Perayaan Natal dan Silaturahmi Buka Tahun Warga GKJW Se-Kota Malang

Sekitar 500 warga GKJW dari 9 jemaat GKJW se-kota Malang hadir dalam “Perayaan Natal dan Silaturahmi Buka Tahun” pada tanggal 14 Januari 2020 di kompleks Majelis Agung GKJW. Ini adalah untuk pertama kalinya Majelis Agung GKJW mengadakan acara bagi warga GKJW se-kota Malang.

Masing-masing jemaat mengirimkan 50 orang untuk hadir dalam acara itu. Hadir pula dari beberapa tamu dari gereja Korea, Mitra GKJW disana. Selain memperingati natal, dan buka tahun, acara ini diadakan juga untuk memperingati ulang tahun ke-88 GKJW (tanggal 11 Desember 2019) dan ulang tahun ke-93 IPTh. Balewiyata (12 Januari 2020).

Ketua Majelis Agung GKJW, Pdt. Tjondro F. Gardjito dalam sambutannya mengatakan bahwa tujuan diadakannya acara ini adalah mendekatkan Majelis Agung GKJW dengan warganya. Selama ini, perayaan natal dan silaturahmi buka tahun di lingkungan Majelis Agung GKJW hanya ditujukan untuk mereka yang bertugas atau tinggal di sekitar kantor Majelis Agung GKJW saja. “Sebenarnya kami ingin mengundang seluruh jemaat-jemaat se-GKJW. Namun karena keterbatasan tempat, maka kami hanya bisa mengundang warga dari jemaat-jemaat se-kota Malang.” Kata Pdt. Tjondro.

Lebih lanjut Pdt Tjondro menerangkan rencana Majelis Agung GKJW mengembangkan aset GKJW. Aset-aset tersebut ialah kekayaan milik gereja baik yang berada di kompleks Majelis Agung GKJW maupun yang tersebar di Jemaat-jemaat. Dalam waktu dekat ini, misalnya, GKJW berencana mengembangkan salah satu asetnya di Jemaat Sendang Biru, Malang.

Pdt. Budyanto yang membawakan firman dalam acara itu bacaan Alkitab dari Yohanes 15: 15-17 tentang bagaimana Yesus yang menganggap manusia sahabatnya. Sayangnya, meskipun sudah dianggap sahabat, kebanyakan manusia masih sering bersifat mental seperti seorang hamba. Seorang hamba bekerja secukupnya, bukan bekerja dengan cinta seperti seorang sahabat.

Sebagai sahabat Kristus, orang kristen hendaknya juga menjadi sahabat bagi seluruh ciptaan. “Seorang sahabat akan melakukan segalanya dengan sukacita dan penuh ucapan syukur tanpa memandang kepada siapa,” demikian Pdt. Budyanto mengingatkan.

Dalam acara itu dipertujukkan pula Sendratari berjudul “Kelahiranmu” yang berkisah tentang Bayi Yesus yang diungsikan karena kekejaman Herodes (Matius 2:16-18). Sendratari tersebut dimainkan bersama-sama oleh warga lintas iman (Islam dan Kristen) yang bergabung dalam Sanggar Sardulo Djojo dibawah bimbingan Ibu Ida Yuniarsih. Kebanyakan pemain adalah anggota GKJW Jemaat Sukun, Malang.

Selain sendratari tersebut diatas, acara ini juga dimeriahkan oleh paduan suara dari GKJW jemaat Tulang Bawang dan GKJW Tunjung Sekar, Orkes Keroncong group dari Gereja Sidang-Sidang Jemaat Allah (GSJA) dan ditutup oleh penampilan group lawak “Srimulat“ (Polo, Tessy, & Ribut).

 

Bagikan Entri Ini:

  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •