Aku Kerjakan Tugasku Tuntunan Ibadah Anak 1 November 2026

19 October 2026

Tahun Liturgi: Bulan Budaya
Tema: Budaya Kerja Keras (Dalam Melayani)
Judul: Aku Kerjakan Tugasku

Bacaan: 1 Tesalonika 2:9-13
Ayat Hafalan: Apa pun juga yang kamu perbuat, perbuatlah dengan segenap hatimu seperti untuk Tuhan dan bukan untuk manusia. (Kolose 3:23)

Lagu Tema:

  1. Kerja Buat Tuhan
  2. Jangan Lelah
  3. Mata Tuhan Melihat

Alat Peraga: Dapat diunduh di di sini.

Penjelasan Teks (Hanya Untuk Pamong)
Paulus memberitakan injil supaya banyak orang menjadi percaya dan menerima keselamatan dari Allah. Seluruh teologi Paulus berpusat pada Kristologi, yakni ajaran tentang Kristus. Paulus lebih menekankan pada makna kematian, kebangkitan, dan kerendahan hati Yesus dalam melayani banyak orang. Bagi Paulus, Kristus yang disalib dan bangkit adalah inti dari iman.

Paulus dikenal sebagai pemberita Injil di berbagai tempat, salah satunya kota Tesalonika. Di samping memberitakan Injil, Paulus melakukan pekerjaan lain, yakni tukang kemah. Ia berusaha dan bekerja memenuhi kebutuhan hidupnya agar dalam pemberitaan Injil yang ia lakukan, ia tidak membebani Jemaat Tesalonika. Paulus berusaha memberikan teladan yang baik. Dalam memberitakan Injil, Paulus menasihati orang percaya supaya dapat hidup setia sesuai dengan kehendak Allah di tengah tantangan hidup beriman. Maka budaya kerja keras menjadi bagian penting dalam kehidupan pelayanan Paulus.

Refleksi Untuk Pamong
Dalam kehidupan ini, setiap orang tentu memiliki kebutuhan. Bekerja keras adalah salah satu upaya yang baik dalam memenuhi kebutuhan tersebut. Ada banyak nilai yang berharga dari kerja keras, di antaranya: disiplin, rajin, tekun dan tanggung jawab. Dan kerja keras ini perlu menjadi budaya yang mulai diperkenalkan kepada anak-anak sejak dini. Segala sesuatu itu perlu diusahakan. Sikap berpangku tangan atau bermalas-malasan, hendaknya ditinggalkan dari kebiasaan. Dengan bekerja keras, pastilah ada buah yang dihasilkan dan dari sanalah kita juga dapat menjadi berkat bagi orang lain.


TUNTUNAN IBADAH ANAK BALITA

Tujuan:
Setelah melihat alat peraga (gambar/boneka), Balita dapat mengenali tokoh Paulus yang rajin bekerja dan bercerita tentang Tuhan dengan benar.

Alat Peraga

  • Tas kerja, celemek masak, palu mainan atau yang lain
  • Gambar atau boneka Paulus
  • Huruf P-A-U-L-U-S

Pendahuluan
Shalom….. Selamat pagi, anak-anak yang dikasihi Tuhan. Coba lihat apa yang saya bawa? Ini apa ya namanya? (Tunjukkan alat: tas kerja, celemek masak, palu mainan atau yang lain. Pamong dapat meminta respon anak-anak untuk menjawab). Nah, sekarang kalian menebak ya, apa yang sedang saya kerjakan? (Pamong dapat memperagakannya satu per satu alat tersebut sehingga anak-anak dapat menebak aktivitas yang dilakukan)

Anak-anak yang dikasihi Tuhan, beberapa barang tadi yang biasanya dipakai oleh Bapak dan Ibu untuk bekerja baik di kantor atau tempat kerja, juga di rumah. Lalu, kenapa ya Bapak dan Ibu harus bekerja keras setiap hari? Karena Bapak, Ibu sayang sekali sama kalian. Apapun yang dilakukan oleh orang tua supaya anak-anaknya bisa sekolah, bisa makan-minum susu, bisa jalan-jalan atau bermain, senang tinggal di rumah, dll.

