Dalam rangka memperingati Hari Lahir Pancasila para pemuda dan mahasiswa lintas iman di Lawang mengadakan kegiatan “Jagongan” bersama teman-teman lintas iman dan komunitas pada 1 Juni 2026 bertempat di Gedung Cakra Buana Lawang, Kab. Malang.
Kegiatan ini bertujuan untuk mengamalkan nilai Pancasila dalam berelasi dengan berbagai kalangan yang berbeda keyakinan. Di tengah berbagai tantangan bangsa, mulai dari polarisasi sosial, penyebaran ujaran kebencian di ruang digital, hingga menguatnya sikap eksklisif dalam kehidupan bermasyarakat, para peserta diajak untuk kembali menemukan titik temu sebagai sesama anak bangsa.
Diawali dengan musik keroncong “Swaraning Sukma” dan tari Cunduk Mendur yang dibawakan oleh warga jemaat GKJW Lawang dianjutkan doa oleh Bhante Jayamedo menandai acara dimulai yang dilanjutkan pemaparan materi oleh Dr. Saifillah, M.Hi dari Universitas Yudharta Pasuruan dan Hj. Aprilia Mega Rosdiana, M.Si dari Universitas Islam Negri Malang.
Dr. H. Saifullah, M.HI mengajak peserta melihat Pancasila sebagai rumah bersama yang mampu menjaga Indonesia tetap utuh di tengah berbagai perbedaan, sementara itu, Hj. Aprilia Mega Rosdiana, M.Si., CPCE menjelaskan bahwa banyak konflik sosial sebenarnya berakar pada kecenderungan psikologis manusia seperti prasangka, stereotip, egoisme kelompok, dan rendahnya empati. Menurutnya, nilai-nilai yang terkandung dalam Pancasila justru menjawab persoalan-persoalan mendasar tersebut. Karena itu, Pancasila tidak boleh berhenti menjadi hafalan, tetapi harus hadir dalam perilaku sehari-hari masyarakat, terutama generasi muda.
Dilanjutkan dikusi dengan mengusung tema “PEMUDA PEMBAWA SEMANGAT PANCASILA” yang dipandu oleh Moderator Pdt. Gideon Hendro Buono M.Fil dari GKJW berlangsung hangat tanpa batasan dan sekat, meskipun berbeda. Catur selaku ketua pelaksana menyampaikan bahwa kegiatan ini diinisiasi oleh rekan-rekan dari GKJW Lawang dan PAC Ansor Kec. Lawang serta didukung oleh teman-teman dari GKA Imanuel, Gereja Jago, GBI Viktory dan Baha’i. Selain itu turut hadir juga dari Pengurus MWCNU, Pemuda Muhamadyah, Fatayat Kec. Lawang, IPNU, IPPNU, Arela, Padange Ati, Gusdurian muda Malang, Sapta Dharma, Padepokan Dhamadipa Arama, serta Muspika Lawang.
Dalam sambutannya, Camat Lawang, Nur Soleh Hidayat S.STP., MM. Yang didampingi Kapolsek Lawang Kompol H.M. Lutfi, S.H, M.Si. dan perwakilan dari Koramil menyampaikan bahwasannya “Muspika Kecamatan Lawang akan mendukung seluruh kegiatan positif di wilayah Lawang demi terjaganya kedamaian dan keamanan bersama”. Beliau menutup sambutan dengan mengajak seluruh peserta mengucapkan salam Pancasila.
Ikrar Paseduluran menjadi momen yang ditunggu dalam kegiatan ini, karena ini menjadi momentum para Peserta merajut Paseduluran Tunggal Pertiwi dimana kita lahir di bumi Nusantara.
Setelah rangkaian kegiatan para tokoh Lintas Agama melakukan doa bersama untuk bangsa dan negara yang diwakili oleh Pdt. Sevi(GKJW), Suster Yustina (Katolik), Bertand Ade Prayoga (Baha’i), Bhante Jayamedo (Buddha), Muji Hariono (Sapto Darmo), dan Ustad Adam (Islam)
Dari Lawang, sebuah pesan sederhana namun kuat kembali diteguhkan: persaudaraan adalah kekuatan, keberagaman adalah anugerah dan Pancasila adalah jalan bersama untuk merawat Imdonesia. Di tangan para pemuda yang berani merangkul perbedaan, harapan tentang Indonesia yang damai, adil dan bersatu terus menemukan jalannya.
Penulis: Daniel Efendi
Foto : Multimedia GKJW Jemaat Lawang.