Pemahaman Alkitab Oktober 2022

Pemahaman Alkitab (PA) Oktober 2022 (I)
Bulan Ekumene

Bacaan: 2 Raja-raja 5 : 1 – 19a
Tema Liturgis: Mewujudkan Hubungan dan Kerjasama Antar Umat sebagai Panggilan Pelayanan
Tema PA: Melayani Keluar dan Memperkenalkan Kasih Kristus

Pengantar
Sebagai manusia, kita mungkin pernah mengalami kondisi terpuruk: apakah itu masalah keluarga, masalah ekonomi ataupun ketika tubuh kita mengalami gangguan kesehatan. Pada saat-saat mengalami keterpurukan itu, sebagai orang percaya, kita berdoa dan berusaha untuk menghadapinya. Ketika kita berhasil melewati permasalahan hidup yang berat, kita akan sadar ada penyertaan dan pertolongan Tuhan. Ketika kita menghadapi pergumulan dan berhasil melewatinya, kita kemudian bersaksi/ menceritakan kepada orang-orang di sekitar kita tentang kuasa dan pertolongan Tuhan atas hidup kita. Mulai dari orang terdekat bahkan kepada orang lain yang mungkin tidak seiman.

Penjelasan Teks
Cerita atau kisah tentang pergumulan kesehatan dan perjumpaan spiritual lintas iman/ keyakinan, lintas wilayah juga bisa didapati dalam kisah kesembuhan Naaman. Sebagaimana diceritakan dalam 2 Raja-raja 5, Naaman adalah kepala pasukan dari Ben-Hadad II Raja Siria, yang menjadi musuh besar orang Israel (saat itu Israel diperintah oleh raja Yoram). Naaman sang kepala pasukan memiliki status sosial yang tinggi dan terpandang, dan ia sangat disayangi raja Siria, namun sayang, Naaman menderita sakit kusta. Dalam kehidupan sosial masyarakat Israel, seseorang yang sakit kusta/ lepra ditolak dan dibuang dari komunitas masyarakat. Namun, di Siria penyakit kusta/ lepra tidak menghalangi seseorang yang sangat berjasa bagi kerajaan, seperti Naaman untuk memegang jabatan tinggi.

Di rumah, Naaman memiliki pelayan, seorang gadis yang berhasil ditawan dari kerajaan Israel. Gadis Israel itu sehari-hari bekerja melayani istri Naaman. Suatu ketika pelayan Naaman itu mengatakan bahwa di Israel ada seorang Nabi yang dapat menyembuhkan sakit kusta yang diderita Naaman. Tentu ini adalah harapan yang menggembirakan sekaligus meragukan, mengingat Siria saat itu bermusuhan dengan Israel. Naaman menyampaikan kepada raja mengenai perkataan pelayannya, gadis Israel itu. Kemudian dengan sebuah surat pengantar raja Siria, Naaman berangkat menemui raja Israel untuk mencari kesembuhan. Yoram raja Israel tidak mengetahui apa yang harus ia lakukan, akan tetapi hal itu didengar oleh Nabi Elisa, dan menyarankan Raja Yoram untuk memberitahu Naaman supaya menemui Elisa. Elisa menyuruh Naaman mandi di sungai Yordan sebanyak tujuh kali maka ia akan tahir. Awalnya hal itu menjadikan Naaman marah, karena hal itu sangat sederhana dan penyembuhan yang dipikirkannya adalah instant. Akan tetapi setelah dibujuk pembantunya, ia melakukan petunjuk Elisa dan menjadi sembuh. Setelah tahir dari penyakit kustanya, Naaman mengakui bahwa Allah Israel adalah satu-satunya Allah yang benar.

Sebagai ungkapan terima kasih, Naaman memberikan hadiah kepada Elisa akan tetapi Elisa menolaknya. Kemudian Naaman meminta untuk bisa membawa tanah dari Israel sebanyak yang ia bisa bawa. Hal itu dilakukan Naaman sebagai tanda keyakinannya bahwa ia percaya kepada Allah Israel. Bahkan Naaman mengajukan pertanyaan menarik, apakah dia boleh pura-pura menyembah berhala, apabila dia nantinya mendampingi raja Siria di kuil Rimon untuk sujud menyembah di sana. Namun Elisa tidak menanggapinya. Tetapi yang jelas Naaman tahir dari penyakit kusta dan memiliki iman baru yakni percaya kepada Allah Israel.

Dari kisah Naaman tersebut kita bisa belajar bagaimana perjalanan spiritual seseorang bisa terjadi pada saat orang tersebut menghadapi pergumulan hidup yang berat. Saat Naaman mengalami sakit kusta/ lepra, ia membutuhkan pertolongan yang dapat menyembuhkan penyakitnya. Ternyata pergumulan Naaman untuk dapat sembuh, justru datang dari seorang gadis Israel yang ditawan dan menjadi pelayan di rumahnya. Dialah gadis yang memiliki kepekaan dan kepedulian terhadap kondisi Naaman yang sakit, sehingga ia mengarahkan dan memberi petunjuk kepada Naaman untuk mencari kesembuhan di Israel. Kepekaan dan kepedulian kepada orang lain yang disertai tindakan nyata menjadi hal yang sangat penting dalam melayani. Kepekaan ketika melihat orang lain yang membutuhkan pertolongan dan kepedulian, akan membawa pada pengenalan akan Yesus Kristus yang kita imani, akan membawa kesembuhan dan keselamatan bagi orang lain.

Dunia yang bertumbuh semakin cepat dan gaya hidup yang semakin individualistik seringkali menjadikan kita lemah dalam menceritakan akan karya Allah kepada orang lain. Tentu ketika menyampaikan kepedulian, kita tidak menutupi identitas sebagai orang Kristen. Butuh keberanian dan sikap yang tepat ketika kita memberikan nasihat atau pertolongan kepada orang lain. Keberanian kita untuk peduli diikuti tindakan nyata memberi pertolongan kepada orang lain yang berbeda iman bahkan di saat-saat kritis adalah sebuah hal yang mulia. Itulah wujud kesaksian dan pelayanan yang akan memancarkan terang Kristus.

Materi Diskusi

  1. a. Sebutkan tokoh – tokoh yang terdapat dalam kisah Naaman pada kitab 2 Raja-Raja 5:1-19a dan sebutkan perwatakan/ karakter masing-masing tokoh dengan didukung informasi/ peran tokoh tersebut di ayat Alkitab!
    b. Klimaks dalam sebuah karya naratif adalah titik puncak dari ketegangan dari sebuah cerita. Menurut saudara dimanakah peristiwa klimaks pada kisah Naaman?
  2. a. Menurut saudara siapakah yang perannya sangat penting dalam proses kesembuhan Naaman dari penyakit kusta yang deritanya? Mengapa, berikan alasannya?
    b. Menurut saudara dalam kisah Naaman, siapakah tokoh yang berani bersaksi secara nyata memperkenalkan kehebatan Allah Israel kepada bangsa Siria yang menyembah ilah lain?
  3. Salah satu bentuk kesaksian gereja adalah gereja bersaksi atau melayani ke luar (gereja) kepada semua orang, lintas iman dan semua umat ciptaan. Berikanlah contoh-contoh bentuk kesaksian yang bisa anda lakukan dalam kondisi pandemi Covid-19 dan kesaksian dalam persekutuan/ organisasi gereja, siapakah yang paling berperan penting, yang menjadi ujung tombak dalam kesaksian keluar? [BK].

 


 

Pemahaman Alkitab (PA) Oktober 2022 (II)
Bulan Ekumene

Bacaan: 2 Timotius 2 : 14 – 26.
Tema Liturgis:
Mewujudkan Hubungan dan Kerjasama Antar Umat sebagai Panggilan Pelayanan.
Tema PA
: Bekerjasama dengan Orang Lain tanpa Meleburkan Iman.

Pengantar
Gereja YeKa terletak di tengah-tengah perumahan Sukajadi yang luas. Mayoritas jemaatnya warga perumahan Sukajadi. Salah satu jemaatnya adalah Pak Dremba (bukan nama sebenarnya) dan keluarganya dikenal sebagai keluarga Kristen yang hidupnya sangat taat. Tidak hanya tutur katanya yang sangat ‘ngeristeni’ dalam pergaulan sehari-hari tetapi mereka juga rajin ke gereja. Hampir tidak pernah absen. Demikian juga dalam ibadah-ibadah seperti ibadah ibu-ibu, persekutuan kaum bapak, dan ibadah patuwen, keluarga tersebut sangat aktif.

Dua bulan terakhir, setiap kali doa syafaat pak Dremba selalu meminta didoakan karena kanker ganas yang baru diketahuinya. Hal itu membuat semua pelayan ibadah termasuk pendeta jemaat kaget dan sedih, sehingga seluruh jemaat sangat memperhatikan kondisi pak Dremba. Pengurus gereja/ Pendeta/ Pokja Perkunjungan/ Warga melakukan perkunjungan untuk menguatkan dan mendoakan pak Dremba. Pak Dremba percaya dan mengimani bahwa melalui doa-doa yang dipanjatkan, penyakitnya akan sembuh.

Pak Dremba juga meminta doa dan dukungan kepada saudara-saudara istrinya yang berlainan iman. Mereka merespon dengan baik. Tidak hanya doa-doa yang rutin dipanjatkan seminggu dua kali di rumah pak Dremba, tetapi mereka juga membantu mengusahakan pemulihan kesehatan pak Dremba melalui obat-obat ramuan herbal dan dukungan keuangan seikhlasnya.

Perhatian yang baik dari keluarga besar bu Dremba ternyata diketahui jemaat dan menjadi pergunjingan dan buah bibir di jemaat. Salah satu pergunjingan jemaat adalah mereka mengira bu Dremba sudah murtad serta berusaha mempengaruhi pak Dremba untuk murtad. Mengetahui dirinya menjadi buah bibir di jemaat, bu Dremba sangat kecewa dan menjadi tidak aktif di kegiatan gereja. Dia beralasan fokus merawat pak Dremba.

Rupa-rupanya perhatian dari gereja maupun dari keluarga besar tidak menjadikan kondisi pak Dremba lebih baik. Pak Dremba makin lemah dan parah. Sampai pada suatu hari, datanglah tetangga perumahan dan menganjurkan pak Dremba untuk datang berobat ke seorang tabib atau dukun yang dikenal sakti yang tinggal di Gunung Gansir. Istri pak Dremba tergoda dan akhirnya tanpa sepengetahuan siapapun Bu Dremba datang ke Gunung gansir dan mengikuti ritual perjanjian dan syarat-syarat yang dikatakan oleh tabib/ dukun tadi. Sepulang dari tempat itu, dua hari Pak Dremba tampak pulih dan sehat. Namun tragis, seminggu setelah itu pak Dremba meninggal dunia dan selanjutnya dimakamkan secara Kristiani. Setahun berlalu, peristiwa di gunung Gansir terakhir tetap tidak diketahui persekutuan Kristen pak Dremba di gereja, tersimpan rapat oleh bu Dremba, tetapi menjadi kasak-kusuk warga perumahan.

