Pemahaman Alkitab (PA) Desember 2022 (I)
Masa Adven dan Natal
Bacaan: Yesaya 40 : 1 – 11
Tema Liturgis: Kewaspadaan di Tengah Pergumulan Membuahkan Kebaikan
Tema PA: Kewaspadaan di Masa Penantian Kedatangan Kristus
Pengantar
Media online Kompas tertanggal 30 Juli 2021 memberitakan Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT) meluncurkan alat pendeteksi tsunami dan gempa yang bernama InaTews Buoy di perairan Gunung Anak Krakatau. Keunggulan dari InaTews Buoy hasil inovasi BPPT ini adalah dapat beroperasional di laut dalam sehingga dapat mendeteksi dini tsunami. Dengan kehadiran alat ini diharapkan dapat memperkuat dan mengembangkan Sistem Informasi Gempa Bumi dan Tsunami di Indonesia. Menurut keterangan Kepala BPPT Hammam Riza, sejak tahun 2019 – 2024 ditargetkan terpasang dan beroperasi Inabuoy di 13 lokasi yang tersebar di wilayah Indonesia, seperti Selatan Bali, Selatan Kabupaten Malang, Selat Sunda dan Selatan Cilacap.
Hammam juga menambahkan bahwa teknologi InaBuoy ini terdiri dari tiga komponen utama yaitu OBU, Tsunami Buoy dan Manajemen Data di InaTOC. Cara kerjanya, OBU secara aktif mengirim data melalui underwater acoustic modem ke Tsunami Buoy yang terpasang di permukaan laut. Tsunami Buoy berperan sebagai penerima data dari OBU, kemudian mentransmisikan data tersebut via satelit ke pusat pemantau tsunami Read Down Station (RDS) di Gedung I BPPT lantai 20. Buoy yang dipasang di dekat sumber gempa dan tsunami bekerja berdasarkan gelombang tsunami atau anomaly elevasi muka air laut yang dideteksi oleh sensor yang ditempatkan di OBU.
Apa yang diberitakan oleh media online Kompas ini menunjukkan upaya serius pemerintah dalam pencegahan dan kewaspadaan terhadap terjadinya bencana Tsunami yang tidak terduga. Pemerintah melalui BPPT menjalankan fungsinya untuk menjaga dan melindungi rakyat dari musibah atau bencana yang dapat terjadi sewaktu-waktu. Ada kewaspadaan dan upaya preventif yang dilakukan pemerintah untuk mengurangi kerusakan dan korban jiwa karena gempa dan tsunami.
Penjelasan Teks
Kitab Yesaya 40 ini merupakan bagian awal dari Deutro Yesaya yang berisikan tentang nubuat pemulihan dan keselamatan Allah terhadap umat-Nya, Yehuda. Bila pada bagian Proto Yesaya (Psl. 1 – 39), Yesaya menubuatkan tentang hukuman yang dijatuhkan kepada Yehuda karena dosa-dosa yang telah mereka perbuat, maka pada Deutro Yesaya (Psl. 40 – 66) ini penulis menjelaskan tentang nubuatan pemulihan dan keselamatan bangsa Yehuda. Pemulihan dan keselamatan yang Allah berikan ini tidak hanya agar bangsa Yehuda terbebas dari penderitaan di Babel, tetapi agar bangsa Yehuda senantiasa menjadi terang bagi bangsa-bangsa lain.
Nubuat yang diserukan oleh Nabi Yesaya dalam bacaan Yesaya 40 ini dapat dibagi menjadi 4 bagian:
Bagian pertama (Ay. 1–2), berisi seruan penghiburan bagi bangsa Yehuda bahwa masa penghukuman mereka sudah berakhir. Tuhan Allah berkenan mengampuni dan memulihkan kembali kehidupan umat-Nya.
Bagian kedua (Ay. 3 – 5), berisi seruan panggilan untuk mempersiapkan jalan bagi kembalinya bangsa Yehuda ke Yerusalem dari tanah pembuangan Babel. Digambarkan setiap lembah ditutup dan setiap gunung dan bukit diratakan, tanah yang berbukit-bukit menjadi tanah yang rata, tanah yang berlekuk-lekuk menjadi dataran. Artinya sudah tidak ada lagi penghalang bagi karya Tuhan untuk menuntun umat-Nya Yehuda kembali ke tanah Yerusalem. Perjalananan bangsa Yehuda yang kembali ke Yerusalem akan menampakkan kemuliaan Allah, yang disaksikan oleh semua bangsa di dunia. Nubuat tentang persiapan Yehuda kembali ke Yerusalem inilah yang di kemudian hari digenapi oleh Yohanes Pembaptis yang menyerukan berita keselamatan dan pertobatan kepada bangsa Yahudi melalui kedatangan Sang Mesias, Yesus Kristus.
