Menanam Pohon, Menjaga Kehidupan

28 November 2020

Sebanyak 22 relawan Tanggul Bencana Majelis Daerah (TBMD) Kediri Selatan dan TBMD-Kediri Utara 2 mengikuti kegiatan penanaman pohon di Alas Simpenan Manggis Puncu, Kediri, pada tanggal 9 Nopember 2020 yang lalu. Sebanyak 4.000 bibit berbagai jenis pohon besar dan buah2an ditanam pada lahan seluas 2,5 hektar sebagai bentuk mitigasi bencana (tindakan mengurangi dampak bencana ) dengan memperkuat ketahanan lahan Alas Simpenan. Penghijauan lingkar luar hutan tersebut diharapkan akan menambah luasan hutan yang menjadi penahan air tanah.

Dalam konteks GKJW yang hidup di daerah rawan bencana, mitigasi bencana adalah sebuah kebutuhan. Menurut Bpk Erwin Ririh Budianto, Ketua pokja TBMD Kediri Selatan, keterlibatan ini mewujud dari panggilan untuk menjadi berkat bagi semua mahluk melalui kelestarian alam. Mengingat pasca erupsi, banyak pohon dan mata air yang terhilang.

Kegiatan penghijauan ini dilakukan TB-MD Kediri Selatan dan TB-MD Kediri Utara 2 bersama-sama dengan berbagai elemen masyarakat. Kurang lebih 500 orang dari Perhutani Besowo, Jajaran Polsek Puncu, Jajaran Koramil Puncu, Tagana, Komunitas Oleng-oleng, Karang Taruna, dan Forum Kediri Hijau ikut serta dalam kegiatan ini. Tak ketinggalan pula komunitas Gusdurian Pare, TLaskar Kediri Bisa, Mahaspala, Komunitas Kediri Resik, Anak Rimba, Forum Journalis Hijau, anggota masyarakat sekitar, relawan Kabupaten dan Kota Kediri, Blitar dan Tulungagung.

Kegiatan ini adalah kegiatan berkelanjutan, artinya kegiatan tahunan yang akan terus dimonitor. Setelah satu bulan penanaman, dilakukan proses nyulami (mengganti tanaman yang mati), satu bulan berikutnya akan memonitor suplai air. Dalam mengupayakan menjadi berkat kita tidak bisa sendiri, perlu menciptakan jaringan di sekitar atau memelihara yang sudah ada. Upaya berjejaring penanaman pohon ini adalah upaya menjaga kehidupan.

Baca Juga:  Gerakan GKJW Jemaat Aditoya di Bulan Penciptaan 2024

Renungan Harian

Renungan Harian Anak