Inti Penyampaian
Anak-anak yang dikasihi Tuhan, kita mau berkenalan dengan tokoh Alkitab, namanya adalah Paulus (Ajak anak-anak kembali menyebut kata “Paulus” atau memperkenalkan huruf P-A-U-L-U-S).

(Penyampaikan Firman dapat menggunakan gambar atau boneka yang diberi nama Paulus)

Halo….perkenalkan namaku Paulus. Lihat apa yang saya kerjakan!

(Pamong dapat menggerakkan tangan boneka Paulus seolah sedang menjahit (kemah/tenda) atau menunjukkan gambar Paulus sedang membuat kemah atau tenda, lalu arahkan wajah boneka atau gambar ke anak-anak untuk menunjukkan bahwa Paulus sekaligus juga memberitakan tentang Yesus)

Adik-adik, Tuhan Yesus itu baik. Tuhan Yesus sayang kalian (atau Tuhan Yesus sayang …. – dapat menyebut nama anak-anak).

Anak-anak yang dikasihi Tuhan, kita sudah berkenalan dengan Paulus. Paulus adalah seorang pekerja keras. Apa yang dilakukan oleh Paulus tadi? Benar, Paulus memberitakan tentang Yesus dan membuat kemah atau tenda. Anak-anak….membuat kemah atau tenda itu tidak mudah dan tidak sebentar.  Bisa dari pagi sampai malam dan bahkan selama beberapa hari. Tapi kenapa ya, Paulus sampai harus membuat kemah atau tenda? Supaya Paulus bisa memenuhi kebutuhan hidupnya, seperti makan, dll dan tidak merepotkan orang lain.

Penerapan
Anak-anak yang dikasihi Tuhan, kita mau belajar dari Paulus yang rajin dan suka bekerja keras. Kita juga bisa seperti Paulus. Kalau di rumah, selesai bermain, kalian bisa mengembalikan pada tempatnya; membuang sampah pada tempatnya (Pamong dapat memberi contoh yang lain).

Kalau kalian bekerja keras dan rajin seperti yang saya sampaikan tadi, yang senang bukan hanya Bapak dan Ibu saja. Tuhan Yesus juga senang melihat anak-anak yang dikasihiNya rajin dalam mengerjakan sesuatu. Jadilah terang di rumah kalian dengan selalu bersukacita!”

Aktivitas 1
Si Tukang Tenda Cilik

  1. Bahan:
    • – Kursi (beberapa kusi sesuai kebutuhan)
    • – Kain sprei besar/selimut
    • – Penjepit jemuran
  2. Cara Bermain:
    1. Ajak anak-anak bekerja sama membangun tenda di antara kursi menggunakan kain sprei besar atau selimut dan penjepit.
    2. Berikan pujian saat mereka berhasil menjepit kain sendiri: “Wah, kamu hebat sekali, bisa memasang kemah/tenda ini!”

Aktivitas 2
Pos Kerja Keras

Pamong dapat mengajak anak-anak melakukan tugas selanjutnya yaitu memilih salah satu dari 3 pos (pamong dapat menyiapkan 3 kertas undian untuk dapat dipilih anak-anak), berikut:

  • Pos 1 (Merapikan): Masukkan mainan ke kotak.
  • Pos 2 (Menyapu): Menggunakan sapu kecil untuk membersihkan potongan kertas atau daun kering.
  • Pos 3 (Memakai Sepatu): Mencoba memakai sepatu atau kaos kaki sendiri.

Jika anak-anak dapat menyelesaikan misi di pos tersebut, pamong dapat memberikan apresiasi.


TUNTUNAN IBADAH ANAK PRATAMA

Tujuan:
Melalui diskusi singkat, Anak dapat menanggapi pentingnya membantu orang tua di rumah sebagai latihan kerja keras yang menyenangkan hati Tuhan dengan tulus.

Alat Peraga
Gambar Rasul Paulus yang sedang memberitakan Injil dan gambar Rasul Petrus yang sedang membuat kemah

Pendahuluan
Adik-adik yang dikasihi Tuhan, siapa yang suka dan semangat pergi ke sekolah? (Menunggu respon anak-anak) Coba angkat tangan, siapa yang suka kalau hari Minggu atau hari libur? Mengapa suka hari Minggu atau hari libur? (Menunggu respon anak-anak) Betul, tentu hati senang karena bisa bermain dengan teman-teman, berkumpul dengan orang tua/keluarga, dan jalan-jalan. Tapi, tahu tidak, meskipun hari libur, ternyata Bapak, ibu kita biasanya tetap sibuk. Ada yang masak, bersih-bersih, setrika baju atau mencuci baju.

Inti Penyampaian
Anak-anak yang dikasihi Tuhan, kita mau belajar dari Paulus yang adalah Rasul yang hebat. Paulus juga sibuk, apa saja yang dilakukan oleh Paulus? Paulus bercerita kepada banyak orang tentang Yesus dan itu dilakukannya ke berbagai tempat (Pamong dapat menunjukkan gambar 1). Namun, Paulus juga bekerja membuat kemah atau tenda (Pamong dapat menunjukkan gambar 2).

Di dalam 1 Tesalonika 2:9, Paulus bercerita kalau dia dan teman-temannya bekerja siang dan malam. Paulus bekerja keras supaya mereka bisa memenuhi kebutuhan hidupnya (misalnya: makan, dll), tidak menyusahkan orang lain, bahkan bisa membantu orang lain. Paulus melakukan semuanya itu, bukan karena ingin dipuji tapi karena Paulus sayang kepada Tuhan dan jemaatNya.

Penerapan
Anak-anak yang dikasihi Tuhan, tadi kita sudah mendengar kalau Paulus bekerja siang malam. Kalau di rumahmu, siapa yang paling sering bekerja siang malam untuk kalian?” (Menunggu respon anak-anak). Bapak dan Ibu (Pamong dapat memberi contoh anggota keluarga lain di rumah sebab konteks setiap keluarga berbeda) yang bekerja keras pasti lelah sekali. Kalau kita melihat Bapak dan Ibu lelah, apa ya kira-kira yang bisa kita lakukan? (Menunggu respon anak-anak) Wah, kalian anak-anak hebat.

Anak-anak yang dikasihi Tuhan, kita bisa membantu meringankan pekerjaan orang tua di rumah. Ada banyak sekali yang bisa kita lakukan. Dan ketika kita melakukannya tidak harus menunggu disuruh. Dan misal kalau disuruh, tidak menjawab atau bilang “nanti” tapi kalian bisa langsung kerjakan dengan semangat dan senang. Karena dengan membantu orang tua maka kita belajar mandiri dan bertanggung jawab. Jika kita membantu orang tua di rumah maka itu ungkapan terima kasih kita kepada orang tua.

Aktivitas
Misi Kerja Keras

  • Mintalah anak-anak menuliskan satu tugas pekerjaan rumah yang akan mereka lakukan secara rutin selama seminggu di sebuah kertas kecil untuk dibawa pulang dan diberikan kepada orang tua.
  • Ajak anak-anak memahami bahwa anak-anak berlatih untuk rajin dalam membantu pekerjaan rumah.
  • Jika ada grup orang tua, video aktivitas anak-anak dapat dishare pada hari sabtu sebagai konfirmasi orang tua bahwa anak-anak sudah melakukan tugas pekerjaan rumahnya dengan rutin selama seminggu.