Bagian ketiga (Ay. 6–8), berisi seruan penyadaran akan kefanaan manusia yang digambarkan seperti rumput yang menjadi kering dan bunga yang menjadi layu. Keberadaan manusia syarat dengan keterbatasan dan kelemahan. Karena itu, kesadaran akan keterbatasan dan kelemahan diri sebagai manusia akan memampukan manusia untuk menyadari dan merasakan akan kuasa Allah dan firman Allah yang kekal. Seruan ini mengingatkan bangsa Yehuda bahwa pengampunan dan pemulihan yang mereka terima, terjadi semata-mata karena anugerah Allah sesuai janji firman-Nya, bukan karena kebaikan dan kemampuan diri mereka sebagai manusia.
Bagian keempat (Ay. 9–11), berisi seruan pengagungan Allah sebagai Gembala umat-Nya. Sion dipanggil untuk menyaksikan kuasa dan kasih Allah yang memulihkan umat-Nya. Yerusalem dipanggil untuk menyerukan pertolongan Allah yang membebaskan umat-Nya kepada seluruh kota-kota Yehuda. Artinya pemulihan dan keselamatan dari Allah haruslah terus diwartakan dan diserukan agar segenap umat menyadari dan merasakan akan kuasa Allah yang nyata dalam kehidupan mereka. Kuasa Allah itu ditunjukkan dengan membebaskan umat-Nya dari Babel. Demikian kasih Allah digambarkan seperti seorang gembala yang memelihara kawanan dombanya, Allah pun berkenan hadir menyertai, menuntun, dan menyelamatkan umat-Nya.
Relevansi:
Di bulan Desember ini kita masuki masa Adven dan Natal. Masa Adven adalah masa penantian, dimana kita menanti kelahiran Kristus yang diperingati melalui hari Natal sekaligus kita menanti kedatangan Kristus yang kedua sebagaimana janji-Nya. Lantas apakah yang sudah kita persiapkan dalam menyambut kedatangan-Nya. Yang pasti adalah hati dan hidup kita yang berkenan kepada Allah. Kita tidak pernah tahu kapan Tuhan akan datang kembali, yang perlu kita lakukan adalah senantiasa waspada dan berjaga-jaga. Ingatlah selalu panggilan kita sebagai umat Allah, yaitu ikut serta mewartakan dan menyaksikan karya Allah melalui sikap, ucapan, dan perbuatan kita yang mencerminkan Kristus.
Materi Diskusi:
- Apakah makna atau pesan yang saudara temukan dari bacaan Yesaya 40 : 1 – 11? Sebutkan!
- Bagaimanakah sikap saudara sebagai anggota gereja pada masa Adven ini?
- Mengapakah kita harus waspada dan berjaga-jaga di menyambut kedatangan Kristus yang kedua?
Selamat ber-PA. Tuhan memberkati kita. [AR].
Pemahaman Alkitab (PA) Desember 2022 (II)
Masa Adven dan Natal
Bacaan: 2 Petrus 3 : 1 – 10
Tema Liturgis: Kewaspadaan di Tengah Pergumulan Membuahkan Kebaikan
Tema PA: Hari Tuhan
Pengantar
Salah satu bentuk kewaspadaan masyarakat terhadap lingkungannya adalah terbentuknya Sistem Keamanan Lingkungan (Siskamling). Siskamling merupakan upaya bersama dalam meningkatkan keamanan dan ketertiban masyarakat. Siskamling juga merupakan upaya pencegahan dan menangkal berbagai bentuk ancaman dan gangguan kamtibmas. Masalah kamtibmas bukanlah semata-mata tanggung jawab polisi, namun menjadi tanggung jawab semua pihak, dan seluruh warga masyarakat.
Kepedulian dan keterlibatan warga dalam pemeliharaan kamtibmas dapat diwujudkan melalui aktivitas ronda malam. Ronda merupakan kegiatan atau aktivitas berkeliling wilayah atau lingkungan setempat untuk menjaga keamanan dan ketertiban di wilayah atau lingkungan tersebut. Semangat untuk menjaga dan melindungi lingkungan ini tentu akan membuahkan hasil yang baik: lingkungan menjadi aman, masyarakat menjadi nyaman, terlebih tingkat kejahatan dan kriminalitas dapat dikurangi.
Penjelasan Teks
Ayat 1 – 2: Pada ayat ini Rasul Petrus menuliskan maksud dan tujuan dia menuliskan suratnya yang kedua kepada jemaat yang dia layani. Maksud penulisan surat yang kedua ini adalah untuk menguatkan iman jemaat dan memberikan peringatan-peringatan kepada jemaat untuk senantiasa teguh berpegang pada pengajaran nabi-nabi serta mengingat setiap perintah Tuhan Yesus yang disampaikan oleh para rasul kepada mereka.
Ayat 3 – 6: Rasul Petrus mengingatkan jemaatnya bahwa pada zaman akhir akan tampil para penyesat yang menyesatkan umat percaya. Para penyesat ini adalah orang-orang yang hidup menuruti hawa nafsunya sendiri. Mereka akan mempertanyakan akan janji kedatangan Kristus. Bagi mereka, janji Allah akan kedatangan Kristus ini adalah sebuah omong kosong, sebab pikir mereka, segala sesuatunya tiada berubah sejak jaman bapa-bapa leluhur sampai mereka meninggal. Waktu berlalu dan banyak orang jahat tidak mengalami penghukuman. Jadi untuk apa percaya kepada zaman akhir. Mereka sengaja tidak mau tahu dan tidak peduli dengan apa yang telah terjadi. Tampak sikap arogan mereka, sebab mereka hidup dalam kesesatan dan terus menyesatkan orang lain. Mereka lupa bahwa Allah pernah menghukum dunia ini dengan air bah dan tidak ada seorang berdosa yang luput dari hukuman itu.
Ayat 7: Rasul Petrus mengingatkan jemaat bahwa Firman Tuhan adalah kekal abadi. Pada saatnya para penyesat tersebut akan mati pada hari penghakiman. Orang-orang fasik akan mengalami kebinasaan karena mereka tidak percaya akan hari kedatangan Tuhan dan tidak mau bertobat.
Ayat 8 – 9: Rasul Petrus mengingatkan jemaatnya bahwa jika Tuhan belum datang kembali, itu karena Dia panjang sabar dan memberi kesempatan kepada manusia untuk bertobat. Sebab bagi Tuhan satu hari sama seperti seribu tahun dan seribu tahun sama seperti satu hari. Artinya Tuhan masih memberi waktu bagi manusia untuk menyesali dosa dan perbuatannya yang menyimpang dari Allah. Allah masih memberikan kesempatan bagi manusia dosa untuk bertobat dan kembali kepada-Nya. Sebab Tuhan tidak pernah lalai menepati janji-Nya, jika Dia telah berjanji akan datang kembali, maka janji itu ya dan amin. Karena itu, selagi masih ada waktu dan kesempatan, jemaat dipanggil untuk menjaga hidup dalam kesucian. Sebab ketika hari Tuhan telah tiba, dan Dia datang kembali, maka penghakiman Allah tidak terelakkan, dan mereka yang berbuat dosa tidak dapat melarikan diri dari penghukuman dan murka Allah.
Ayat 10: Rasul Petrus menggambarkan hari Tuhan seperti pencuri, dimana tidak seorang pun tahu. Pada hari kedatangan Tuhan itu, ia gambarkan langit akan lenyap, bumi dan segala yang ada di atas akan musnah dalam nyala api dan hilang lenyap. Segala sesuatunya akan hancur, karena itu setiap umat Tuhan diminta untuk waspada dengan menjaga kesucian dan kesalehan hidup. Di masa penantian umat Tuhan harus terus berusaha hidup kudus, tak bercacat, dan tak bernoda di hadapan Tuhan. Waktu dan kesempatan yang Tuhan berikan merupakan kesempatan bagi kita untuk terus memperbaiki laku hidup sehari-hari agar berkenan di hadapan Tuhan.
Relevansi
Apa yang menjadi isi peringatan Rasul Petrus kepada jemaatnya melalui surat 2 Petrus 3:1-10 tentunya masih relevan dengan kehidupan kita saat ini. Jemaat masa kini berada pada tantangan jaman yang semakin maju dan modern yang mengakibatkan seringkali manusia lebih mengandalkan akal pikirannya dalam menimbang dan memutuskan suatu persoalan. Demikian manusia juga seringkali meramalkan tentang akhir zaman atau khiamat seperti yang pernah terjadi ramalan kiamat yang jatuh pada tanggal 12 Desember 2012. Dan masih ada banyak ramalan manusia tentang bencana dan kiamat ini. Tentu ini menjadi tanda upaya manusia untuk menjawab kapan Tuhan akan datang kembali.
Bagi kita yang percaya, ada hal yang lebih penting untuk kita lakukan dari pada sekedar mempercayai sebuah ramalan. Yaitu menjaga hidup kudus dan berkenan kepada Allah. Melakukan kebenaran dan kehendak Tuhan dalam hidup kita sehari-hari. Terlebih kita mau menyesali dosa kita dan bertobat kepada Tuhan, selagi kita masih ada kesempatan dan waktu untuk hidup.
Materi Diskusi:
- Apakah yang saudara pahami tentang hari Tuhan? Menurut saudara hari Tuhan itu sesuatu yang menakutkan atau membahagiakan?
- Dalam kenyataan hidup sehari-hari seringkali kita mengetahui orang-orang yang tidak percaya dengan zaman akhir, hal ini tercermin dari sikap dan perilaku hidup mereka sehari-hari yang jauh dari kehendak Tuhan. Jika kita mengetahui ada saudara kita seiman yang bersikap acuh tak acuh dan berbuat sesuka hati mereka, apakah yang akan saudara perbuat terhadap orang tersebut?
- Bagaimana cara hidup kita menjelang hari Tuhan yang semakin mendekat?
Selamat ber-PA. Tuhan Yesus memberkati. [AR].