Pemahaman Alkitab November 2022

10 October 2022

Pemahaman Alkitab (PA) November 2022 (I)
Bulan Budaya

Bacaan: Yehezkiel 11 : 14 – 25
Tema Liturgi: Budayakan Hidup Benar dan Baik di Tengah Kejahatan!
Tema PA: Hati dan Roh yang Baru

Pengantar
Sesuatu yang baru itu pasti identik dengan bagus dan baik. Lebih bagus dan baik dibandingkan dengan sesuatu yang lama. Sebuah barang yang baru dikatakan bagus jika barang tersebut terlihat bersih, rapi, tidak cacat, dan kotor. Dikatakan baik jika barang tersebut bisa berfungsi sesuai dengan tujuan barang tersebut dibuat. Artinya sesuatu yang baru itu berhubungan dengan mutu atau kualitas. Sebuah barang dikatakan memiliki kualitas yang bagus jika memiliki kriteria: barang tersebut dibuat sesuai dengan standart yang ada, bisa berfungsi dengan baik, dan tak kalah penting barang tersebut awet atau tidak cepat rusak. Menjaga kualitas itu adalah sesuatu yang penting, itu sebabnya banyak produsen yang tetap mempertahankan kualitas barang buatannya meskipun banyak bermunculan barang baru serupa yang bisa saja lebih menarik dari segi bentuk dan harga akan tetapi memiliki kualitas yang sangat buruk sekali. Itu idealnya barang yang baru. Bagaimana dengan hati dan roh yang baru?

Penjelasan Teks
Yehezkiel adalah Nabi Allah yang ikut bersama-sama dengan bangsa Israel ada di dalam pembuangan di Babel. Dalam pergumulan yang sulit sebagai budak dan orang buangan yang jauh dari tanah leluhur di Yerusalem, Yehezkiel dipakai oleh Allah untuk memberikan nubuat pengharapan dan janji Allah kepada bangsa Israel. Para tawanan ini tidak hanya menerima perlakuan yang buruk dari penguasa Babilonia, tetapi mereka juga mendapatkan perlakuan yang buruk dari saudara-saudara mereka sendiri umat Israel di Yerusalem yang tidak ikut pembuangan ke Babel. Umat Israel yang tetap tinggal di Yerusalem mencemooh dan merendahkan mereka yang menjadi tawanan di Babel. Para tawanan dianggap sebagai umat yang telah jauh dari Tuhan dan mendapatkan hukuman dari Tuhan (Ay. 15). Mereka yang dibuang dan dihina oleh saudara-saudara mereka sendiri di Yerusalem mandapatkan janji mulia dari Allah. Memang benar bahwa Allah telah menjadikan orang-orang buangan ini menjadi jauh dari negeri asalnya dan berserak dengan bangsa-bangsa lain (Ay. 16). Akan tetapi Allah masih tetap menunjukkan belas kasih-Nya kepada umat-Nya, karena meskipun mereka tinggal di Babel dan jauh dari Bait Allah, mereka tetap datang kepada Allah mencari perlindungan, inilah yang dimaksud Allah “menjadi tempat kudus yang sedikit” (Ay. 16). Allah akan mengakhiri penderitaan mereka dengan mengeluarkan mereka dari tanah pembuangan, serta menghimpun mereka yang berserakan dan menuntun mereka kembali ke tanah Israel, tanah yang selama ini diklaim hanya milik orang-orang yang tidak ikut terbuang. Mereka para buangan juga akan mendapatkan hak seperti yang dimiliki oleh bapa leluhur mereka bahwa tanah Israel adalah harta milik mereka juga (Ay. 17).

Sesampainya mereka kembali ke Israel, Allah akan menjauhkan mereka dari berhala-berhala yang menjijikkan dan perbuatan-perbuatan yang keji (Ay. 18). Hal ini membuat umat Israel tidak kembali mengulang dosa-dosa di masa lalu. Mereka tidak hanya berhenti berbuat jahat tetapi juga belajar untuk kembali taat kepada Allah. Maka Allah akan memberikan mereka hati dan roh yang baru (Ay. 19). Hati yang baru adalah hati yang seutuhnya bagi Allah, hati yang teguh dan tidak tergoyahkan, hati yang selaras dengan kehendak Allah. Roh yang baru dalam batin adalah watak dan pola pikir yang membawa kepada keadaan yang baru dalam pemeliharaan Allah. Jauh dari hati yang keras, yang kaku dan kering, yang tegar tengkuk, tetapi memiliki hati yang taat kepada Allah. Hati yang tidak berpaut pada berhala-berhala (Ay. 20-21). Inilah penglihatan yang diterima oleh Nabi Yehezkiel yang disampaikan kepada para buangan di Babel tentang janji pembaharuan dari Allah bagi umat Israel (Ay. 22-25).

Materi Diskusi

  1. Para buangan di Babel meskipun jauh dari Bait Suci, mereka tetap mencari Allah, sedangkan para penduduk Yerusalem yang dekat dengan Bait Suci malah justru meninggalkan Allah. Hal apa yang membuat kita selama ini mengalami kesulitan untuk datang kepada Allah? Apakah itu semua bisa dijadikan alasan? Mengapa?
  2. Banyak budaya atau tradisi yang ada di dalam masyarakat, kita sebagai bagian dari masyarakat juga sering menjadi pelaku dari budaya atau tradisi tersebut. Sebagai umat kepunyaan Tuhan yang diberi hati dan roh yang baru karena di dalam Kristus kita adalah ciptaan baru, prinsip utama apa yang harus kita miliki di saat melakukan tradisi yang ada di masyarakat?
  3. Saat ini semakin sering kita temui budaya individu dimana orang hanya mementingkan diri sendiri, tidak peduli dengan keadaan dan perasaan orang lain atau saudaranya, baik yang ada dalam dunia nyata maupun dunia maya (sosmed)? Seperti apakah bentuk budaya individu tersebut dan bagaimana dengan hati dan roh yang baru kita menyikapinya? [M@Ul].

 


 

Pemahaman Alkitab (PA) November 2022 (II)
Bulan Budaya

 

Bacaan: 2 Yohanes 1 : 1 – 13
Tema Liturgi: Budayakan Hidup Benar dan Baik di Tengah Kejahatan!
Tema PA: “Awas!” Jangan Tergoyahkan Iman Kita!

Pengantar
Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) kata “waspada” diartikan berhati-hati, berjaga-jaga, dan bersiap siaga. Berhati-hati dengan sesuatu yang bisa mengancam diri kita, berjaga-jaga supaya kita tetap ada dalam keadaan yang baik, siap siaga supaya kita mampu menghadapi ancaman yang ada. Waspada bertujuan supaya hal yang buruk dan jelek tidak menimpa diri kita. Waspada supaya kita tidak kehilangan apa yang berharga dalam diri kita. Banyak hal yang berharga dalam hidup kita termasuk juga iman percaya kita kepada Yesus Kristus.

Penjelasan Teks
Surat Kedua Yohanes yang cukup pendek ini berisikan pembagian surat yang biasa pada waktu itu, yaitu : Pengantar (Ay. 1-3), pernyataan kegembiraan atau syukur (Ay. 4), tubuh surat (Ay. 5-11), dan penutup (Ay. 12-13). Dalam pengantarnya penulis menyebut diri sebagai Penatua. Penatua tidak selalu berarti orang yang lanjut usia, melainkan orang yang dihormati jemaat dan dipilih menjadi pemimpin mereka. Surat ini ditujukan kepada ibu yang terpilih dan anak-anaknya yang merupakan bahasa kiasan untuk menyebut jemaat dan para anggotanya di kota yang berbeda (Ay. 1). Perhatian dan kasih yang diberikan pengarang kepada jemaat yang lain didasarkan pada pengakuan akan kebenaran yang sama (Ay. 2). Kebenaran yang dimaksud adalah bahwa Yesus adalah Allah yang datang sebagai manusia untuk menyucikan dosa manusia. Penulis juga menunjukkan sukacitanya bahwa jemaat telah memperlihatkan diri setia kepada Yesus Kristus (Ay. 4). Selain menunjukkan sukacitanya, penulis juga memberikan nasihat kepada jemaat agar saling mengasihi dan tetap hidup dalam kebenaran (Ay. 5-6).

Nasihat ini perlu diberikan dikarenakan telah banyak penyesat, guru-guru palsu atau anti Kristus di tengah-tengah jemaat yang mengajarkan bahwa Yesus hanya manusia biasa dan menyangkal bahwa Yesus adalah Allah yang datang sebagai manusia (Ay. 7). Para penyesat ini perlu untuk diwaspadai supaya orang percaya tidak kehilangan upah yang harusnya diterimanya yaitu kehidupan kekal yang akan dikarunikan kepada orang-orang yang mengimani Yesus Kristus dan hidup dalam kebenaran sesuai dengan perintah Bapa (Ay. 8-9).

Tampaknya penulis sangat takut sekali jika jemaat terpengaruh oleh ajaran-ajaran sesat, itu sebabnya mereka dilarang menerima para guru-guru palsu ke dalam rumah mereka supaya rumah-rumah mereka tidak dijadikan mimbar para anti Kristus dan menggoyahkan iman jemaat (Ay. 10-11). Diakhir suratnya, penulis menyampaikan harapannya untuk suatu saat bisa bertemu dengan jemaat secara langsung tidak lewat surat, karena banyak hal yang masih ingin ia sampaikan supaya semakin genap sukacita yang dirasakan (Ay. 12-13).

Materi Diskusi

  1. Jika Yohanes menekankan pentingnya peran jemaat atau persekutuan untuk saling mengasihi dan ada dalam kebenaran agar jemaat terhindar dari ajaran yang sesat. Lalu bagaimana seharusnya persekutuan di jemaat kita dibangun supaya bisa menjadi penyelamat bagi saudara-saudara seiman agar tidak jatuh dalam kejahatan?
  2. Di jaman teknologi informasi saat ini, kita akan dengan sangat mudah mendapatkan berbagai macam informasi baik itu berupa tulisan maupun video yang belum tentu mengandung kebenaran termasuk juga tentang ajaran Kekristenan. Bagaimana upaya kita untuk mencegah supaya ajaran-ajaran palsu yang masuk dari informasi-informasi yang kita dapatkan tidak mengoyahkan iman?
  3. Berdasarkan pengalaman saudara, mengapa iman Kristen ini adalah sesuatu yang berharga yang harus tetap kita pegang teguh di zaman sekarang ini? [M@Ul].

 

Renungan Harian

Renungan Harian Anak