Dalam rangka Bulan Budaya GKJW, IPTh Balewiyata mengadakan Diskusi Teologi dan Seni. Selama berabad-abad, teologi bercakap dengan filsafat, hukum, politik, ekonomi, dan yang bidang ilmu lain. Seni justru kerap dianggap sebagai bahasa yang hanya melengkapi teologi, padahal seni membangun imaji dan pemahaman
Sebanyak 198 calon sidi dari 18 jemaat GKJW mengikuti acara pemantapan yang diadakan oleh IPTh. Balewiyata dari tanggal 11-13 November 2022. Pemantapan calon sidi ini menyasar generasi Z yang lebih menghayati Tuhan dari pengalaman-pengalaman mereka. Oleh karena itu, IPTh Balewiyata mengajak para
Bina Iman kali ini mengangkat tema “Membudayakan Hidup Benar dan Baik di Tengah Kejahatan” yang disampaikan oleh Pdt. Em. Suwignyo Suwondo. Melalui bina iman saat ini, umat diajak untuk menghayati pentingnya hidup benar dan baik dalam laku hidup sehari-hari. Dengan membudayakan hidup
Ngolehke edisi Bulan Ekumene oleh Pdt. Gideon Hendro Buono bersama Dr. Udji Asiyah, M.Si (Bidang Pemberdayaan Perempuan FKUB Prov.Jatim, Unsur Majlis Agama Muslimat NU Prov Jatim, dan Dosen di Fisip Unair Surabaya) Program “Ngolehke” diadakan oleh IPTh. Balewiyata GKJW bersama Komisi Hubungan
Undhuh-undhuh menjadi salah satu hari raya istimewa di GKJW. Tradisi ini bahkan diikuti oleh gereja-gereja yang lain. Tim Sejarah IPTh Balewiyata menggali sejarah tentang perayaan ini dari berbagai dokumen sejarah pra GKJW dan pada masa awal GKJW dan menemukan titik terang asal
Kemisan merupakan diskusi teologi rutin IPTh Balewiyata mengenai tema-tema aktual dan proyeksi teologi GKJW ke depan. IPTh Balewiyata mengadakan 2 jenis kemisan, Kemisan Kecil yang diadakan setiap Kamis 2 minggu sekali dan Kemisan Besar (Hibrid) yang diadakan 3 bulan sekali dengan mengangkat
IPTh Balewiyata telah menyelesaikan sebuah buku tentang Teologi Keluarga GKJW. Buku ini diharapkan bisa melengkapi Teologi GKJW, menjadi materi PA dan PTWG di jemaat terkait teologi Keluarga, sekaligus menjadi materi pelengkap untuk Buku Katekisasi Pra Nikah “Lebih dari Permata” dan melengkapi buku
Salah satu tantangan yang dihadapi sebagai gereja adalah kesenjangan generasi. Generasi Z dan generasi Alfa berhadapan dengan situasi pasca agama. Agama dan institusinya menjadi tidak terlalu bermakna bagi perjalanan kehidupan. Generasi tersebut lebih menghidupi filsafat (khususnya Stoikisme) dan postmodernisme yang memiliki kecenderungan