Pembekalan dan Pelatihan Relawan Tanggul Bencana GKJW

Relawan Tanggul Bencana GKJW berlatih melakukan CPR (Cardio Pulmonary Resuscitation) untuk mengatasi keadaan darurat.

Keberadaan GKJW di Jawa Timur tidak terlepas dari kondisi struktur dan karakter fisik geografis alamiah tanah Jawa Timur. Jawa Timur mempunyai beberapa gunung berapi aktif yang berpotensi menyebabkan terjadinya bencana alam seperti letusan gunung api, banjir atau longsoran lahar, aliran lava, awan panas, gas beracun maupun gempa vulkanik.

Faktor topografi, jenis tanah dan geologi ini juga memberikan pengaruh besar terhadap tingkat erosi yang tinggi di wilayah lajur gunung api. Pegunungan gamping dengan tingkat kesuburan tanah yang marginal dan mempunyai kecenderungan menjadi tanah kritis.

Bukan hanya itu, potensi bencana alam lain pun menjadi ancaman yang perlu diwaspadai. Berdasarkan data yang ada, bencana-bencana seperti puting beliung, kebakaran, tsunami diwilayah pesisir sering terjadi hampir diseluruh wilayah Jawa Timur.

Berpijak dari fakta tersebut serta hasil evaluasi penanganan bencana oleh Pokja Tanggul Bencana GKJW pada saat bencana banjir di Pacitan, Erupsi Semeru di Pronojiwo, dan Gempa di Malang Selatan maka digagaslah suatu Kegiatan Pelatihan Dan Pembekalan Penanganan Kebencanaan bekerjasama dengan United Evangelical Mission (UEM) untuk Relawan Pokja Tanggul Bencana GKJW. Kegiatan ini bermaksud untuk meningkatkan kapasitas, ketrampilan dan pengetahuan kebencanaan, relawan Pokja Tanggul Bencana (TB) GKJW. Dengan demikian, Pokja Tanggul Bencana GKJW diharapkan memiliki tim relawan tanggul bencana yang solid dan berkapasitas dalam penanganan kebencanaan khususnya dalam masa darurat yang berada di lingkup Majelis Daerah.

 

Relawan Tanggul Bencana GKJW peserta pelatihan

Kegiatan ini bertempat di IP.Th Balewiyata, pada tanggal 12-14 November 2021 dan diikuti oleh 30 peserta yang berasal dari 14 Majelis Daerah se-GKJW dan pokja TB Majelis Agung. Selama tiga hari tersebut, peserta mendapatkan keterampilan dalam hal “Manajemen Kebencanaan” dan “Manajemen Posko” dari BPBD kota Malang, “Nilai-nilai Kerelawanan” dari Sdr. Trianko (Gimbal Alas Indonesia), “Kaji Cepat” oleh Sdr. Remo Prasetio Widi (BNPB) dan Sdr. Bayus Atdinata Elipas, “Materi Lapangan” dari Basarnas serta materi “Bantuan Hidup Dasar” dari dr. Yohanes Ary Prayoga (RSK. Mojowarno).

Dalam ibadah pembukaan, Pdt. Tjondro F.Gardjito menyampaikan pentingnya pelatihan ini untuk meningkatkan kapasitas relawan mengingat panggilan kemanusiaan bagi GKJW, sehingga pembekalan ini diharapkan juga meningkatkan koordinasi antara TB MA, MD dan MJ. Terri Lynn Smith (Project Officier UEM – Departemen Asia) menyampaikan kegiatan ini sangat penting bagi konteks Indonesia yang menjadi Pasar Bencana.

Peserta yang hadir berasal dari ragam usia beragam dan latar belakang dengan cepat berbaur dan bekerjasama untuk melakukan beberapa tugas dari trainer seperti melakukan CPR (Cardio Pulmonary Resuscitation), membuat tandu darurat, mengevakuasi korban dan membuat kaji cepat dari situasi bencana yang sedang dihadapi masyrakat.

Bapak Suryono, MD Malang 3 menyampaikan bahwa pembekalan dan pelatihan menjadi penting dalam rangka meningkatkan keterampilan relawan di daerah sehingga bencana yang terjadi di daerah dapat direspon dengan cepat.

Kegiatan ini ditutup dengan ibadah, para peserta diminta untuk membuat janji/komitmen menjadi Rencana Tindak Lanjut pribadi dari kegiatan ini. Sedangkan tindak lanjut dari kegiatan ini diharapkan materi yang diterima peserta dapat diteruskan dalam pertemuan pokja TB MD bersama jemaat.

Sebab menjadi relawan tidak cukup hanya bermodalkan niat baik (heart), tetapi juga keterampilan yang memadai (head) dan juga kemauan untuk melakukan dalam wujud kehidupan sehari-hari (hand). Selamat melayani para relawan GKJW, terus menjadi berkat bagi sesama dan semesta.

Salam tangguh, salam kemanusiaan!

 

Bagikan Entri Ini: