasihat-nasihat terakhirnya. Dalam tulisannya, Paulus mengatakan bahwa ia akan berkunjung ke Korintus untuk ketiga kalinya. Ia mengingatkan umat Tuhan di Korintus supaya mereka tidak berbuat jahat seperti yang sudah mereka lakukan sebelumnya. Paulus menasihati supaya mereka meninggalkan perbuatan dosa, seperti dosa yang berhubungan dengan dosa seksual, penyembahan berhala, dan perbuatan yang tidak pantas dilakukan saat Perjamuan Tuhan. Ini lebih kepada seruan pastoral untuk umat Tuhan di Korintus. Paulus meyakinkan orang-orang Korintus bahwa Yesus Kristus ada dalam diri mereka, sehingga mereka bisa tahan uji, tahan godaan, tahan nafsu, dan segala yang dilakukan adalah untuk kebenaran. Paulus mendoakan mereka bisa menjadi sempurna. Sempurna di sini maksudnya adalah mereka bisa sehati sepikir, hidup dalam damai sejahtera, takut akan Tuhan, menjauhi kejahatan, dan berlaku benar. Sikap inilah yang harus ditumbuhkan dalam kehidupan persekutuan di Korintus. Hanya Yesus Kristus yang memampukan mereka hidup dalam pertobatan dan perubahan ke arah yang lebih baik. Nasihat dan doa disampaikan Paulus untuk membangun kehidupan umat di Korintus menjadi lebih sesuai dengan karakter Kristus. Paulus mengasihi umat di Korintus dan tidak menginginkan sesuatu yang buruk atau hal-hal yang bersifat celaka menimpa mereka. Paulus peduli, ia mengasihi dan memiliki empati kepada mereka.
Relevansi:
Nasihat sering kali disampaikan orang yang lebih tua, orang yang dituakan kepada anak, cucu, murid, kelompok orang yang dipimpin dan dilayani. Ini adalah sesuatu yang lumrah, wajar. Mengapa orang memberikan nasihat? Karena ada dorongan dalam diri si penasihat, yaitu keinginan tulus untuk membantu, wujud kasih sayang, dan mencegah orang lain mengalami bahaya atau kesalahan yang sama. Si penasihat biasanya juga sebagai mentor yang menunjukkan contoh nyata dalam mengamalkan nilai-nilai kebenaran. Ia tidak hanya menasihati dengan kata, tetapi ia menasihati dengan laku nyata. Ketika manusia mau mendengarkan nasihat baik lalu melakukan, ia menuju pada pertobatan, perubahan ke arah yang lebih baik, hidupnya sesuai dengan firman Tuhan. Maka tidak menutup kemungkinan hidupnya membawa dampak untuk keselamatan semesta, untuk keselamatan setiap makhluk hidup. Pertobatan secara personal menuntun dia menuju pertobatan komunal atau dalam konteks yang lebih luas. Perbaikan personal memotivasi dirinya menuju perbaikan komunal, hatinya digerakkan oleh belas kasihan, empati, dan kepedulian. Perbaikan pada jagad cilik berdampak pada perbaikan jagad gedhe. Ada keseimbangan, tidak berat sebelah, tidak timpang, tetapi berimbang.
Pertanyaan Untuk Didiskusikan:
- Firman Tuhan berisi banyak nasihat. Sesuai dengan bacaan saat ini, nasihat apakah yang saudara dapatkan untuk diri saudara sendiri? Nasihat apakah yang saudara dapatkan untuk konteks hidup komunal/persekutuan? Jelaskan!
- Bagaimana saudara mewujudkan nilai-nilai yang saudara dapatkan dari tulisan Paulus ini khususnya dalam konteks mengupayakan keselamatan jagad cilik dan jagad gedhe? [YEW].