TUNTUNAN IDADAH ANAK MADYA

Tujuan:
Setelah membaca ayat 10, Anak dapat mengaitkan sikap jujur dan kerja keras Paulus dengan integritas diri mereka saat mengerjakan tugas sekolah secara tepat.

Alat Peraga
Gambar Paulus yang memberitakan Injil dan Paulus yang membuat kemah atau tenda

Pendahuluan
Shalom, anak-anak yang dikasihi Tuhan. Kita pasti senang, saat pergi jalan-jalan. Tapi apakah kalian pernah ikut berkemah atau camping? Mungkin, di rumah, atau pegunungan atau pantai atau di tengah hutan? (Menunggu respon anak-anak) Kemah atau tenda dibutuhkan saat berada di tempat terbuka supaya tidak kehujanan, kepanasan dan kedinginan. Membuat kemah atau tenda itu tidak mudah. Kalian harus memasukkan tiang-tiang tenda ke dalam lubang yang sudah ada pada tenda, harus menarik setiap sudut hingga membentuk persegi, pasang pasak, tarik talinya. Tentunya, kita akan kesulitan jika sendirian saat mendirikan kemah/tenda.

Inti Penyampaian
(Pamong dapat menunjukkan gambar Paulus yang memberitakan Injil dan Paulus yang membuat kemah atau tenda)

Anak-anak yang dikasihi Tuhan, kita mau belajar dari Paulus, sang pembuat kemah atau tenda. Di dalam 1 Tesalonika 2:9, Paulus bercerita kalau dia dan teman-temannya bekerja siang dan malam. Rasul Paulus itu hebat, selain memberitakan tentang Yesus, Paulus juga bekerja keras sebagai pembuat tenda supaya mereka bisa memenuhi kebutuhan hidup (misalnya: makan, dll), tidak menyusahkan orang lain, bahkan membantu orang lain. Paulus melakukan semuanya itu, bukan karena ingin dipuji tapi karena Paulus sayang kepada Tuhan dan jemaatNya.

Penerapan
Anak-anak yang dikasihi Tuhan, kita belajar bahwa Rasul Paulus adalah pribadi yang menjaga integritasnya. Apa itu integritas? Integritas adalah keselarasan antara pikiran, perkatan, dan tindakan seseorang yang didasarkan pada nilai dan prinsip. Integritas Rasul Paulus tercermin dalam nilai hidup yakni jujur (Paulus menyampaikan apa adanya mengenai usaha untuk memenuhi kebutuhan hidupnya, tanpa menyusahkan orang lain) dan tanggung jawab (Paulus menyadari akan tanggung jawabnya sehingga Paulus bekerja keras dalam menjalani kehidupannya).

Anak-anak yang dikasihi Tuhan, marilah kita hidupi nilai kejujuran dan tanggung jawab dengan bekerja keras dalam kehidupan kita. Nilai hidup ini sangat berguna bagi kehidupan kita. Dimulai dari bagaimana kita dapat jujur dalam perkataan (misal: berkata yang benar, dll); jujur dalam sikap (misal: tidak bergantung pada AI atau curang dalam mengerjakan tugas sekolah (PR) di rumah atau mengerjakan ujian/ulangan/sumatif di sekolah, dll). Karena Tuhan Yesus cinta dengan anak-anak yang hidupnya jujur dan memiliki tanggung jawab. Ingat, Tuhan melihat apa yang kita perbuat. Perbuatlah sesuatu yang baik dan berguna untuk hidup adik-adik. Tuhan Yesus memberkati. Amin.

Aktivitas
Self Check

  • Mintalah anak-anak menuliskan jurnal harian yang merupakan evaluasi diri atas sikap integritas dalam mengerjakan tugas sekolah.
  • Pada minggu berikutnya, pamong dapat meminta anak-anak untuk dapat mengumpulkannya.

Renungan Harian

Renungan Harian Anak