Pertemuan Raya Kesaksian (PRAKSI) II GKJW

Semua orang percaya adalah saksi-saksi yang mengemban misi mewartakan „Kabar Baik“ di tengah dunia sebagai Amanat Agung Sang Kristus. Dalam mengemban tugas kesaksian itu, diperlukan inovasi-inovasi  yang sesuai dengan  perkembangan jaman.

Dengan latar belakang pemahaman tersebut, Dewan Pembinaan Kesaksian GKJW mengadakan Pertemuan Raya Kesaksian (PRAKSI) II tahun 2016. Pertemuan tersebut telah berlangsung pada tanggal 10-12 Juni 2016 di GKJW Jemaat Segaran, Kediri Selatan. Sebanyak 572 orang peserta dari 13 majelis daerah se-GKJW mengikuti kegiatan yang mengambil tema “Warta Bagi Sesama Ciptaan”. Fokus dari tema tersebut adalah meningkatkan kualitas model kesaksian berbasis pendidikan dan penggunaan media massa elektronika.

Pertemuan Raya ini menjadi ajang belajar bagi mereka yang bertugas di Komisi Pembinaan Kesaksian jemaat-jemaat  se- GKJW. Melalui pertemuan ini diharapkan bahwa gereja terus memperbarui metode kesaksiannya dengan tetap berakar pada konteks di mana gereja itu tumbuh dan berada.

Salah satu metode kesaksian menggunakan “media” yang menjadi pembuka kegiatan PRAKSI ini adalah pagelaran wayang kulit oleh dalang senior Pdt. Suko Tiyarno dan dalang yunior Satya. Keduanya menggabungkan nilai tradisional dan teknologi modern sebagai media kesaksian dengan menggunakan gamelan elektronik dan media visual dalam pagelaran wayang tersebut.

Dalam PRAKSI ini juga disajikan makalah tentang pendidikan oleh Bapak Hadi Wahyono (Universitas Negeri Malang, warga GKJW Jemaat Talun, Malang). Para peserta yang sebagian besar berprofesi sebagai tenaga pendidik dan juga pensiunan guru diajak untuk mendiskusikan persoalan-persoalan pentingnya pendidikan yang baik dan benar bagi anak-anak bangsa. Masalah pendidikan agama Kristen di sekolah juga menjadi pokok bahasan yang menarik dalam diskusi kelompok per majelis daerah. Minimnya guru pelajaran agama Kristen menjadi masalah yang mengemuka. Berbagai solusi dikemukakan, antara lain ide melibatkan pendeta dari gereja di sekitar sekolah tersebut untuk ikut mengajar pendidikan agama Kristen. Selain itu, dapat juga melibatkan guru non pelajaran agama yang beragama Kristen.

Baca Juga:  Rencana Pendirian SMA Kristen Tunggul Wulung, Suwaru, Malang

Makalah tentang teknologi informasi disajikan oleh Bapak Anom Surahno (Humas Pemerintah Propinsi Jawa Timur, warga GKJW Jemaat Rungkut). Dalam penuturannya, Bapak Anom menekankan bahwa seharusnya warga jemaat bijak dalam menghadapi era teknologi informasi dan dalam  menggunakan alat komunikasi (gadget). Kebijaksaan tersebut penting agar warga anak dan dewasa bisa mendapatkan manfaat positif dari teknologi informasi dan penggunaan alat komunikasi modern.

Sebagai acara puncak, para peserta dari jemaat-jemaat atau majelis daerah mempresentasikan kesaksian dalam bentuk film berdurasi 5-10 menit per film.  Film-film tersebut merupakan hasil pelatihan reportase yang sudah dilakukan Dewan Pembinaan Kesaksian GKJW selama 3 tahun berturut-turut. Dengan film–film tersebut diharapkan muncul berbagai model kisah kesaksian dari warga jemaat perorangan maupun jemaat sebagai suatu organisasi atau lembaga.

PRAKSI kali ini juga mengadakan pemeriksaan kesehatan dan pengobatan gratis seusai ibadah Minggu tanggal 12 Juni 2016. Aksi sosial ini merupakan sumbangan dari MD Surabaya Timur II dengan mengerahkan tenaga dokter, paramedis serta pemuda jemaat untuk melayani mereka yang membutuhkan. Yang menarik lagi, bahwa tenaga medis yang terlibat tidak hanya warga jemaat atau mereka yang beragama Kristen tetapi juga ada beberapa yang bukan Kristen. Pemeriksaan kesehatan dan pengobatan gratis ini merupakan bentuk kepedulian serta perhatian bagi masyarakat luas di Segaran dan salah satu bentuk persaudaraan sejati bagi kepentingan sesama yang membutuhkan.

Bagikan Entri Ini:

Entri Serupa:

Rencana Pendirian SMA Kristen Tunggul Wulung, Suwa... Sudah lama GKJW melalui YBPK (Yayasan Badan Pendidikan Kristen) berusaha menjadi saksi kasih Tuhan melalui bidang pendidikan. Kesaksian ini juga sejal...