Dana Pensiun Greja Kristen Jawi Wetan (GKJW) resmi memindahkan operasional kantornya dari Surabaya ke Malang. Perpindahan itu secara resmi dilakukan pada hari Jumat, 29 Mei 2026. Dengan demikian seluruh aktivitas pelayanan yang semula berlokasi di Jalan Barata Jaya III No. 87-89, Surabaya, kini dialihkan ke Kompleks Kantor Majelis Agung GKJW, Jalan S. Supriadi No. 18, Malang. Langkah relokasi ini diambil sebagai strategi matang untuk meningkatkan efektivitas dan efisiensi kinerja lembaga, sekaligus mempercepat jalur koordinasi dengan pihak pendiri, yaitu Majelis Agung GKJW.
Acara peresmian kantor baru yang berlangsung khidmat dan penuh kesederhanaan ini dihadiri oleh berbagai pemangku kepentingan dalam ruang lingkup pelayanan GKJW. Tampak hadir Pelayan Harian Majelis Agung (PHMA) sebagai representasi dari pihak Pendiri, jajaran pengurus, serta seluruh karyawan Dana Pensiun GKJW.
Momentum penting ini juga disaksikan oleh perwakilan direksi Rumah Sakit Rekso Waluya Mojokerto dan Rumah Sakit Kristen Mojowarno selaku mitra pendiri, perwakilan peserta aktif dan pasif, para mantan Ketua Majelis Agung GKJW, para pendeta tugas khusus, serta karyawan kantor Majelis Agung.

Dalam kesempatan tersebut, Direktur Dana Pensiun GKJW, Pdt. Samuel Enggar Hadi, mengupas tuntas babak baru yang tengah dijalani oleh lembaga. Selain menjelaskan alasan relokasi geografis demi mempermudah koordinasi dengan Majelis Agung, Pdt. Enggar juga memaparkan makna mendalam di balik logo baru Dana Pensiun GKJW yang telah diputuskan dalam Sidang Majelis Agung tahun 2024 lalu.
Beliau menjelaskan bahwa logo utama tersebut terdiri dari dua abjad “dp” yang merupakan singkatan dari Dana Pensiun. Tepat di bagian tengah, di antara kedua abjad tersebut, terdapat simbol “Salib” yang mengandung penegasan bahwa di tengah segala aktivitas dan misi utamanya, Dana Pensiun GKJW senantiasa mengingat keberadaannya sebagai perwujudan Kerajaan Allah melalui bidang pengelolaan dana pensiun.
Bentuk tersebut dirancang sedemikian rupa hingga membentuk pola “Infinity” yang menyiratkan makna keabadian dan kontinuitas, sekaligus mencerminkan komitmen keberlanjutan serta visi jangka panjang lembaga. Sementara itu, pemilihan warna hijau pada logo mengandung makna semangat untuk senantiasa menyediakan diri untuk bertumbuh dan berkembang dengan subur dalam pelayanan yang diberikan.

Sebelum meresmikan bangunan dan fasilitas kantor yang baru, Wakil Ketua Majelis Agung GKJW, Pdt. Retnosari, menyampaikan sambutannya. Beliau memberikan apresiasi yang tinggi atas kelancaran proses integrasi lokasi ini dan berharap kedekatan fisik antar-kantor lembaga ini mampu melahirkan sinergi pelayanan yang semakin solid, transparan, dan akuntabel.
Acara kemudian dilanjutkan dengan prosesi peresmian secara simbolis oleh Pdt. Retnosari, yang menandai dimulainya operasional penuh Dana Pensiun GKJW di Malang. Rangkaian acara bersejarah ini ditutup dengan doa bersama, ramah tamah, serta peninjauan langsung ruang kerja baru oleh para undangan.
