Pemahaman Alkitab Januari 2020

12 December 2019

Pemahaman Alkitab Januari 2020 (I)
Bulan Penciptaan

Bacaan : Yesaya 48 : 12 – 22
Tema Liturgis :
Allah Berkarya, Memelihara dan Memberkati UmatNya
Tema PA
: Karya Allah Tidak Terduga

 

Penjelasan Teks[1]  :

Pembebasan umat Israel dari pembuangan mereka di Babel, dalam banyak hal dan dari sisi manusia seolah mustahil sehingga itu mengecilkan hati mereka. Paling tidak ada dua hal, yakni ketidaklayakan mereka sendiri bahwa Allah akan melakukannya bagi mereka dan banyaknya kesulitan dalam upaya pembebasan itu. Perintah demi perintah, nubuatan demi nubuatan yang disampaikan oleh Nabi Yesaya yang berbicara atas nama Allah bagi Israel hendak mendorong iman dan harapan umat Allah akan pelepasan Israel dari tawanan Babel. Hal-hal yang mengecilkan hati hendak disingkirkan oleh Firman-Nya dalam teks ini.

Ayat 12. Allah tetap sama. Pembebasan, Allah dapat melakukannya bagi mereka, meskipun mereka tidak mampu menolong diri mereka sendiri dan seolah mustahil. Namun hendaklah Yakub dan Israel mendengarkan ini, mempercayainya dan beroleh penghiburan darinya. Bahwasanya mereka adalah umat yang mendapat perkenanan istimewa, yang dipanggil-Nya dan disebut sebagai milik-Nya. Ia yang terdahulu dan terkemudian akan menebus mereka.

Ayat 13. Mereka tidak perlu takut terhadap Babel, sebab Dia adalah Allah yang menjadikan dunia dan pasti Dia yang melakukan itu dapat melakukan apa saja. Tangan-Nya meletakkan dasar bumi dan tangan kanan-Nya membentangkan langit. Ia yang sedemikian memiliki kekuasaan pastilah dapat menuntaskan rancangan-Nya atas Israel. Bahkan ketika Ia menyebut nama, semuanya bermunculan, yang mengisyaratkan ketundukan akan rancangan Allah. Allah yang hendak membebaskan Israel tidak mungkin kebingungan mencari alat-alat yang dipakai-Nya untuk mewujudkan pembebasan itu.

Ayat 14-15. Yang akan dipakai-Nya untuk membebaskan Israel telah dinubuatkan. Ia yang dinubuatkan akan melaksanakan kehendak Tuhan terhadap Babel dan menunjukkan kekuatan tangan Tuhan, bahkan 150 tahun sebelum ia dilahirkan. Dan Allah menantang Israel, bahwasanya siapakah yang dapat melakukannya? Allah menyatakan diri bahwa Dialah yang mengatakan dan memanggilnya. Allah akan membuat segala usahanya berhasil. Koresh adalah nama yang ditunjuk – “dia yang dikasihi Tuhan” – yang kepadanya Allah berkenan, yang diberi-Nya tugas dan kewenangan, orang yang akan dipimpin Allah, diakui dan diberi-Nya keberhasilan (bdk. Yes. 44: 28, Yes. 45: 1, 13).

Ayat 16. Orang yang mau mendengar dan mengerti apa yang dikatakan oleh Allah haruslah datang mendekat, datang sedekat mungkin untuk bisa memahami. Dia selalu berbicara dengan jelas, tidak tersembunyi,  kepada umat dari dahulu  melalui Musa dan semua nabi. Dia berdiam di antara umat-Nya bahkan memimpin mereka dalam menyelesaikan semua masalah mereka. Dia akan tetap disitu. Dia yang sudah bersama-sama dengan umat-Nya sampai saat ini akan terus bersama-sama dengan mereka sampai pada akhirnya.

Nabi Yesaya menegaskan mandat yang diterimanya sendiri untuk menyampaikan pesan. “Dan sekarang, Tuhan Allah mengutus aku dengan Roh-Nya. Allah telah mengutus Nabi Yesaya dan Roh-Nya ada bersamanya untuk menyampaikan pesan Allah.

Ayat 17. Pesan Allah yang disampaikan oleh Nabi Yesaya adalah sebuah pesan yang penuh anugerah untuk menopang dan menghibur mereka. Pesan ini dimulai dengan kata-kata yang membangkitkan rasa takjub dan membesarkan hati. Nabi Yesaya menyebutkan Tuhan sebagai Penebus, Yang Mahakudus, Allah Israel untuk mengingatkan kembali bangsa Israel akan karya penebusan Tuhan sejak dahulu kala. Sang Penebus itu adalah Allah Israel, Allah yang sama dan setia, Yang Mahakudus.

“Akulah TUHAN, Allahmu” adalah Firman Tuhan untuk mengesahkan kewenangan-Nya, mengingatkan janji-Nya dan memberi keabsahan. Dia Sang Pengajar dan Pembimbing. Dia yang mengajarkan hal-hal yang berfaedah, artinya hal-hal yang perlu untuk kesejahteraan umat. Dia menuntun dan membimbing langkah-langkah mereka. Dalam segala jalan, Allah ada bersama dengan umat.

Ayat 18-19. Dalam Firman-Nya yang membawa pengharapan akan kelepasan, Tuhan Allah menyatakan sebab mengapa Israel mendapati kemalangan dan mengalami pembuangan ke Babel. Dia memang yang telah membawa Israel dalam pembuangan dan tentunya Dia tidak berkehendak menyengsarakan umat-Nya  tetapi itu terjadi karena perbuatan Israel sendiri. Allah menghendaki Israel untuk taat, “Sekiranya engkau memperhatikan perintah-perintah-Ku”. Seandainya mereka taat, bukan hanya akan mencegah pembuangan mereka, tetapi juga akan melanggengkan kemakmuran mereka. Dia akan melimpahkan damai dan kebahagiaan seperti sungai yang tidak pernah kering dan gelombang laut yang tidak pernah berhenti. Rahmat demi rahmat terus mengalir, kebajikan demi kebajikan tidak pernah berhenti, bila mereka berlaku taat.

Janji keturunan seperti pasir di laut banyaknya pun tidak mustahil, tidak seperti keadaan mereka saat di pembuangan dan kembali dari pembuangan yang hanya sedikit jumlahnya. Nama mereka tidak akan lenyap, namun Israel telah menjadi sunyi dan penduduknya telah terbuang. Dalam ketidaktaatannya Israel kehilangan rahmat Allah. Hal itu bukan hanya membuat Israel kehilangan hal-hal baik yang sudah Allah berikan, tetapi juga menghalangi hal-hal baik yang Allah sediakan bagi mereka.

Ayat 20. Nubuat sekaligus perintah dinyatakan di sini. Tentang pekerjaan besar yang hendak dilakukan Allah bagi Israel yaitu keselamatan mereka dari pembuangan. Bila saat itu tiba, Israel diberi kebebasan penuh untuk pergi dari Babel, kembali ke negeri mereka. Bahkan dengan sorak sorai dan menyiarkan sampai ke ujung bumi bahwa Tuhan telah menebus Israel. Dia telah melakukannya dulu, ketika Dia membawa mereka keluar dari Mesir  dan sekarang Dia melakukannya lagi. Yakub – Israel adalah umat milik-Nya yang ditebus-Nya dulu dan nanti.

Ayat 21. Yang ditebus-Nya tidak akan dibiarkan-Nya kekurangan. Ketika Dia membawa Israel keluar dari tanah Mesir dan memimpin mereka melalui tempat-tempat yang tandus, mereka tidak menderita haus, sebab di sepanjang perjalanan mereka, air dari gunung batu memancar bagi mereka. Dan itu Allah sediakan bagi Umat-Nya bukan hanya pada saat mereka keluar dari tanah Mesir tetapi juga pada saat mereka keluar dari Babel. Pemeliharaan Allah nyata dalam perjalanan hidup umat-Nya.

Ayat 22. Disini ada peringatan bagi orang fasik yang masih terus hidup dalam pelanggaran-pelanggaran mereka. Jangan mengira mereka akan mendapat keuntungan dari antara umat Allah. Meskipun dari apa yang terlihat dan apa yang mereka akui, mereka berkumpul dengan umat Allah. Janganlah berharap dapat ambil bagian dengan umat Allah. Karya Allah adalah karya damai sejahtera, namun bagi orang-orang dari antara mereka yang fasik dan benci untuk diperbarui tidak ada damai sejahtera. Tidak ada kebaikan nyata, hanya kepura-puraan maka tidak ada damai sejatera dengan Allah dan hati nurani mereka sendiri, ketika mereka berlaku fasik.

Pertanyaan untuk didiskusikan :

  1. Allah melalui Yesaya menubuatkan Koresh, Raja Persia yang akan menaklukan Babel, yang tidak mengenal Allah untuk menjadi alat pembebas Israel dari tawanan Babel (ayat 14-15). Menurut Saudara, apakah dalam dunia hari ini, ada orang yang seperti Koresh? Bagaimana pandangan Saudara terhadap orang-orang yang bukan Kristen tetapi justru dipakai oleh Tuhan untuk menyatakan kebaikan?
  2. Sekiranya Israel memperhatikan perintah Tuhan, damai dan kebahagiaan akan mengalir tiada berhenti, namun Israel tidak taat maka mereka dibuang ke Babel dan hidup sebagai tawanan yang menderita, bahkan segala hal yang baik yang dijanjikan oleh Allah jauh dari hidup mereka (ayat 17-19). Menurut Saudara, apakah bangsa Israel sedang menerima karma karena tidak taat sehingga mereka dibuang dan menderita?  Apakah orang Kristen mengenal “Karma”?
  3. Perikop ini ditutup dengan pernyataan Tuhan : ”Tidak ada damai sejahtera bagi orang-orang fasik”. Menurut Saudara, adakah orang-orang yang demikian di antara kehidupan jemaat? Apakah yang Saudara pahami tentang “orang fasik”?, Bagaimana kehidupan mereka? (SN).

[1] http://alkitab.sabda.org/commentary.php?passage=Yes%2048:12-22

 


Pemahaman Alkitab Januari 2020 (II)
Bulan Penciptaan

Bacaan                        : Efesus 3 : 1 – 13

Tema Liturgis : Allah Berkarya, Memelihara dan Memberkati UmatNya

Tema PA         : Segenap Manusia sebagai Ahli Waris-Nya

 

Penjelasan Teks[1]  :

Dalam berbagai penafsiran, melalui surat-suratnya dipahami bahwa Paulus dipilih Allah untuk memperkenalkan dan menjelaskan paling tidak dua pernyataan besar. Yang pertama adalah Injil itu sendiri yaitu kabar baik mengenai keselamatan yang diperoleh melalui kematian dan kebangkitan Tuhan Yesus Kristus. Yang kedua adalah kebenaran tentang Gereja sebagai tubuh Kristus. Di dalam surat-surat tentang Injil yang terkenal – Roma, Korintus serta Galatia – Paulus menguraikan panjang lebar pernyataan pertama ini. Di dalam surat-surat kelompok kronologi saat ini, yaitu “surat-surat penjara” (ditulis dalam penjara), Paulus secara luas membahas pernyataan kedua. Efesus sebagai bagian dari surat-surat penjara, yang disebut sebagai surat edaran. Dalam pasal 3 ini merupakan puncak dari bagian utama surat ini yang mengemukakan tentang tubuh Kristus (Gereja) yaitu segenap bangsa, bukan hanya orang Yahudi saja.

Pasal ini terdiri dari dua bagian:

  1. Mengenai penuturan Paulus kepada jemaat Efesus perihal dirinya sendiri, ketika dia diangkat oleh Allah menjadi rasul bagi kaum bukan Yahudi dan keselamatan bagi bangsa bukan Yahudi (ayat 1-13).
  2. Mengenai doanya yang saleh dan penuh kasih sayang kepada Allah bagi jemaat Efesus (ayat 14-21).

Ayat 1. Paulus sedang memberitahu jemaat Efesus mengenai kesesakan dan penderitaan yang dia hadapi oleh karena jabatan (rasul) itu. Ketika menuliskan surat ini Paulus adalah tahanan di Roma. Paulus menyebutkan dirinya dalam surat ini untuk menunjukkan bahwa ia menganggap penting dan serius tentang apa yang hendak ia kemukakan. Bahwa karena Kristus ia dipenjara dalam tugasnya bagi orang-orang yang tidak mengenal Allah, yaitu pemberitaan Injil bagi kaum bukan Yahudi – yang adalah tugas khusus Paulus (bdg. Roma 15:16).

Ayat 2. Meneguhkan ayat sebelumnya bahwa terselenggaranya “kasih karunia” – Paulus menyebut demikian dengan maksud adalah Injil – adalah tugas yang dipercayakan oleh Kristus kepada Paulus seperti yang telah mereka dengar. Memperkenalkan Injil kepada orang-orang bukan Yahudi adalah ketetapan dan amanat bagi Paulus dan dengan tanpa ragu Paulus menegaskan itu dalam suratnya ini.

Ayat 3-6. Paulus paling tidak memakai kata “rahasia” lebih dari 20 kali dalam suratnya, yang tentunya dengan maksud sesuai dengan konteks suratnya. Dalam teks ini, apa yang dimaksudkan oleh Paulus dengan rahasia yang dinyatakan kepadanya dengan wahyu (Paulus mendapat wahyu langsung dari Tuhan Yesus tanpa perantara, seperti pemanggilannya di jalan Kota Damsyik) adalah berita Injil bagi orang-orang bukan Yahudi.

Allah sekarang secara jelas mengungkapkan rencana-Nya berabad-abad yaitu penebusan seluruh umat manusia. Bahwa keselamatan tersedia bagi seluruh umat; Yahudi dan Yunani, kaya dan miskin, budak dan merdeka, laki-laki dan perempuan. Seluruh umat yang percaya, yang diselamatkan telah menjadi ahli-ahli waris, telah menjadi satu tubuh – merujuk pada Gereja dengan segala latar belakang – dan beroleh janji yang sama di dalam Kristus.

Ayat 7-8. Dalam kerendahan hati Paulus mengungkapkan bahwa dirinya adalah “pelayan” bagi pekerjaan Berita Injil bagi orang-orang bukan Yahudi. Memakai kata “pelayan” untuk menunjukkan bahwa hanya oleh kasih karunia yang diberikan oleh Allah ia dapat menjadi Pemberita Injil. Terlebih Paulus menyebut dirinya sebagai “yang paling hina”, untuk menunjukkan suatu kehormatan bahwa dirinya dipanggil dalam segala perbuatan masa lalu yang jahat (agamawi yang munafik – membenarkan diri – dan penganiayaan agresif terhadap pengikut Kristus). Namun nyatanya kasih karunia Allah tersedia bagi penganiaya umat-Nya. Bagi Paulus “kekayaan Kristus, yang tidak terduga” itu telah dinyatakan kepadanya orang yang paling hina. Segala kebaikan, kasih karunia dan anugerah keselamatan diberikan oleh Allah kepadanya dan kini Paulus memberitakan “kekayaan Kristus” itu pula bagi orang-orang bukan Yahudi, sehingga keselamatan itu diberitakan bagi segenap manusia.

Ayat 9–11. Berkaitan dengan segenap manusia. Pekerjaan dan kewajiban Paulus ialah untuk menyatakan, mengumandangkan, memberitahukan kepada seisi dunia bahwa “penyelenggaraan ilahi” yaitu penatalayanan bagi orang-orang  bukan Yahudi yang sampai saat itu terasing, telah mendapat berita keselamatan. Yang mulanya tersembunyi kini telah dinyatakan bagi setiap manusia. Allah Sang Pencipta  yang mencipta manusia dalam segala keragamannya, laki-laki dan perempuan, Yahudi dan bukan Yahudi, Allah yang sama sanggup menyelenggarakan penebusan dan keselamatan bagi mereka. Dan bagi Paulus karya keselamatan bagi segenap manusia adalah sesuai dengan rencana abadi, yaitu rancangan Allah dari semula melalui Kristus Yesus yang memulihkan manusia sebagai gambar Allah dan persekutuan kembali antara manusia dengan Allah.

Ayat 12. Karya keselamatan melalui Yesus Kristus yang tersedia bagi segenap manusia menjadi jalan masuk kepada Allah. Dan jalan tersebut dapat dilalui dengan penuh keberanian ketika manusia memiliki percaya penuh, memiliki iman kepada Kristus Yesus. Paulus menekankan bahwa di dalam Kristus Yesus, dengan penuh kepercayaan iman, manusia beroleh jalan masuk yang pasti kepada Allah.

Ayat 13. Bagian dari surat ini dibuka dengan pernyataan Paulus tentang kesesakan yang harus ia alami dalam tugasnya memberitakan Injil bagi bangsa bukan Yahudi. Meskipun demikian, Paulus meminta agar mereka tidak tawar hati karena melihat kesesakan yang ia alami sebagai konsekuensi dari ketetapan dan amanat yang diberikan Kristus kepadanya. Kesesakan yang ia alami dianggap Paulus sebagai kemuliaan mereka, yang artinya bahwa Allah berkenan melakukan perbuatan besar melalui pelayanannya bagi mereka dan ia diperkenankan mencicipi penderitaan seperti yang Kristus alami bagi keselamatan manusia.

Pertanyaan untuk didiskusikan  :

  1. Dalam surat ini, surat Efesus yang adalah surat edaran, Paulus dengan yakin menyatakan diri sebagai rasul yang diutus sendiri oleh Tuhan Yesus untuk memberitakan Injil bagi orang bukan Yahudi. Jika Paulus sedemikian yakin, bagaimana Saudara memahami tugas panggilan Saudara dalam dunia pelayanan?
  2. Paulus menyatakan bahwa ketetapan dan amanat baginya dari Tuhan Yesus adalah berita Injil bagi orang bukan Yahudi, bahkan bagi segenap manusia. Misi Paulus jelas untuk mengumandangkan keselamatan Kristus Yesus kepada setiap orang. Menurut Saudara, apa yang Tuhan telah tetapkan dan amanatkan dalam hidup Saudara oleh Tuhan bagi dunia ini? Apa misi Saudara dalam dunia pelayanan? Berikan jawaban konkret!
  3. Dalam tugasnya memberitakan Injil, Paulus mendapat banyak kesesakan, dipenjara bahkan sampai akhir hidupnya. Jika kesesakan yang dialami oleh Rasul Paulus berasal dari pemerintah. Kesesakan apa yang menurut Saudara sedang dialami oleh Gereja saat ini? Berasal dari manakah kesesakan itu? (SN).

[1] http://alkitab.sabda.org/commentary.php?passage=Efesus+3%3A1-13

 

Renungan Harian

Renungan Harian Anak