Rapat Kerja Komisi Hubungan Antar Umat

28 January 2026

Komisi Hubungan Antar Umat (KAUM) Majelis Agung Greja Kristen Jawi Wetan mengadakan rapat kerja  bersama dengan Komisi Hubungan Antar Umat Majelis Daerah (KAUM-MD) se GKJW pada 24 – 25 Januari 2026 di Kantor Majelis Agung GKJW. Rapat kerja ini diikuti oleh ketua, sekretaris, dan anggota KAUM-MA bersama dengan ketua dan sekretaris KAUM-MD mulai dari Majelis Daerah Besuki Timur sampai dengan Majelis Daerah Madiun.

Acara diawali dengan Ibadah yang dipimpin oleh Bp. Lasmiadi, Ketua KAUM-MD Malang IV. Dalam renungan yang terambil dari Matius 20:26 kita diajak untuk merefleksikan bahwa pelayanan yang kini diemban adalah anugerah dari Tuhan. Menjadi pelayan, termasuk menjadi anggota KAUM berarti telah ditunjuk oleh Tuhan untuk menjadi paraga-Nya.

Pdt. Kristanto , Wakil Sekretaris Umum Majelis Agung GKJW yang turut hadir menyampaikan pesan bahwa GKJW adalah gereja yang inklusif dan hal ini menjadi keuntungan bagi para warga GKJW untuk unjuk diri. Golek sedulur adalah salah satu warisan nilai yang harus tetap kita hidupi untuk menunjukkan keinklusifan. Hal ini senada dengan visi gereja yang adalah “Ekumenis dan Inklusif” sehingga tugas KAUM bukan hanya sekedar program rutin, namun juga mengejawantahkan GKJW kepada orang-orang di luar GKJW.

Dalam kegiatan ini, KAUM perlu juga berkoneksi pada Renstra GKJW (PPJM II) dengan tema tahun ini yang adalah ekologi dan kependudukan. Oleh karena itu, perlu membangun relasi supaya KAUM yang adalah “antar umat” tidak memiliki solo mentality dengan cara menguatkan kerja sama lintas iman hingga di level akar rumput. Kegiatan yang di akar rumput membuat kegiatan itu aktif dalam segala lingkup dan membuat KAUM menjadi agen-agen perdamaian dan cinta kasih yang bisa menceritakan kisah praktik kehidupan yang baik dalam kehidupan literasi dan moderasi beragama. Senada dengan visi misi GKJW yang adalah menjadi berkat yang diwujudkan dengan semakin raketnya hubungan.

Setelah memberikan arahan, kegiatan dilanjutkan dengan berbagi program-program KAUM MD di tahun 2025 dan rencana pelaksanaan program-program KAUM MD di tahun 2026. Dalam kegiatan ini juga disampaikan harapan-harapan para anggota KAUM MD terhadap langkah pelayanan KAUM ke depannya yaitu untuk bisa melakukan juga “trilogi umat beragama”.

Pada hari kedua Atthasilani Gandhasilani dari Padepokan Dhammadīpa Ārāma membagikan materi Ekologi dan Kependudukan: Kolaborasi Lintas Iman Menuju Era Baru. Atthasilani mengajak para peserta berefleksi mengenai apa saja yang sudah kita lakukan pada alam.

Ia juga menjelaskan bahwa semua yang terjadi di alam, itu memiliki sifat. Pertama adalah realitas alam itu sendiri yang memiliki dukkha. Kedua adalah apapun yang terjadi di alam pasti ada sebabnya. Ketiga adalah dukkha itu bisa lenyap. Keempat, ada jalan untuk melenyapkan dukkha. Setelah memberikan materi, dilanjutkan dengan sesi tanya jawab yang aktif di antara para anggota KAUM dengan Atthasilani. Seluruh pertanyaan mulai dari rasa penasaran terhadap agama Budha hingga pandangan agama Budha melihat alam semesta dan ekologi juga dipertanyakan oleh para peserta.

Pada akhirnya, Atthasilan memberikan closing statement bahwa salah satu konsep dasar agama Budha adalah juga welas asih terhadap seluruh alam semesta. Selanjutnya Atthasilani bersama peserta raker komitmen untuk bersama-sama akan saling merekatkan relasi antar satu sama lain untuk merawat dan memelihara keutuhan alam semesta yang ada di sekitar kita.

Renungan Harian

Renungan Harian Anak