Rencana Pendirian SMA Kristen Tunggul Wulung, Suwaru, Malang

Sudah lama GKJW melalui YBPK (Yayasan Badan Pendidikan Kristen) berusaha menjadi saksi kasih Tuhan melalui bidang pendidikan. Kesaksian ini juga sejalan dengan cita-cita kemerdekaan negara Republik Indonesia, yaitu mencerdaskan kehidupan bangsa.

Saat ini, terdapat 84 unit sekolah (14 unit PAUD, 32 unit TK, 15 unit SD, 15 unit SMP, 5 unit SMA dan 3 unit SMK) bernaung dalam YBPK GKJW. Sekolah-sekolah YBPK hingga kini masih menjadi alternatif bagi sebagian warga jemaat GKJW dan masyarakat. Namun demikian, tidak dipungkiri bahwa YBPK  GKJW menghadapi banyak tantangan sehingga mengalami kemunduran.

Oleh sebab itu diperlukan upaya yang signifikan dengan terobosan baru untuk berkiprah di dunia pendidikan. Upaya tersebut akan diwujudkan dengan pendirian “Sentra Pendidikan” sesuai keputusan Sidang ke-109 Majelis Agung GKJW tahun 2014.

Bentuk “Sentra Pendidikan” yang dimaksud ialah SMA Unggulan dengan nama „SMA Kristen Tunggul Wulung (Berbasis Budaya Jawa)“ di Desa Suwaru, Kabupaten Malang.  Rencana pendirian „Sentra Pendidikan“ tersebut akan diwujudkan oleh MA GKJW melalui YBPK bekerja sama dengan mitra kerja yakni Konsultan Pendidikan : Prof. Dr. Anita Lie dan rekan, Majelis Pendidikan Kristen Wilayah Jawa Timur dan Yayasan Visi Misi Surabaya.

Nama „Tunggul Wulung“ dipilih dengan berbagai pertimbangan. Dari asal katanya „Tunggul“ berarti tunas dan „Wulung“ berarti unggul. Sekolah ini diharapkan akan menumbuhkan tunas unggul, yang berguna dalam membangun kehidupan bersama. Selain itu, „Tunggul Wulung“ merupakan nama salah satu tokoh penting yang menyebarkan kekristenan di Jawa Timur pada abad ke-19.

Sekolah dengan basis budaya jawa yang dimaksud adalah bahwa budaya jawa menjadi substansi yang penting dalam proses belajar mengajar dan pergaulan para siswa. Siswa dididik agar dapat melestarikan budaya hidup orang Jawa yang bermuatan positif dan mampu membangun kehidupan bersama. Budaya jawa yang mewarnai pola pikir dan tingkah laku para siswa akan membuat mereka tetap kontekstual meskipun hidup dalam percaturan global.

Baca Juga:  Spesial Kemerdekaan di GKJW Jemaat Surabaya

Metode pendidikan yang akan diterapkan oleh “SMA Kristen Tunggul Wulung” adalah melaksanakan kurikulum nasional dan kurikulum pengayaan yang berbasis kewirausahaan. Dalam menjalankan metode kurikulum tersebut, sekolah akan menggunakan dasar „Sabda Bahagia (Matius 5 : 1 – 12)“ .

Kegiatan belajar-mengajar akan dilakukan dalam sistem semi asrama dimana siswa melakukan tugas-tugas harian asrama di luar tugas sekolah. Selain itu, siswa juga diharuskan berinteraksi dengan masyarakat dan terlibat dalam kegiatan gereja. Hal tersebut dimaksudkan agar siswa mampu dan bertanggung jawab dalam pekerjaan sehari-hari, memiliki kepekaan dan tanggung jawab social serta berlatih mengambil tanggung jawab dalam kehidupan bergereja dan bermasyarakat.

Sasaran dari pendirian sekolah ini adalah Siswa berprestasi dari warga jemaat GKJW (bisa utusan jemaat atau mandiri); Siswa berprestasi dari lulusan sekolah YBPK GKJW; Siswa dari keluarga Jawa Diaspora di luar pulau Jawa; Siswa dari keluarga di luar GKJW.

Bagikan Entri Ini:

Entri Serupa:

Spesial Kemerdekaan di GKJW Jemaat Surabaya Tahun 2016, barangkali menjadi momentum bersejarah. Pada peringatan 17 Agustus tahun ini, untuk kali pertama, YBPK Unit Surabaya (SD, SMP, SMA) be...
Pertemuan Raya Kesaksian (PRAKSI) II GKJW Semua orang percaya adalah saksi-saksi yang mengemban misi mewartakan „Kabar Baik“ di tengah dunia sebagai Amanat Agung Sang Kristus. Dalam mengem...