Penjelasan Teks
Pada surat 2 Timotius 2:14-26, Paulus memberi nasihat kepada Timotius yang sedang berhadapan dengan para pengajar sesat dalam pelayanan di jemaatnya. Paulus menasihati Timotius untuk mengingatkan jemaat supaya mereka tidak bersilat lidah karena tidak ada gunanya dan hanya mengacaukan (Ay. 14). Mereka harus menghindari debat kusir, omongan yang kosong dan tidak suci, sebab perkataan-perkataan tersebut bertentangan dengan Injil dan hanya menambah kefasikan, bahkan dikatakan seperti penyakit kanker yang menjalar (Ay. 16-17). Mereka harus menjauhi keinginan nafsu dan menghindari persoalan bodoh yang dibuat-buat karena menimbulkan pertengkaran, padahal hamba Tuhan tidak boleh bertengkar (Ay. 23-24). Sebaliknya, tindakan yang harus dilakukan oleh anak Tuhan adalah mengejar keadilan, kesetiaan, kasih, dan damai bersama dengan saudara seiman di dalam Tuhan (Ay. 22). Oleh karena itulah, Timotius dinasihati agar dia bisa mengajar dan menunjukkan bagaimana hidup sebagai teladan iman dan mendidik mereka di dalam kebenaran Firman Tuhan (Ay. 24).

Paulus mendorong Timotius dan juga kita semua agar terbuka dan bekerjasama dengan semua pihak. Bahkan, Paulus menasihatkan untuk “berterus terang” ketika memberitakan kebenaran Injil, menyatakan yang salah jikalau salah, namun tetap bersikap sabar, cermat, dan tepat, karena setiap sikap dan perilaku akan membawa dampak. Jika seorang anak Tuhan berkata-kata maka ia harus mengucapkan kebenaran dengan lemah lembut, karena ada kemungkinan orang-orang fasik mendapat kesempatan bertobat (Ay. 25-26). Jelas sekali bahwa dalam memberitakan Injil diperlukan sikap dan perilaku yang baik, karena itu membuka kesadaran orang untuk kembali kepada Tuhan.

Perjumpaan dengan orang lain yang berbeda keyakinan tidak perlu dihindari. Kita saja berjumpa secara alamiah atau direncanakan atau tidak perlu malu atau takut menunjukkan identitas kita sebagai orang Kristen kepada orang lain. Identitas kita akan membuka peluang untuk menolong dan mengenalkan Yesus Kristus untuk orang lain. Perjumpaan dengan lintas iman juga akan memperkaya pengalaman kita dan kita bisa belajar hal-hal lain dari iman mereka.

Materi Diskusi

  1. Apakah nasehat Paulus yang menurut saudara sangat penting sekali dilakukan oleh jemaat Timotius? Apakah yang harus dilakukan Timotius sebagai pelayan?
  2. Dalam kisah keluarga pak Dremba,
    1. Apakah menurut saudara iman yang setia kepada Tuhan Yesus itu sangatlah penting, terutama ketika mengalami tantangan atau menghadapi pergumulan kehidupan?
    2. Bagaimana pendapat saudara ketika bu Dremba mengalami pergumulan keluarga lalu meminta pertolongan kepada saudara-saudaranya yang berlainan iman? Apakah itu diperbolehkan?
    3. Menurut saudara, apakah hal-hal positif yang bisa dikembangkan dari gereja pak Dremba? Sebaliknya apa hal negatif dan perlu diubah dalam persekutuan Kristen/ gereja keluarga pak Dremba?
  3. a. Menurut saudara, apakah sebagai orang Kristen kita harus terbuka dengan semua orang yang berlainan iman? Sebutkan alasannya!
    b. Apakah ada syarat-syarat khusus yang dipersiapkan dalam diri kita sebelum kita melakukan perjumpaan dengan orang lain yang berbeda iman?
    c. Sikap mendasar apa yang sangat penting dan perlu dimiliki seseorang, ketika akan mengalami perjumpaan dengan orang lain terutama yang berbeda keyakinan?
    d. Menurut saudara, apakah tugas warga jemaat, tugas majelis dan tugas gereja ketika perjumpaan dengan saudara yang berlainan iman/ keyakinan itu ternyata hal yang pasti akan dialami semua orang Kristen? [BK].

 

 

Bagikan Entri Ini: